Ulumul Quran

Adab Membaca dan Berinteraksi dengan Al-Qur’an

Panduan dari Kitab At-Tibyan

Al-Qur’an merupakan kalam Allah ﷻ yang mulia dan penuh dengan keberkahan. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memperhatikan adab-adab khusus saat membaca dan berinteraksi dengannya. Imam An-Nawawi رحمة الله merangkum petunjuk ini dengan sangat indah dalam karya beliau yang monumental, yaitu kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an.

Keutamaan Membaca Al-Qur’an dan Keikhlasan Niat

Langkah pertama yang paling mendasar sebelum membaca Al-Qur’an adalah menata keikhlasan niat di dalam hati. Seseorang harus membaca firman Allah ﷻ semata-mata demi meraih keridhaan-Nya, bukan untuk mengejar pujian manusia atau keuntungan duniawi.

Keikhlasan ini menjadi syarat utama agar amal ibadah kita diterima oleh Allah ﷻ. Selain itu, pembaca Al-Qur’an yang tulus akan merasakan ketenangan jiwa yang luar biasa.

Utsman bin Affan رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya (HR. Bukhari).

Adab Fisik Sebelum Membaca Al-Qur’an

Imam An-Nawawi رحمة الله menekankan beberapa adab lahiriah yang hendaknya kita perhatikan sebelum mulai membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

1. Bersuci dan Membersihkan Mulut

Seorang pembaca Al-Qur’an dianjurkan berada dalam keadaan suci dari hadats kecil maupun besar. Di samping itu, kita disunnahkan untuk bersiwak atau menggosok gigi agar mulut senantiasa bersih dan harum saat mengagungkan kalamullah.

2. Menghadap Kiblat dan Mengambil Sikap Khusyu’

Seseorang hendaknya duduk dengan sopan, tenang, serta menghadap ke arah kiblat jika memungkinkan. Sikap fisik yang tenang ini mencerminkan rasa hormat yang tinggi di dalam dada terhadap keagungan Al-Qur’an.

3. Membaca Ta’awwudz dan Basmalah

Sebelum mulai membaca, kita disunnahkan membaca ta’awwudz untuk memohon perlindungan kepada Allah ﷻ dari gangguan syaitan. Selanjutnya, kita menyambungnya dengan membaca basmalah pada setiap awal surat, kecuali Surat At-Taubah.

Allah ﷻ berfirman mengenai kewajiban memohon perlindungan ini:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Apabila kamu membaca Al-Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk (QS. An-Nahl: 98).

Adab Hati Saat Menyelami Ayat-Ayat Al-Qur’an

Tidak hanya memperhatikan adab fisik, pembaca Al-Qur’an juga harus menghidupkan suasana hatinya. Hal ini bertujuan agar pesan-pesan ilahi dapat meresap ke dalam jiwa.

1. Membaca dengan Tartil dan Suara yang Indah

Kita dianjurkan membaca Al-Qur’an secara perlahan, tidak terburu-buru, dan sesuai dengan hukum tajwid. Pembacaan yang tenang akan membantu kita dalam merenungi setiap kata yang kita ucapkan.

Abdullah bin Amr رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Dikatakan kepada penghafal Al-Qur’an: Bacalah, naiklah, dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil di dunia, karena sesungguhnya kedudukanmu berada pada akhir ayat yang engkau baca (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, Syaikh Al-Albani menyatakannya shahih).

2. Mentadabburi Makna dan Merespons Ayat

Seorang Muslim hendaknya berusaha memahami makna dari ayat yang dibacanya. Ketika melewati ayat rahmat, kita disunnahkan memohon karunia-Nya. Sebaliknya, saat membaca ayat ancaman atau azab, kita memohon perlindungan kepada Allah ﷻ.

Menjaga Hafalan dan Menghindari Sifat Lupa

Di bagian akhir kitabnya, Imam An-Nawawi رحمة الله mengingatkan para penghafal Al-Qur’an agar senantiasa merawat hafalan mereka. Kita tidak boleh melalaikan muraja’ah harian karena Al-Qur’an mudah lepas dari ingatan jika tidak kita jaga dengan sungguh-sungguh.

Melalui penerapan adab-adab mulia dari kitab At-Tibyan ini, hubungan kita dengan Al-Qur’an akan semakin dekat dan berkah. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk golongan Ahlul Qur’an yang mendapat syafa’at di hari kiamat kelak.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger