Cintailah Saudaramu!

Bagikan artikel ini :

عَنْ أَنـَــــسٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ -رواه البخاري

” Dari Anas berkata : Telah berkata Rosululloh SAW : Tidak sempurna iman seseorang dari kamu sampai ia mencintai saudaranya, sebagaimana ia mencintai Dirinya sendiri.”(HR. Bukhari)

Cinta dan Iman adalah dua hal yang saling berkaitan dalam ajaran islam. Persaudaraan seorang yang beriman tidak diukur dengan nasab atau hubungan darah melainkan dengan rasa cinta. Orang beriman tidak dikatakan beriman jika tidak ada rasa cinta terhadap saudaranya yang seiman, tidak peduli dengan nasib mereka atau pun tidak memberikan bantuan terhadap saudaranya yang membutuhkan bantuan.

Hadits diatas menjelaskan betapa pentingnya melihat keadaan saudara kita dari pada mementingkan keadaan kita sendiri, manakala diantara orang beriman saling mencintai maka akan terbentuklah suatu ikatan yang kokoh, saling memahami, saling membantu satu sama lainnya. Seperti kisah antara Kaum Muahjirin dan Anshor, betapa indahnya sifat mereka ketika Kaum muhajirin dari Makkah datang tanpa membawa harta sedikitpun dan membutuhkan bantuan yang amat sangat diperlukan, datanglah bantuan dari Kaum Anshor tanpa syarat apapun, bahkan dikatakan bahwa, mereka Kaum Anshor takan merasa tenang jika semua kebutuhan mereka masih belum terpenuhi, Subhanalloh.
Cintailah saudaramu yang beriman melebihi cintamu pada diri sendiri.

“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang terjaga dari sifat kekikirannya, mereka Itulah orang orang yang beruntung.” (QS.Al-Hasr: 9)

Penulis : Ustadz A. Muslim Nurdin, S.Pd (Mudir Pesantren MAQI)

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Advertisment ad adsense adlogger