Al-Quran

Alam Barzakh dalam Al-Qur’an

Dinding Pemisah Menuju Kehidupan Akhirat

Alam barzakh merupakan fase kehidupan perantara yang pasti setiap manusia lalui setelah meninggal dunia. Di samping itu, alam kubur ini menjadi tempat persinggahan sementara sebelum Allah ﷻ membangkitkan seluruh manusia pada hari kiamat kelak. Oleh karena itu, Al-Qur’an memberikan gambaran yang sangat jelas mengenai alam barzakh agar setiap Mukmin senantiasa menyiapkan bekal ketaatan.

Hakikat Dinding Pemisah Alam Barzakh

Secara mendasar, Al-Qur’an menggambarkan barzakh sebagai sebuah dinding pemisah yang menghalangi manusia untuk kembali ke dunia. Selain itu, manusia akan merasakan balasan awal di alam tersebut atas seluruh perbuatan yang mereka lakukan selama hidup. Maka dari itu, penyesalan orang-orang yang zalim di alam barzakh tidak akan lagi memberikan manfaat bagi mereka.

Allah ﷻ berfirman dalam ayat-Nya:

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding pemisah) sampai hari mereka dibangkitkan. (QS. Al-Mu’minun: 99-100)

Gambaran Siksa Kubur dalam Al-Qur’an

Selanjutnya, Al-Qur’an juga memberikan isyarat yang sangat nyata mengenai adanya siksaan di alam barzakh bagi para penentang syariat. Tentu saja, kehidupan di alam kubur bukan sekadar jasad yang hancur, melainkan ada pembalasan nyata yang Allah ﷻ tampakkan kepada ruh-ruh mereka. Di samping itu, gambaran siksa terhadap kaum Fir’aun menjadi bukti otentik tentang kebenaran azab kubur sebelum kiamat tiba.

Allah ﷻ menegaskan hal tersebut melalui firman-Nya:

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat (dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (QS. Ghafir: 46)

Berlindung dari Fitnah dan Azab Kubur

Bukan hanya dalam Al-Qur’an, namun Rasulullah ﷺ juga senantiasa mengajarkan umatnya untuk memohon perlindungan dari siksa alam barzakh. Beliau ﷺ memberikan penekanan bahwa ujian di dalam kubur sangatlah berat bagi siapa saja yang terbuai oleh kelalaian duniawi. Oleh sebab itu, membaca doa perlindungan dari azab kubur di akhir shalat menjadi amalan yang sangat Rasulullah ﷺ anjurkan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Apabila salah seorang di antara kalian telah bertasyahud, maka hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat hal, ia mengucapkan: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab jahanam dan dari azab kubur. (HR. Muslim).

Amal Shaleh sebagai Penerang di Alam Kubur

Supaya alam barzakh menjadi taman surga bagi kita, maka kita harus memperbanyak investasi ibadah yang pahalanya terus mengalir. Memang benar bahwa harta dan keluarga akan kembali setelah pemakaman, akan tetapi hanya amal kebajikan yang setia menemani hamba di dalam kubur. Tentu saja, ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, dan doa anak shaleh akan menjadi penerang utama di alam perantara tersebut.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الإINSَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak shaleh yang mendoakannya. (HR. Muslim).

Kesimpulan

Pada akhirnya, memahami hakikat alam barzakh dalam Al-Qur’an adalah sarana ampuh untuk meningkatkan kedekatan diri kepada Sang Penguasa Alam. Melalui kesadaran akan adanya kehidupan perantara ini, manusia dapat membentengi diri dari maksiat serta fokus mengumpulkan bekal akhirat. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memohon taufik agar Allah ﷻ menganugerahkan kelapangan dan kedamaian di alam barzakh kelak.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger