Etika Minum Seorang Muslim (2)

Bagikan artikel ini :

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada part 1 bahwa minum merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Allah telah menyediakan begitu banyak bahan minuman. Dalam salah satu ayat al-Qur’an Allah telah menggugah kita dalam bentuk pertanyaan, yaitu: “Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, Maka Mengapakah kamu tidak bersyukur?” (QS: Al-Waqi’ah ayat 68-70).

Maka sudah selayaknya kita sebagai umat muslim mengikuti adab-adab minum yang telah Rasullah SAW ajarkan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT sang pencipta alam semesta.

Dan inilah etika-etika minum dalam Islam;

  1. Tidak bernafas dalam bejana ketika minum

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَتَنَفَّسْ فِي الْإِنَاءِ وَإِذَا بَالَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَمْسَحْ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ وَإِذَا تَمَسَّحَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَتَمَسَّحْ بِيَمِينِهِ (رواه البخاري)

Dari Abdullah bin Abu Qatadah dari Ayahnya dia berkata; Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian minum, maka janganlah bernafas di tempat air minum tersebut, dan apabila salah seorang dari kalian kencing maka janganlah menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan, namun apabila salah seorang dari kalian harus menyentuhnya, hendaknya tidak menyentuh dengan tangan kanannya.” (HR. Bukhari)

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللّهِ ﷺ كَانَ يَتَنَفَّسُ فِي الْإِنَاءِ ثَلاَثًا  (رواه مسلم)

Dari Anas r.a, “sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bernafas dalam bejana tiga kali.” (HR. Muslim) “

Keterangan:

Maksudnya Nabi tidak minum dengan sekali tegukan langsung habis, tapi beliau menjadikannya sampai tiga kali bernafas (diluar bejana).

  1. Dalam menyajikan minuman, dahulukan orang yang ada disebelah kanan

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللّهِ ﷺ أَتَي بِلَبَنٍ قَدْ شِيْبَ بِمَاءٍ وَ عَنْ يَمِيْنِهِ أَعْرَابِيٌّ وَ عَنْ يَسَارِهِ أَبُوْا بَكْرٍ فَشَرِبَ ثُمَّ أَعْطَى الْأَعْرَابِيَّ وَ قَالَ: اَلْأَيْمَنَ فَالْأَيْمَنَ (رواه مسلم)

Dari Anas bin Malik r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW diberi susu yang telah dicampur air. Disebalah kanannya seorang arab gunung dan disebelah kirinya Abu Bakar. Maka beliau minum kemudian memberikan (sisa minum) kepada orang arab gunug sambil berkata: “sebelah kanan dulu, kemudian kesebelah kanan”. (H.R Muslim)

  1. Minumlahlah dengan tangan kanan

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُوْلَ اللّهِ ﷺ قَالَ: إِذَا أَكَلَ أحدُكُم فَلْيَأْكُلْ بِيَمِيْنِهِ . وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِيْنِهِ . فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ (رواه مسلم)

Dari Ibnu ‘Umar r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim)

  1. Tidak meniup makanan atau minuman

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَ نَهَى أَنْ يَتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ أَوْ يَنْفُخُ فِيْهِ (رواه أبو  داود)

Dari Ibnu Abbas ra, “sesungguhnya Nabi Muhammad SAW melarang bernafas dan meniup (makanan atau minuman) pada bejana,” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

    1. Tidak makan dan minum secara berlebihan

      يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَٱشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓاۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.” (QS: Al-A’raf: 31)

  1. Do’a setelah minum

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ اَلْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللّهِكَانَ إِذَا فَرَغَ مِنْ طَعَامِهِ قَالَ: اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ (رواه أبو داود)

Dari Abi Sa’id al-Khudri r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Apabila telah selesai makan, ia berdo’a; AL-HAMDU LILLAHI AL-LADZI….. (Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk golongan orang yang berserah diri).” (HR. Abu Daud)

Inilah diantara etika-etika minum yang diajarkan Rasulullah SAW.Mudah-mudahan setelah membaca artikel ini kita bisa mengamalkannya sebagai bentuk rasa cinta kita kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

 Penulis : Ustadz Fairuuz Faatin (Bidang Perkantoran & Bendahara Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger