Al-Quran

Jihad dan Pengorbanan dalam Al-Qur’an

Jalan Menuju Kemenangan Hakiki

Jihad dan pengorbanan merupakan pilar penting dalam menegakkan eksistensi nilai-nilai kebenaran Islam. Di samping itu, kedua konsep mulia ini menjadi barometer utama yang menguji ketulusan iman seorang hamba di hadapan Allah ﷻ. Oleh karena itu, Al-Qur’an memberikan tuntunan yang sangat komprehensif agar setiap Muslim siap mengorbankan apa yang mereka miliki demi meraih rida-Nya.

Hakikat Jihad dan Pengorbanan Harta Jiwa

Secara mendasar, jihad mencakup segala bentuk kesungguhan dalam menegakkan syariat Allah ﷻ dan melawan kebatilan. Selain itu, manifestasi tertinggi dari jihad mewajibkan pelibatan seluruh potensi diri, baik berupa harta benda maupun jiwa. Maka dari itu, Allah ﷻ menjanjikan kedudukan yang sangat utama bagi orang-orang yang tidak ragu berkorban di jalan-Nya.

Allah ﷻ berfirman dalam ayat-Nya:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (QS. Al-Hujurat: 15)

Perniagaan Terbaik yang Menyelamatkan dari Azab

Selanjutnya, Al-Qur’an memberikan perumpamaan yang sangat indah mengenai pengorbanan harta dan jiwa sebagai sebuah perniagaan yang mendatangkan keuntungan raksasa. Tentu saja, keuntungan tersebut bukan berupa materi duniawi, melainkan ampunan dosa dan jaminan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di samping itu, perniagaan spiritual ini menjadi solusi paling ampuh yang menyelamatkan manusia dari pedihnya siksa neraka.

Allah ﷻ menegaskan hal tersebut melalui firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهَدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. (QS. Ash-Saff: 10-11)

Kedudukan Mulia Orang yang Berjihad dan Berkorban

Bukan hanya dalam Al-Qur’an, namun Rasulullah ﷺ juga sering menjelaskan keutamaan luar biasa bagi para pejuang yang tulus berkorban. Beliau ﷺ menegaskan bahwa kedudukan orang yang berjihad di jalan Allah ﷻ laksana orang yang rajin berpuasa dan mendirikan shalat malam tanpa henti. Oleh sebab itu, pengorbanan di jalan Allah ﷻ menempati posisi puncak dalam struktur amalan Islam.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah—dan Allah lebih mengetahui siapa yang berjihad di jalan-Nya—adalah seperti orang yang berpuasa dan shalat malam. (HR. Bukhari dan Muslim).

Berjihad Melawan Hawa Nafsu Diri Sendiri

Supaya kita tidak salah dalam memahami cakupan syariat ini, Islam mengajarkan bahwa jihad juga mencakup perjuangan menundukkan ego pribadi. Memang benar bahwa menghadapi musuh di medan laga memerlukan keberanian besar, akan tetapi konsistensi melawan godaan syahwat setiap hari juga menuntut kesungguhan yang luar biasa. Oleh sebab itu, seorang Muslim harus melatih dirinya agar selalu patuh pada perintah Allah ﷻ dalam segala keadaan.

Diriwayatkan dari Fudhalah bin Ubaid رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ

Seorang mujahid (orang yang berjihad) adalah orang yang berjuang melawan dirinya sendiri dalam ketaatan kepada Allah. (HR. Ahmad. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami’ No. 6679).

Kesimpulan

Pada akhirnya, memahami ayat-ayat jihad dan pengorbanan dapat membangkitkan semangat pengabdian yang tinggi di dalam hati setiap Muslim. Melalui kesiapan mengorbankan harta dan waktu demi kebaikan, manusia dapat meraih derajat ketakwaan yang sempurna di sisi Sang Pencipta. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memberikan kontribusi terbaik kita untuk kemaslahatan umat dan kejayaan Islam.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger