Etika Buang Air Seorang Muslim (1)
Buang air besar atau buang air kecil merupakan kebutuhan manusia dan itu adalah anugrah dari Allah yang besar. Allah telah memisahkan antara zat yang bermanfaat bagi tubuh dan yang tidak bermanfaat. Glukosa (zat gula) ditahan dan diedarkan lagi melalui darah untuk kebutuhan tubuh, sementara air kencing dibuang dan dikeluarkan lewat ginjal. Untuk itu sangat wajar kalau manusia bersyukur kepada Allah dengan menta’ati segala aturan-Nya. Maka dari itu agama telah mengatur etika buang air besar dan kecil, diantaranya:
- Mencari tempat yang jauh ketika hendak BAB
ุนููู ุงููู ูุบูููุฑูุฉู ุจููู ุดูุนูุจูุฉู ุฃูููู ุงููููุจูููู ๏ทบ ููุงูู ุฅูุฐูุง ุฐูููุจู ุงููู ูุฐูููุจู ุฃูุจูุนูุฏู (ุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ)
Dari Mughiroh bin Syu’bah r.a, sesunguhnya Nabi SAW apabila beliau pergi ke tempat buang air beliau mencari tempat yang jauh (HR. Abu Daud)
ุนููู ุฌูุงุจูุฑู ุจููู ุนูุจูุฏู ุงููููู ุฃูููู ุงููููุจูููู ๏ทบ ููุงูู ุฅูุฐูุง ุฃูุฑูุงุฏู ุงููุจูุฑูุฒู ุฅูููุทููููู ุญูุชููู ููุง ููุฑูุงูู ุฃูุญูุฏู (ุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ)
Dari Jabir bin ‘Abdillah r.a, sesungguhnya Nabi SAW apabila hendak buang air, beliau pergi sehingga tidak seorangpun yang melihatnya (HR. Abu Daud)
Keterangan:
Maksud hadist ini ialah kita dianjurkan untuk memilih tempat yang jauh yang sekiranya tidak menggangu orang lain dengan bau busuknya, hal ini jika belum ada tempat yang khusus, seperti diย WC rumah ataupun WC umum layaknya saat ini.
- Do’a masuk kamar mandi
ูู ุนููู ุฃูููุณู ุฑูุถููู ุงููููู ุนููููู ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณููููู ุงููููู ๏ทบ ุฅูุฐูุง ุฏูุฎููู ุงููุฎูููุงุกู ููุงูู: ุฃูููููููู ูู ุฅููููู ุฃูุนูููุฐูุจููู ู ููู ุงููุฎูุจูุซู ูู ุงููุฎูุจูุงุฆูุซู (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู)
Dari Anas r.a, berkata: Keadaaan rasulullah SAW apabila masuk ke tempat buang air berdo’a: ALLHUMMA INNI ‘AUDZUBIKA.., (Ya Allah sesunggunya aku belindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan). (HR. Bukhari)
Keterangan:
Ada juga yang mengartikan ุงููุฎูุจูุซู ย dan ย ุงููุฎูุจูุงุฆูุซู itu dengan kejahatan dan kemaksiatan.
- Do’a keluar kamar mandi
ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฑูุถููู ุงููููู ุนูููููุง ููุงููุชู: ุฃูููู ุงููููุจูููู ๏ทบ ููุงูู ุฅูุฐูุง ุฎูุฑูุฌู ู ููู ุงููุบูุงุฆูุทู ููุงูู: ุบูููุฑูุงูููู (ุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ)
Dari ‘Aisyah r.a, berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW apabila keluar dari tempat buang air, beliau berdo’a: GHUFRONAKA, (Aku memohon ampunan-Mu)”. (HR. Abu Daud)
- Tidak menghadap atau membelakangi qiblat
ุนููู ุฃูุจูู ุฃููููููุจู ุฃูููู ุงููููุจูููู ๏ทบ ููุงูู: ุฅูุฐูุง ุฃูุชูููุชูู ู ุงููุบูุงุฆูุทู ููููุง ุชูุณูุชูููุจูููููุง ุงููููุจูููุฉู ูู ููุง ุชูุณูุชูุฏูุจูุฑูููููุง ุจูุจููููู ูู ููุง ุบูุงุฆูุทู ูู ูููููู ุดูุฑููููููุง ุฃููู ุบูุฑููุจูููุง (ุฑูุงู ู ุณูู )
Dari Abi Ayyub r.a, sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Apabila kalian mendatangi tempat buang air janganlah menghadap qiblat dan jangan pula membelakanginya ketika buang air kecil dan buang air besar akan tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat”. (HR. Muslim)
Keterangan:
Para Ulama sepakat tentang haramnya menghadap atau membelakanginya qiblat ketika sedang buang hajat di tempat terbuka. Sementara dalam ruangan tertutup, mereka berbeda pendapat. Sebagian membolehkan dan sebagian lagi menyatakan haram. Dalam hal ini tentu saja yangย lebih baik tidak menghadap qiblat sekalipun di tempat tertutup, demi kehati-hatian dan menghindari perselisihan.
- Tidak menggunakan tangan kanan ketika bersuci dari hadats
ุนููู ุฃูุจูู ููุชูุงุฏูุฉู ุฑูุถููู ุงููููู ุนููููู ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณููููู ุงููููู ๏ทบ: ููุง ููู ูุณููููู ุฃูุญูุฏูููู ู ุฐูููุฑููู ุจูููู ููููููู ูู ูููู ููุจููููู ูู ููุง ููุชูู ูุณููุญู ู ููู ุงููุฎูููุงุกู ุจูููู ููููููู ูู ููุง ููุชููููููุณู ููู ุงููุฅูููุงุกู (ุฑูุงู ู ุณูู )
Dari Abi Qatadah r.a, berkata: “Janganlah seorang dari kamu menyentuh kemaluan dengan tangan kanan Ketika kencing, dan janganlah bercebok dengan tangan kanannya, dan janganlah bernafas di dalam bejana (Ketika minum)”. (HR. Muslim)
- Hindari tempat yang mengakibatkan mendapat laknat
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑูุถููู ุงููููู ุนููููู ุฃูููู ุฑูุณููููู ุงููููู ๏ทบ ููุงูู: ุงูุชูููููุง ุงููููุนููุงูููููู . ููุงูููุง ููู ูุง ุงููููุนููุงููุงูู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ููุงูู ุงูููุฐูู ููุชูุฎููููู ููู ุทูุฑูููู ุงููููุงุณู ุฃููู ููู ุธููููููู ู (ุฑูุงู ู ุณูู )
Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: โWaspadalah dengan dua orang yang terkena laknat.โ Mereka berkata, โSiapakah yang kena laknat tersebut?โ Beliau menjawab, โOrang yang buang hajat di tempat orang lalu lalang atau di tempat mereka bernaung mereka.โ (HR. Muslim).
- Tidak membersihkan bekas air kencing menyebabkan siksa kubur
ููุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑูุถููู ุงููููู ุนููููู ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณูููู ุงููููููู ๏ทบ ุงูุณูุชูููุฒููููุง ู ููู ุงูููุจููููู, ููุฅูููู ุนูุงู ููุฉู ุนูุฐูุงุจู ุงูููููุจูุฑู ู ููููู (ุฑูููุงูู ุงููุฏููุงุฑูููุทููููู)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu โanhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, โBersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing tersebut.โ (HR. Daruquthni)
ุนููู ุงุจููู ุนูุจููุงุณู ููุงูู: ู ูุฑูู ุงููููุจููููย ๏ทบ ุจูููุจูุฑููููู ููููุงูู: ุฅููููููู ูุง ููููุนูุฐููุจูุงูู ููู ูุง ููุนูุฐููุจูุงูู ููู ููุจููุฑู ุฃูู ููุง ุฃูุญูุฏูููู ูุง ููููุงูู ููุง ููุณูุชูุชูุฑู ู ููู ุงููุจููููู ููุฃูู ููุง ุงููุขุฎูุฑู ููููุงูู ููู ูุดูู ุจูุงููููู ููู ูุฉู ุซูู ูู ุฃูุฎูุฐู ุฌูุฑููุฏูุฉู ุฑูุทูุจูุฉู ููุดููููููุง ููุตููููููู ููุบูุฑูุฒู ููู ููููู ููุจูุฑู ููุงุญูุฏูุฉู ููุงูููุง ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ููู ู ููุนูููุชู ููุฐูุง ููุงูู ููุนูููููู ููุฎูููููู ุนูููููู ูุง ู ูุง ููู ู ููููุจูุณูุง (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู)
Dari Ibnu ‘Abbas r.a, berkata: Nabi SAW melewati dua kuburan, lalu Beliau bersabda: โSesungguhnya keduanya ini disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa dalam perkara yang berat (untuk ditinggalkan). Yang pertama, dia dahulu tidak menutupi dari buang air kecil. Adapun yang lain, dia dahulu berjalan melakukan namimah (adu domba)โ. Kemudian Rasul mengambil sebuah pelepah kurma yang basah, lalu membaginya menjadi dua, kemudian Beliau menancapkan satu pelepah pada setiap kubur itu. Para sahabat bertanya: โWahai Rasรปlullรขh, kenapa anda melakukannyaโ. Beliau menjawab: โSemoga Allรขh meringankan siksa keduanya selama (pelepah kurma ini) belum keringโ. (HR. Bukhari)
Nah inilah beberapa etika buang air dalam Islam. Tentu masih banyak adab-adab lainnya. Maka dari itu nantikan artikel part 2 nya dengan judul yang sama.
Penulis : Ustadz Fairuuz Faatin (Bidang Perkantoran & Bendahara Pesantren MAQI

