Huruf-huruf Yang Diserupakan Dengan Laisa

Bagikan artikel ini :

الحروف المشبهة بليس

Huruf-huruf yang diserupakan dengan laisa ada empat, yaitu Maa ( ﻣﺎ ), laa ( ﻻ ), in ( ﺍﻥ ), dan laata ( ﻻﺕ ).

▪Fungsi lafaz Maa ( ﻣﺎ )

Menurut orang-orang hijaz, lafaz maa beramal seperti amal laisa, dengan syarat sebagai berikut :

  1. Hendaklah ( sesudah maa ) tidak disertai in ( tambahan )

  2. Hendaklah khabar maa tidak di sertai dengan illa

  3. Hendaklah khabar maa tidak mendahului isim-nya

  4. Hendaklah ma’mul khabarnya tidak mendahului isim –nya kecuali bila ma’mulnya dalam keadaan berbentuk zharaf atau jar-majrur

Yang memenuhi persyaratan tersebut, misalnya :

ﻣَﺎ ﺯَﻳْﺪ ٌﺫَﺍﻫِﺒًﺎ = Tiadalah zaid pergi

ﻣَﺎ ﻫﺬﺍ ﺑَﺸَﺮًﺍ = bukanlah orang biasa

ﻣَﺎ ﻫُﻦَّ ﺍُﻣَّﺘِﻬٍﻢْ = bukanlah istri mereka itu ibu mereka

▪Lafaz maa yang tidak beramal

Apabila ( sesudah lafaz maa ) disertai huruf in ( tambahan ), maka amalnya batal, seperti dalam contoh : ﻣَﺎ ﺍِﻥْ ﻗَﺎﺋِﻢٌ ﺯَﻳْﺪٌ = tiadalah Zaid berdiri

Demikian pula khabarnya bila disertai lafaz illa, seperti dalam contoh :

ﻭَﻣَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺍِﻻَّﺭَﺳُﻮْﻝٌ = muhammad itu tidak lain hanyalah seeorang rasul. ( QS. Imran : 144 )

Juga bila khabar mendahului isim, seperti contoh :

ﻣَﺎ ﻗَﺎﺋِﻢٌ ﺯَﻳْﺪٌ = zaid bukanlah orang berdiri .

Atau ma’mul khabar mendahului isim yang bukan dalam keadaan berbentuk zharaf atau jar-majrur, seperti dalam contoh :

ﻣَﺎﻃَﻌﺎَ ﻣَﻚَ ﺯَﻳْﺪٌ ﺍَﻛِﻞٌ = zaid tiada memakan makananmu

Apabila ma’mul khabar brupa zharaf, ma masih tetap dapat beramal sepeerti contoh :

ﻣﺎ ﻋِﻨْﺪَﻙ َﺯَﻳْﺪٌ ﺟﺎﻟﺴﺎ = tiadalah zaid duduk di sisimu.

Tetapi Bani Tamim berpendapat bahwa maa tidak dapat beramal sekalipun memanuhi syarat yang telah di sebut tadi .

▪Amal ( fungsi ) lafaz laa ( ﻻ )

Menurut orang-orang hijaz, lafaz laa juga dapat beramal seperti amal laisa, (sedangkan menurut orang –orang Tamim tidak beramal ). Laa dapat beramal dengan syarat yang telah dikemukan di atas pada lafaz maa dan di tambah dengan syarat lain, yaitu hendaklah isim dan khabarnya kedua-duanya berbentuk nakirah. Contoh :

ﻻَ ﺭَﺟُﻞٌ ﺍَﻓْﻀَﻞَ ﻣِﻨْﻚَ = Tiada laki-laki yang lebih utama daripada kamu

▪Amal in ( ﺍﻥ ) nafiyah

Lafaz ini menurut dialek orang-orang ‘Aliyah dapat beramal seperti amal laisa dengan syarat yang telah di sebut pada lafaz maa, sama saja apakah isim berbentuk ma’rifah atau berbentuk nakirah. Contohnya :

ﺍِﻥْ ﺯَﻳْﺪٌ ﻗَﺎ ﺋِﻤًﺎ = Tiadalah zaid berdiri.

Dan terdengar dari perkataan mereka seperti berikut :”

ﺍِﻥْ ﺍَﺣَﺪٌ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻦْ ﺍَﺣَﺪٍ ﺍﻟِﺎَّ ﺑﺎِﻟﻌَﺎ ﻓِﻴَﺔِ

“tiadalah seseorang lebih daripada seseorang lainnya, kecuali kesehatannya”.

▪Amal lafaz laata ( ﻻﺕ )

Laata dapat beramal seperti amal laisa dengan syarat, hendaklah isim dan khabarnya dengan lafaz hiinin. Isim dan khabarnya dibuang ( tidak disebut ) dan kebanyakan membuang isim, seperti dalam contoh :

ﻓﻨﺎﺩﻭﺍ ﻭَﻻﺕَ ﺣﻴﻦ ﻣَﻨَﺎﺹٍ

“ mereka meminta tolong, padahal – waktu itu – bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.”( Shaad : 3 )

Bentuk lengkapnya ialah seperti berikut :

ﻓَﻨﺎ ﺩَﻭْﺍ ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﺍﻟِﺤﻴْﻦُ ﺣِﻴْﻦَ ﻓِﺮَﺍﺭٍ

“Lalu mereka meminta tolong, padahal waktu itu bukanlah saat lari melepaskan diri .”

Akan tetapi, ada pula membaca ayat ini ( secara syadz ) yaitu :

ﻭَﻻَﺕ َﺣﻴْﻦَ ﻣَﻨﺎﺹٍ

“Padahal telah lewat saat untuk lari melepaskan diri.”

Yakni dengan me-rafa-kan lafaz hiina sebagai isim dari laata, sedangkan khabarnya tidak di sebutkan , bentuknya lengkapnya adalah sebagai berikut :

ﻟَﻴْﺲَ ﺣِﻴْﻦَ ﻓِﺮَﺍﺭٍﺣِﻴْﻨًﺎﻟَﻬُﻢْ

“Padahal telah lewat bagi mereka saat untuk lari melepaskan diri.”

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat (Musyrif Aam Pesantren MAQI)

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Advertisment ad adsense adlogger