Khutbah Jumat

Peristiwa-peristiwa Agung di Bulan Muharram

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ Lَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنَسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Pertama-tama, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah ﷻ yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita. Selanjutnya, marilah kita meningkatkan kualitas ketakwaan dengan menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Saat ini kita berada di bulan Muharram, sebuah bulan yang penuh dengan kemuliaan dan kehormatan. Perlu kita ketahui bahwa sejarah Islam mencatat berbagai peristiwa agung yang terjadi pada bulan yang mulia ini. Oleh karena itu, kita harus merenungkan kembali kisah-kisah penuh hikmah tersebut agar iman kita semakin kokoh. Mengetahui sejarah masa lalu akan membantu kita memahami besarnya pertolongan Allah ﷻ kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

Penyelamatan Nabi Musa dan Kemenangan Tauhid

Salah satu peristiwa paling agung di bulan Muharram adalah diselamatkannya Nabi Musa عليه السلام beserta Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Allah ﷻ membelah Laut Merah sebagai mukjizat nyata untuk menghancurkan kedzaliman penguasa yang sombong. Peristiwa bersejarah ini terjadi tepat pada tanggal sepuluh Muharram atau yang kita kenal sebagai hari Asyura. Oleh sebab itu, kemenangan ini menjadi simbol tegaknya kalimat tauhid di atas muka bumi.

Rasulullah ﷺ mendapati kaum Yahudi di Madinah melaksanakan puasa pada hari tersebut sebagai bentuk rasa syukur mereka. Ibnu Abbas رضي الله عنهما meriwayatkan kisah ini dalam sebuah hadits shahih:

قَدِمَ النَّبِيُّ ﷺ المَدِينَةَ فَرَأَى اليَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: مَا هَذَا؟ قَالُوا: هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ، فَصَامَهُ مُوسَى، قَالَ: فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Nabi ﷺ tiba di Madinah lalu beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya: “Ada apa ini?” Mereka menjawab: “Hari ini adalah hari yang baik, hari ketika Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, lalu Musa berpuasa pada hari itu.” Maka Nabi ﷺ bersabda: “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” Lalu beliau berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu (HR. Bukhari).

Maka dari itu, marilah kita teladani kesyukuran ini dengan menghidupkan sunnah puasa Asyura di bulan mulia ini. Kita tentu mengharapkan ampunan dosa setahun yang lalu melalui ibadah yang ringan namun bernilai besar ini.

Momentum Penetapan Kalender Hijriah

Selanjutnya, peristiwa agung lainnya yang terkait erat dengan bulan Muharram adalah penentuan awal penanggalan umat Islam. Para sahabat di masa kekhalifahan Umar bin Khattab رضي الله عنه sepakat menjadikan momentum hijrah sebagai acuan kalender Islam. Meskipun peristiwa hijrah tidak terjadi di bulan Muharram, namun bulan ini dipilih sebagai awal tahun karena merupakan waktu kembalinya jamaah haji. Oleh karena itu, Muharram menandai babak baru bagi umat Islam untuk menyusun strategi dakwah yang lebih luas.

Allah ﷻ memberikan isyarat tentang kemuliaan bulan-bulan haram, termasuk Muharram, di dalam kitab-Nya yang agung:

فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ

Maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu (QS. At-Taubah: 36).

Oleh sebab itu, mari kita jadikan awal tahun baru Hijriah ini sebagai momentum untuk melakukan muhasabah total. Pembelajaran dari sejarah penetapan kalender ini mengajarkan kita tentang pentingnya persatuan dan keteraturan dalam mengelola umat.

Keutamaan Amal Berlipat Ganda di Bulan Haram

Kemudian, kita harus menyadari bahwa Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang Allah ﷻ sucikan. Segala amal shalih yang kita lakukan di bulan ini akan mendapatkan balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah ﷻ. Oleh karena itu, kita sebaiknya menjauhi segala bentuk maksiat dan permusuhan yang bisa merusak kesucian bulan ini. Rasulullah ﷺ memberikan rekomendasi bahwa puasa terbaik setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah ini.

Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ mengenai keutamaan ibadah di bulan ini:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram (HR. Muslim).

Oleh karena itu, marilah kita hiasi hari-hari di bulan Muharram ini dengan memperbanyak sedekah, tilawah, dan shalat malam. Semoga Allah ﷻ senantiasa memberikan kita kekuatan untuk meneladani perjuangan para nabi terdahulu. Akhirnya, mari kita tutup khutbah pertama ini dengan memohon hidayah agar kita selalu istiqamah di atas jalan yang lurus.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah ﷻ,

Sebagai kesimpulan, mari kita petik pelajaran berharga dari peristiwa-peristiwa agung yang terjadi di bulan Muharram ini. Pertolongan Allah ﷻ pasti akan datang kepada orang-orang yang teguh mempertahankan keimanannya dari kedzaliman. Selanjutnya, marilah kita tingkatkan kualitas ibadah kita sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat umur yang masih ada. Oleh karena itu, jangan sampai bulan yang mulia ini berlalu begitu saja tanpa meninggalkan perubahan positif pada diri kita.

Akhirnya, marilah kita menundukkan kepala sejenak untuk memohon kepada Allah yang Maha Perkasa agar memberikan kejayaan bagi umat Islam.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger