Menjaga Ukhuwah Islamiyah
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ Lَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنَسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Pertama-tama, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah ﷻ atas segala limpahan nikmat-Nya. Selanjutnya, marilah kita meningkatkan kualitas ketakwaan dengan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Saat ini kita berada di penghujung bulan Muharram yang mulia. Perlu ana sampaikan bahwa salah satu pondasi kekuatan umat Islam terletak pada persatuan. Oleh karena itu, kita harus terus menjaga ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama muslim di tengah kehidupan bermasyarakat. Menjaga ikatan hati ini merupakan kewajiban syariat yang sangat mendasar demi terwujudnya kedamaian.
Hakikat Persaudaraan karena Iman
Di sisi lain, ikatan persaudaraan yang berlandaskan akidah jauh lebih kuat daripada ikatan nasab atau darah. Allah ﷻ menyatukan hati orang-orang beriman menjadi saudara seagama tanpa memandang latar belakang suku dan bangsa. Oleh sebab itu, setiap mukmin harus merasakan penderitaan dan kebahagiaan mukmin yang lainnya. Persaudaraan yang tulus akan mendatangkan rahmat yang luas dari Allah ﷻ di dunia maupun di akhirat kelak.
Allah ﷻ menegaskan hakikat hubungan mulia ini dalam firman-Nya:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat (QS. Al-Hujurat: 10).
Maka dari itu, marilah kita evaluasi kembali bagaimana sikap kita terhadap saudara seiman selama ini. Kita tentu sangat mengharapkan kasih sayang Allah ﷻ dengan cara menyayangi sesama muslim dengan tulus.
Perumpamaan Umat Islam dalam Kasih Sayang
Selanjutnya, Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan yang sangat indah mengenai persatuan umat Islam dalam kehidupan nyata. Beliau ﷺ menggambarkan bahwa kaum muslimin laksana satu tubuh yang saling terikat erat satu sama lain. Oleh karena itu, rasa sakit yang menimpa satu anggota badan akan dirasakan oleh seluruh tubuh. Sifat egois dan tidak peduli terhadap penderitaan sesama muslim harus kita buang jauh-jauh dari dalam dada.
Nu’man bin Basyir رضي الله عنهما meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ yang sangat masyhur mengenai hal ini:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut mengeluh dengan tidak bisa tidur dan merasa demam (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh sebab itu, mari kita jadikan hadits mulia ini sebagai dasar untuk membangun kepedulian sosial kita sehari-hari. Ringankanlah beban saudara kita yang kesusahan agar Allah ﷻ meringankan beban hidup kita di akhirat nanti.
Menjauhi Sikap yang Merusak Ukhuwah
Kemudian, kita harus mewaspadai berbagai macam penyakit hati yang bisa merusak ikatan persaudaraan yang suci ini. Prasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, dan saling mendengki adalah pintu masuk syaitan untuk memecah belah umat. Oleh sebab itu, jagalah lisan dan hati kita agar selalu memancarkan kebaikan kepada sesama muslim. Jika timbul perselisihan, maka segera lakukan ishlah dengan penuh kerendahan hati demi meraih ridha-Nya.
Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan perintah Rasulullah ﷺ untuk menjauhi sifat-sifat perusak ukhuwah tersebut:
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ، وَلَا تَجَسَّسُوا، وَلَا تَنَافَسُوا، وَلَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
Jauhilah oleh kalian prasangka, karena prasangka itu adalah sebohong-bohongnya perkataan. Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah kalian saling bersaing (yang tidak sehat), janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membenci, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara (HR. Bukhari dan Muslim).
Maka dari itu, marilah kita tutup bulan Muharram ini dengan membersihkan batin dari segala bentuk permusuhan. Semoga Allah ﷻ senantiasa mengokohkan persatuan umat Islam di atas jalan kebenaran yang lurus.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ Lَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah ﷻ,
Sebagai kesimpulan, marilah kita sadari bahwa ukhuwah islamiyah adalah aset terbesar yang wajib kita jaga bersama. Kita tidak boleh membiarkan perbedaan pandangan duniawi merusak ikatan akidah yang telah Allah ﷻ tenun dengan mulia. Selanjutnya, marilah kita biasakan untuk selalu menebar salam dan membantu sesama muslim yang sedang kesulitan. Oleh karena itu, mari kita jadikan lingkungan tempat tinggal kita sebagai cerminan masyarakat islami yang harmonis.
Akhirnya, marilah kita tundukkan kepala sejenak untuk memohon kepada Allah yang Maha Mempersatukan hati agar menguatkan persaudaraan kita.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَانْصُرْنَا عَلَى أَعْدَائِكَ أَعْدَاءِ الدِّينِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

