Khutbah Jumat

Ciri-ciri Haji Mabrur

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنَسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Pertama-tama, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benar takwa. Selanjutnya, kita patut bersyukur karena saat ini kita berada di pertengahan bulan Dzulhijjah yang mulia ini. Perlu kita sadari bahwa saudara-saudara kita di tanah suci baru saja menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Oleh karena itu, momentum ini sangat tepat bagi kita untuk merenungkan hakikat dari ibadah agung tersebut. Setiap jamaah haji tentu sangat mendambakan gelar mabrur dalam ibadahnya. Maka dari itu, penting bagi kita semua untuk memahami apa saja ciri-ciri haji mabrur yang sesungguhnya menurut syariat Islam.

Balasan Agung untuk Haji Mabrur

Di sisi lain, Allah ﷻ telah menyiapkan balasan yang sangat istimewa bagi hamba-Nya yang berhasil meraih haji mabrur. Kemurnian ibadah tersebut mampu menghapuskan dosa-dosa masa lalu hingga bersih kembali. Oleh sebab itu, perjuangan menembus batas lelah di padang Arafah dan Mina akan terbayar lunas dengan ridha-Nya. Keikhlasan selama menjalankan manasik menjadi kunci utama dalam mengetuk pintu ampunan Allah ﷻ.

Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ menjelaskan besarnya balasan ibadah ini dalam sebuah hadits shahih:

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Dan haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, predikat mabrur bukanlah sekadar gelar sosial di tengah masyarakat dunia. Sebaliknya, predikat tersebut merupakan jaminan keselamatan yang sangat nyata di akhirat kelak.

Menjadi Pribadi yang Gemar Menebar Kebaikan

Selain balasan surga, haji mabrur juga memiliki tanda-tanda yang bisa terlihat langsung dalam kehidupan sehari-hari. Ciri yang paling utama adalah lahirnya perubahan sosial yang positif pada diri jamaah setelah pulang ke tanah air. Mereka menjadi manusia yang lebih gemar menebar kedamaian dan memiliki kepedulian tinggi terhadap fakir miskin. Oleh sebab itu, lisan mereka selalu terjaga untuk memberikan kedamaian bagi orang-orang di sekitarnya.

Rasulullah ﷺ pernah memberikan jawaban ketika para sahabat bertanya tentang batasan kemabruran suatu haji. Jabir bin Abdillah رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ

Memberi makanan dan menebarkan salam (HR. Ahmad, Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami’).

Maka dari itu, marilah kita contoh karakter mulia ini dalam kehidupan bermasyarakat kita. Kemurnian haji seseorang terbukti saat ia mampu menjadi pelopor kebaikan di lingkungan tempat tinggalnya.

Mengalami Peningkatan Kualitas Keimanan

Kemudian, ciri haji mabrur berikutnya adalah adanya peningkatan kualitas ibadah secara konsisten setelah kembali dari Makkah. Seseorang yang meraih kemabruran akan merasa lebih ringan untuk melangkah ke masjid dan membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, mereka akan sangat menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan yang dahulu pernah mereka lakukan. Ibadah haji berhasil mengubah orientasi hidup mereka yang semula mengejar dunia menjadi pemburu akhirat.

Allah ﷻ mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga keteguhan iman pasca melaksanakan ibadah dalam firman-Nya:

وَاعْبُدْ رَبكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal) (QS. Al-Hijr: 99).

Oleh karena itu, mari kita jadikan bulan Dzulhijjah ini sebagai cermin untuk mengukur kadar keimanan kita masing-masing. Semoga Allah ﷻ senantiasa memberikan taufiq agar kita semua bisa melaksanakan ibadah haji dengan sempurna suatu hari nanti.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ Lِي وَلَكُمْ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah ﷻ,

Sebagai kesimpulan, marilah kita pahami bahwa esensi haji mabrur adalah lahirnya perubahan hidup ke arah yang lebih shalih. Kita tidak boleh menganggap ibadah haji selesai begitu saja saat pesawat mendarat di tanah air. Selanjutnya, marilah kita saling mendukung dalam menjaga keistiqamahan amal kebaikan di sisa umur kita ini. Oleh sebab itu, mari kita hidupkan syiar Islam di rumah tangga kita masing-masing dengan penuh kesabaran.

Akhirnya, marilah kita tundukkan kepala sejenak untuk memohon kepada Allah yang Maha Pengasih agar menerima seluruh amal kita.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجَّ حُجَّاجِنَا حَجًّا مَبْرُورًا، وَسَعْيًا مَشْكُورًا، وَذَنْبًا مَغْفُورًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي constellation الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger