Metode Turunnya Al-Quran

Bagikan artikel ini :

Dalam kaitan turunnya Al-Quran yang pada akhirnya sampai ke dunia, paling tidak ada dua tahapan yang disepakati oleh para ulama yaitu: tahap pertama diturunkannya al-Quran dari lauh mahfudz ke langit dunia secara sempurna pada malam lailatu qadr dan yang kedua dari langit dunia ke bumi secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun.

Tahapan yang pertama

Allah ‘azza wa jalla menurunkan Al’Quran secara sempurna (jumlatan waahidatan) pada suatu malam yang penuh berkah diantara malam-malam yang lainnya dalam setahun yaitu malam lailatu al-qadr ke baitu al-‘izzah di langit dunia. Ada beberapa nahs yang berkaitan dengan hal ini diantaranya:

  1. al-dukhan ayat 3

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةٖ مُّبَٰرَكَةٍۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ

Artinya: sungguh kami telah menurunkan (Al-Quran) pada malam yang penuh berkah dan sungguh kami telah memberi peringatan (kepada manusia)

  1. Al-qadr ayat 1

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ

Artinya: sungguh kami telah menurunkan (Al-Quran) pada malam qadr

  1. Al-baqarah ayat 185

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

Artinya: pada bulan ramadlan telah diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi ummat manuisa, penjelasan-penjelasan dan pembeda (Antara hak dan bathil)

Tiga ayat di atas menunjukkan bahwa Al-Quran diturunkan pada malam yang sama, yaitu malam yang penuh dengan berkah yang disebut juga lailatu al-qadr, malam itu merupakan satu malam yang mulia sampai Allah ‘Azza wa jalla menyamakan bahkan menetapkan bahwa malam lailatu al-qadr lebih baik dari seribu bulan. Maka jelas, penurunan yang dimaksud adalah penurunan tahap pertama Al-Quran ke baitu al-‘izzah di langit dunia. Karena kalau yang dimaksud oleh ayat-ayat tersebut adalah penurunan tahap kedua kepada Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallama, maka tentu saja tidak benar bahwa penurunan yang dimaksud merupakan tahapan yang kedua itu pada malam dan bulan yang sama.

Pada kenyatannya, penurunan Al-Quran pada tahapan kedua memakan waktu yang cukup lama yaitu selam bi’tsah (masa pengutusan nabi) kurang lebih selama 23 tahun.  Penuruna  al-Quran pada tahap kedua bukan hanya pada bulan ramadlan saja, tapi pada setiap bulam dalam setahun. Maka jelas bahwa yang dimaksud tiga ayat di atas adalah penurunan tahap pertama yaitu tahapan diturunkannya Al-Quran dari lauhi al-Mahfudz ke baitu al-‘izzah di langit dunia.

Penulis : Ustadz Wildan Risalat (Bidang Kesantrian Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger