Tiupan Sangkakala dan Kebangkitan
Awal Kehidupan Abadi di Mahsyar
Peristiwa tiupan sangkakala dan kebangkitan seluruh manusia dari alam kubur merupakan kenyataan gaib yang wajib setiap Muslim imani. Di samping itu, peristiwa dahsyat ini menjadi penanda dimulainya fase kehidupan baru yang tidak akan pernah berakhir di akhirat kelak. Oleh karena itu, Al-Qur’an dan As-Sunnah menerangkan momen ini secara rinci agar manusia senantiasa membekali diri dengan ketakwaan sejati.
Peristiwa Tiupan Sangkakala dalam Al-Qur’an
Secara mendasar, Malaikat Israfil akan memunculkan kehancuran total di bumi dan langit melalui tiupan sangkakala yang pertama. Selain itu, tiupan kedua akan membangunkan seluruh jasad manusia dari kuburnya untuk menghadap Sang Maha Pencipta. Maka dari itu, tidak ada satu pun jiwa yang mampu menghindar dari panggilan dahsyat yang memenuhi seluruh penjuru alam semesta ini.
Allah ﷻ berfirman dalam ayat-Nya:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan siapa yang di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusan masing-masing). (QS. Az-Zumar: 68)
Proses Kebangkitan Manusia dari Alam Kubur
Selanjutnya, Al-Qur’an menggambarkan situasi manusia saat mereka keluar dari kuburnya dalam keadaan penuh kekagetan dan kebingungan. Tentu saja, orang-orang yang selama hidupnya mendustakan hari pembalasan akan menyadari kebenaran janji Allah ﷻ secara langsung. Di samping itu, mereka akan berjalan tergesa-gesa menuju tempat perkumpulan utama di Padang Mahsyar.
Allah ﷻ mengabadikan momentum tersebut melalui firman-Nya:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ
Dan ditiuplah sangkakala, maka seketika itu memancarlah mereka dari kuburnya (merayap) menuju kepada Rabb mereka. Mereka berkata, “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah Rasul-rasul(Nya). (QS. Yasin: 51-52)
Kondisi Manusia Saat Kebangkitan Tiba
Bukan hanya dalam Al-Qur’an, namun Rasulullah ﷺ juga menjelaskan kondisi fisik manusia saat terangkat kembali dari alam tanah. Beliau ﷺ memberikan gambaran bahwa Allah ﷻ akan mengumpulkan seluruh manusia dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan, dan belum berkhitan. Oleh sebab itu, suasana mencekam saat itu membuat setiap individu hanya memikirkan nasib dirinya sendiri tanpa memedulikan orang lain.
Diriwayatkan dari Aisyah رضي الله عنها, beliau mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا
Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan, dan belum berkhitan. (HR. Bukhari dan Muslim).
Kepastian Allah Mengumpulkan Kembali Jasad yang Hancur
Supaya kita memiliki keteguhan iman yang kokoh, maka kita harus meyakini kuasa mutlak Allah ﷻ dalam menyatukan kembali tulang belulang yang telah hancur. Memang benar bahwa akal manusia terbatas untuk membayangkan proses tersebut, akan tetapi Pencipta pertama tentu sangat mudah mengembalikan ciptaan-Nya seperti semula. Tentu saja, seorang Mukmin akan memperbanyak kebaikan agar ia bangkit dalam keadaan mulia dan bercahaya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda tentang bagian tubuh yang menjadi sumber kebangkitan manusia:
كُلُّ ابْنِ آدَمَ يَأْكُلُهُ التُّرَابُ إِلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ يُرَكَّبُ
Setiap bagian tubuh anak Adam akan dihancurkan oleh tanah kecuali tulang ekor. Dari tulang itulah ia diciptakan dan darinya pula ia disusun kembali. (HR. Muslim).
Kesimpulan
Pada akhirnya, merenungkan peristiwa tiupan sangkakala dan kebangkitan merupakan sarana ampuh untuk menumbuhkan rasa takut serta kesadaran ibadah. Melalui pemahaman yang benar, manusia dapat mengarahkan setiap detik kehidupannya untuk mengejar keridaan Sang Maha Kuasa. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memohon taufik agar Allah ﷻ mempermudah urusan kita saat hari kebangkitan tiba.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

