Ulumul Quran

Naskh dan Mansukh Bagian 2

Penjelasan Ayat-ayat yang Dianggap Mansukh

Pada bagian pertama, kita telah mempelajari definisi, hikmah, dan pembagian naskh. Sekarang kita masuk ke contohnya. Namun, tidak semua ayat yang disebut mansukh benar-benar mansukh. Karena itu, artikel ini memisahkan contoh yang kuat dari klaim yang perlu diteliti.

Cara Menetapkan Naskh

Para ulama tidak menetapkan naskh berdasarkan dugaan. Mereka mensyaratkan beberapa hal berikut:

  • Dua dalil benar-benar bertentangan dan tidak mungkin dikompromikan.
  • Urutan turunnya dalil jelas, sehingga kita tahu mana yang lebih akhir.
  • Naskh hanya berlaku pada hukum, bukan pada kabar dan akidah.

Oleh sebab itu, jumlah ayat mansukh sebenarnya sedikit. Sebagai contoh, As-Suyuthi hanya menetapkan sekitar dua puluh ayat, dan sebagian ulama menyebut jumlah yang lebih sedikit lagi.

Contoh Ayat Mansukh dengan Dalil yang Kuat

Arah kiblat

Awalnya, kaum muslimin shalat menghadap Baitul Maqdis. Kemudian Allah ﷻ memerintahkan mereka menghadap Ka’bah.

فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Di mana saja kamu berada, palingkanlah wajahmu ke arahnya. (Al-Baqarah: 144)

Al-Bara’ bin Azib رضي الله عنهما menceritakan peristiwa ini.

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رضي الله عنهما قَالَ: صَلَّيْنَا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا أَوْ سَبْعَةَ عَشَرَ شَهْرًا، ثُمَّ صَرَفَهُ اللَّهُ نَحْوَ الْقِبْلَةِ

Dari Al-Bara’ bin Azib رضي الله عنهما, ia berkata: Kami shalat bersama Nabi ﷺ menghadap Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan. Kemudian Allah memalingkan beliau ke arah kiblat. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Fidyah bagi yang mampu berpuasa

Pada awal syariat puasa, orang yang mampu berpuasa boleh memilih antara berpuasa dan membayar fidyah.

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

Bagi orang yang mampu menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. (Al-Baqarah: 184)

Selanjutnya, Salamah bin Al-Akwa’ رضي الله عنه menjelaskan hukum ini terhapus.

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ رضي الله عنه قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ {وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ} كَانَ مَنْ أَرَادَ أَنْ يُفْطِرَ وَيَفْتَدِيَ فَعَلَ، حَتَّى نَزَلَتِ الْآيَةُ الَّتِي بَعْدَهَا فَنَسَخَتْهَا

Dari Salamah bin Al-Akwa’ رضي الله عنه, ia berkata: Ketika turun ayat {Bagi orang yang mampu menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin}, orang yang ingin berbuka boleh membayar fidyah. Hal itu berlaku sampai turun ayat sesudahnya yang menghapusnya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ayat penghapusnya adalah firman Allah ﷻ berikut.

فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Siapa di antara kamu yang menyaksikan bulan itu, hendaklah ia berpuasa. (Al-Baqarah: 185)

Meski demikian, orang tua renta yang tidak sanggup berpuasa tetap membayar fidyah, sebagaimana penjelasan Ibnu Abbas رضي الله عنهما.

Wasiat untuk kedua orang tua dan kerabat

Pada awalnya, Allah ﷻ mewajibkan wasiat bagi orang tua dan kerabat.

كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِن تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ

Diwajibkan atas kamu, apabila kematian hendak menjemput salah seorang di antara kamu, jika ia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan kerabat dengan cara yang baik, sebagai kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Baqarah: 180)

Setelah itu, ayat-ayat warisan turun dan menetapkan bagian setiap ahli waris. Rasulullah ﷺ pun menegaskannya.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ فِي خُطْبَتِهِ عَامَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ: إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ، فَلَا وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ

Dari Abu Umamah رضي الله عنه, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda dalam khutbah haji wada’: Sesungguhnya Allah telah memberikan kepada setiap yang berhak akan haknya, maka tidak ada wasiat untuk ahli waris. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Dengan demikian, wasiat untuk ahli waris tidak berlaku lagi. Adapun wasiat untuk kerabat yang bukan ahli waris tetap boleh, dengan batas maksimal sepertiga harta.

Ayat yang Sering Dianggap Mansukh, Padahal Tidak

Perintah memaafkan dan berlapang dada

Sebagian orang menganggap ayat pemaafan terhapus oleh ayat perang.

فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Maafkanlah dan berlapang dadalah, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (Al-Baqarah: 109)

Namun, banyak ulama memandang ayat ini terkait dengan keadaan. Ketika kaum muslimin lemah, mereka bersabar dan memaafkan. Sebaliknya, ketika kuat, mereka mendapat izin berjihad. Akhlak memaafkan sendiri tetap menjadi ajaran Islam.

Tidak ada paksaan dalam agama

Demikian pula ayat berikut sering disebut mansukh.

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tidak ada paksaan dalam agama. Sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, sungguh ia telah berpegang pada tali yang sangat kuat dan tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah: 256)

Kenyataannya, sebagian ulama menegaskan bahwa ayat ini tidak mansukh. Islam tidak memaksa seseorang untuk masuk Islam. Ayat ini tetap menjadi dasar toleransi dalam Islam.

Penutup

Naskh adalah perkara ilmiah yang butuh dalil dan penelitian. Karena itu, kita perlu berhati-hati dalam menyebut sebuah ayat sebagai mansukh. Insya Allah, pembahasan berikutnya akan membahas kaidah memahami dalil yang tampak bertentangan.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger