Sirah

Wafatnya Nabi ﷺ

Duka Terbesar Umat Manusia dan Abadinya Risalah Islam

Masa-masa kritis akibat sakit yang melanda tubuh Rasulullah ﷺ mencapai puncaknya pada bulan Rabi’ul Awwal tahun kesebelas Hijriyah. Suasana kota Madinah diliputi rasa cemas yang sangat mendalam saat melihat kondisi fisik insan tercinta yang semakin melemah. Akhirnya, pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal, peristiwa paling mengharukan dalam sejarah Islam terjadi dengan berpulangnya Rasulullah ﷺ ke rahmatullah.

Detik-Detik Terakhir di Pangkuan Aisyah رضي الله عنها

Rasulullah ﷺ menghembuskan napas terakhirnya di dalam kamar Aisyah رضي الله عنها, bersandar pada dada istri tercintanya. Menjelang detik-detik berpulang, beliau ﷺ terus mencelupkan tangannya ke dalam bejana air untuk membasahi wajahnya yang mulia. Beliau ﷺ merasakan penderitaan sakaratul maut yang sangat berat seraya lisan mubaraknya tidak berhenti memohon ampunan serta pertolongan dari Allah ﷻ.

Aisyah رضي الله عنها menceritakan kalimat terakhir yang keluar dari lisan Rasulullah ﷺ sebelum wafat:

فَجَعَلَ يَرْفَعُ يَدَهُ وَيَقُولُ: فِي الرَّفِيقِ الْأَعْلَى، حَتَّى قُبِضَ وَمَالَتْ يَدُهُ

Maka beliau mengangkat tangannya seraya mengucapkan: “Bersama Kekasih Yang Maha Tinggi”, hingga beliau diwafatkan dan tangannya terkulai. (HR. Bukhari dan Muslim).

Guncangan Jiwa Para Sahabat dan Keteguhan Abu Bakar رضي الله عنه

Kabar wafatnya Rasulullah ﷺ menjadi pukulan batin yang sangat dahsyat bagi seluruh sahabat di Madinah. Banyak sahabat yang tertegun tidak percaya, bahkan Umar bin Khattab رضي الله عنه sempat bersumpah akan mengancam siapa pun yang menyebut Nabi ﷺ telah meninggal. Namun, Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه tampil dengan sangat tenang dan penuh keteguhan iman untuk menenangkan gejolak emosi umat.

Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه masuk mencium kening Rasulullah ﷺ lalu keluar menemui para sahabat untuk menyampaikan pidato yang sangat bersejarah. Beliau mengingatkan hakikat tauhid bahwa Muhammad ﷺ adalah seorang rasul yang juga akan mengalami kematian sebagaimana manusia lainnya. Pidato tersebut seketika menyadarkan para sahabat dan mengembalikan ketenangan di dalam hati mereka.

Ibnu Abbas رضي الله عنهما menceritakan perkataan Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه yang sangat terkenal itu:

أَلاَ مَنْ كَانَ يَعْبُدُ مُحَمَّدًا ﷺ فَإِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ مَاتَ، وَمَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ فَإِنَّ اللَّهَ حَيٌّ لاَ يَمُوتُ

Ketahuilah, barangsiapa yang menyembah Muhammad ﷺ maka sesungguhnya Muhammad telah wafat, dan barangsiapa menyembah Allah maka sesungguhnya Allah Mahahidup dan tidak akan pernah mati. (HR. Bukhari).

Pemakaman di Kamar Aisyah رضي الله عنها

Rasulullah ﷺ dimakamkan di tempat persis di mana beliau ﷺ diwafatkan, yaitu di dalam kamar Aisyah رضي الله عنها di samping Masjid Nabawi. Keputusan ini berdasarkan petunjuk hadits yang menjelaskan bahwa para nabi selalu dimakamkan di lokasi tempat mereka dicabut nyawanya. Kepergian beliau ﷺ meninggalkan duka mendalam, namun ajaran Al-Qur’an dan Sunnah tetap abadi menuntun hidup kaum Muslimin.

Allah ﷻ menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa kematian Rasulullah ﷺ bukanlah akhir dari ajaran Islam:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? (Ali ‘Imran: 144)

Oleh sebab itu, wafatnya Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk menyandarkan keimanan hanya kepada Allah ﷻ Yang Mahahidup. Meskipun jasad mulia beliau ﷺ telah tiada, warisan syariat yang beliau ﷺ tinggalkan akan terus menyinari dunia hingga akhir zaman. Akhirnya, kewajiban setiap Muslim saat ini adalah menjaga kemurnian sunnah beliau ﷺ dengan penuh ketaatan dan rasa cinta.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger