Persaudaraan dan Tolong Menolong dalam Islam
Persaudaraan sesama muslim merupakan ikatan suci yang melintasi batas suku, bangsa, dan keturunan. Oleh karena itu, Allah ﷻ mewajibkan setiap mukmin untuk saling membantu dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Tanpa adanya semangat gotong royong, kekuatan umat Islam akan melemah dan persatuan di antara kita akan mudah goyah.
Hadits Tentang Pentingnya Menolong Sesama
Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin Umar رضي الله عنهma mengenai keutamaan membantu urusan saudara seiman:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Dari Abdullah bin Umar رضي الله عنهma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh menyerahkannya (kepada musuh). Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya. Dan barangsiapa yang melapangkan satu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan salah satu kesulitannya pada hari kiamat. (HR. Bukhari No. 2442 dan Muslim No. 2580)
Perintah Al-Quran untuk Saling Mendukung
Selanjutnya, Allah ﷻ memberikan batasan yang sangat jelas mengenai hal apa saja yang boleh kita kerjasamakan. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Quran:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. (QS. Al-Ma’idah: 2)
Oleh karena itu, membantu program sosial atau kegiatan dakwah merupakan wujud nyata dari pengamalan ayat ini. Kemudian, setiap muslim wajib menolak ajakan yang mengarah pada kemaksiatan atau perpecahan umat. Jadi, tolong-menolong harus senantiasa berdiri di atas landasan kebaikan demi meraih rida Allah ﷻ.
Bantuan Allah ﷻ Bersama Hamba yang Peduli
Lalu, kita perlu menyadari bahwa kemudahan urusan dunia kita sangat bergantung pada kepedulian kita terhadap orang lain. Di samping itu, sikap mau berbagi akan mengundang rahmat Allah ﷻ secara berkesinambungan ke dalam kehidupan kita. Rasulullah ﷺ memberikan penegasan yang sangat indah dalam sabda beliau:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya. (HR. Muslim No. 2699)
Padahal, banyak orang seringkali merasa egois dan enggan meluangkan waktu untuk membantu tetangga yang kesusahan. Dengan demikian, melawan rasa malas untuk memberikan bantuan adalah bukti kematangan iman seorang mukmin.
Manfaat Nyata Hidup Berjamaah
Pada akhirnya, kebiasaan saling menopang akan melahirkan rasa aman dan damai di lingkungan tempat tinggal kita. Selain itu, meringankan beban hutang atau kesusahan orang lain akan menghapus dosa-dosa kecil kita. Sebaliknya, membiarkan saudara kita kelaparan hanya akan mendatangkan kemurkaan dari Allah ﷻ. Oleh sebab itu, mari kita tingkatkan empati sosial agar persaudaraan islamiyah ini semakin kokoh dan penuh keberkahan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


