Hadits

Pentingnya Persiapan Kematian bagi Seorang Muslim

Kematian merupakan sebuah kepastian yang akan dihadapi oleh setiap makhluk yang bernyawa di dunia ini. Oleh karena itu, seorang muslim yang cerdas tidak akan terlena dengan keindahan dunia yang bersifat sementara. Bersiap diri dengan memperbanyak amal shaleh menjadi langkah utama sebelum ajal menjemput secara tiba-tiba.

Hadits Tentang Ciri Orang yang Cerdas

Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin Umar رضي الله عنهما mengenai definisi mukmin yang paling utama:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ

Dari Ibnu Umar رضي الله عنهma, ia berkata: Aku pernah bersama Rasulullah ﷺ, lalu seorang laki-laki dari kalangan Anshar datang menemui beliau. Orang itu mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ kemudian bertanya: Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling utama? Beliau menjawab: Yang paling baik akhlaknya. Orang itu bertanya lagi: Lalu mukmin manakah yang paling cerdas? Beliau menjawab: Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik persiapannya untuk menghadapi apa yang terjadi setelahnya. Mereka itulah orang-orang yang cerdas. (HR. Ibnu Majah No. 4259, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 1107)

Peringatan Allah ﷻ Mengenai Kepastian Ajal

Selanjutnya, Allah ﷻ telah menegaskan di dalam Al-Quran bahwa tidak ada satu pun jiwa yang dapat luput dari kematian. Allah ﷻ berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. (QS. Ali ‘Imran: 185)

Oleh karena itu, setiap mukmin wajib memanfaatkan sisa umur mereka untuk bertobat dari segala dosa. Kemudian, kesadaran akan dekatnya ajal akan mendorong seseorang untuk istiqamah dalam beribadah. Jadi, mengingat mati bukan untuk membuat kita pesimis, melainkan untuk meningkatkan kualitas ketakwaan setiap hari.

Nasihat Nabi ﷺ untuk Hidup Bagaikan Perantau

Lalu, kita perlu merenungkan bagaimana Rasulullah ﷺ mengajarkan sikap mental yang benar dalam memandang kehidupan dunia. Di samping itu, menganggap diri sebagai musafir akan menjauhkan kita dari sifat cinta dunia yang berlebihan. Rasulullah ﷺ memberikan wasiat berharga:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِمنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

Dari Ibnu Umar رضي الله عنهma, ia berkata: Rasulullah ﷺ memegang pundakku lalu bersabda: Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau pengembara yang menyeberangi jalan. (HR. Bukhari No. 6416)

Padahal, banyak manusia seringkali menunda-nunda amal shaleh karena merasa usianya masih muda dan panjang. Dengan demikian, bersegera melakukan kebaikan tanpa menunggu hari esok adalah wujud nyata dari persiapan kematian.

Langkah Nyata Membawa Bekal Terbaik

Pada akhirnya, evaluasi harian terhadap lembaran amal merupakan cara efektif untuk memperbaiki diri secara konsisten. Selain itu, memperbanyak sedekah jariyah dan menjaga shalat lima waktu akan menjadi penerang di alam kubur nanti. Sebaliknya, menyibukkan diri dengan urusan dunia yang sia-sia hanya akan mendatangkan penyesalan yang mendalam. Oleh sebab itu, mari kita persiapkan bekal takwa sebaik mungkin agar bisa meraih akhir hidup yang husnul khatimah.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger