Tafsir Bi Al-Dirayah

Bagikan artikel ini :

Tafsir bi al-dirayah, dikenal juga sebagai tafsir bi al-ra’yi atau tafsir bi al-ma’qul dikalangan ahli tafsir. Karena dalam metode tafsir ini, lebih berpegang kepada ijtihad seseorang tatkala mentafsirkan Al-Quran, bukan berpegang pada atsar yang diambil dari para sahabat atau para tabi’in. Bahkan dalam metode tafsir ini mengedepankan pertimbangan bahasa arab, pemahaman akan gaya bahasa Al-Quran (uslub Al-Quran) dan harus memiliki ilmu-ilmu yang dibutuhkan secara pasti yang dikuasai oleh seseorang tatkala hendak mentafsirkan Al-Quran, seperti; ilmu nahwu, sharaf, balaghah, ushul fiqh, asbabu al-nuzul dan ilmu-ilmu lain yang menunjang pentafsiran Al-Quran.

Bi al-ra’yi dalam metode tafsir ini maksudnya adalah suatu ijtihad yang dibangun di atas dasar-dasar yang benar dan kaidah-kaidah yang lurus yang harus dipergunakan oleh setiap orang yang hendak mentafsirkan Al-Quran ataupun menggali makna-maknanya. Dapat disimpulkan bahwa, tafsir bi al-ra’yi merupakan metode tafsir yang dapat diterima oleh umat islam karena pada hakikatnya metode tafsir ini berlandaskan pada sesuatu yang ilmiyah dan dapat dipertanggung jawabkan, bukan sekedar gagasan yang terlintas dalam pemikiran seseorang apalagi hanya semaunya saja.

Imam al-Qurthubi berkata “barangsiapa yang berkata tentang Al-Quran hanya dengan dugaan atau gagasan yang terlintas dalam fikirannya, tanpa ada dasar-dasarnya, maka dia telah salah dan tercela, dan dia termasuk dalam kategori hadits Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya: barangsiapa dengan sengaja berbohong atas namaku, maka ambilah tempat duduknya di neraka.”.

Ibnu Athiyah berkata: “makna hadits tersebut adalah manakala seseorang bertanya tentang makna kitab Allah ‘Azza wa Jalla, lantas yang ditanya menjawab dengan pendapatnya sendiri tanpa berpegang pada apa yang dikatakan para ulama, atau dia hanya berpegang pada kaidah-kaidah ilmu nahwu atau ushul semata, maka dia tidak digolongkan kedalam hadits tersebut.

Penulis : Ustadz Wildan Risalat (Bidang Kesantrian Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger