Etika Menghormati Tamu (2)

Bagikan artikel ini :

Sejatinya manusia merupakan tamu di dunia ini. Karena pada hakikatnya Allah lah pemilik alam semesta, maka kalau kita berfikir bahwa kita ini adalah tamu maka harusnya kita hidup sesuai atas kehendak pemilik dunia, tidak seenaknya, tidak merusak dan lain sebagainya.

Maka pada part 2 kali ini kita akan bahas lebih jauh apa saja adab atau etika bertamu dan menghormati tamu.

  1. Dahulukan orang yang paling dekat rumahnya dengan kita dalam memenuhi undangan;

عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ إِذَا اجْتَمَعَ الدَّاعِيَانِ فَأَجِبْ أَقْرَبَهُمَا بَابًا فَإِنَّ أَقْرَبَهُمَا بَابًا أَقْرَبَهُمَا جِوَارًا وَإِنْ سَبَقَ أَحَدُهُمَا فَأَجِبْ الَّذِي سَبَقَ (رواه أبو داود)

Dari seorang sahabat Nabi ﷺ, bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Apabila terdapat dua orang yang mengundang dengan bersama-sama maka penuhilah undangan orang yang paling dekat pintunya, karena sesungguhnya orang yang paling dekat pintunya adalah orang yang paling dekat pertolongannya. Dan apabila ada yang lebih dahulu di antara keduanya, maka penuhilah undangan orang yang terlebih dahulu!” (HR. Abu Daud)

  1. Balaslah kebaikan saudaramu


عَنْ رَجُلٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ صَنَعَ أَبُو الْهَيْثَمِ بْنُ التَّيْهَانِ لِلنَّبِيِّ ﷺ طَعَامًا فَدَعَا النَّبِيَّ ﷺ وَأَصْحَابَهُ فَلَمَّا فَرَغُوا قَالَ أَثِيبُوا أَخَاكُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا إِثَابَتُهُ قَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا دُخِلَ بَيْتُهُ فَأُكِلَ طَعَامُهُ وَشُرِبَ شَرَابُهُ فَدَعَوْا لَهُ فَذَلِكَ إِثَابَتُهُ (رواه أبو داود)

dari Jabir bin Abdullah ia berkata, “Abu Al Haitsam bin At Taihan membuatkan makanan untuk Nabi ﷺ, kemudian ia mengundang Nabi ﷺ dan para sahabatnya. Ketika telah selesai beliau bersabda, “Balaslah saudaramu!” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana membalasnya?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya seseorang apabila dimasuki rumahnya kemudian dimakan makanannya serta diminum minumannya lalu mereka mendoakan untuknya, maka itulah balasan kepadanya.” (HR. Abu Daud)

  1. Do’akanlah orang/keluarga yang menjamu kita;

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ قَالَ نَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَلَى أَبِي قَالَ فَقَرَّبْنَا إِلَيْهِ طَعَامًا وَوَطْبَةً فَأَكَلَ مِنْهَا ثُمَّ أُتِيَ بِتَمْرٍ فَكَانَ يَأْكُلُهُ وَيُلْقِي النَّوَى بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ وَيَجْمَعُ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى قَالَ شُعْبَةُ هُوَ ظَنِّي وَهُوَ فِيهِ إِنْ شَاءَ اللَّهُ إِلْقَاءُ النَّوَى بَيْنَ الْإِصْبَعَيْنِ ثُمَّ أُتِيَ بِشَرَابٍ فَشَرِبَهُ ثُمَّ نَاوَلَهُ الَّذِي عَنْ يَمِينِهِ قَالَ فَقَالَ أَبِي وَأَخَذَ بِلِجَامِ دَابَّتِهِ ادْعُ اللَّهَ لَنَا فَقَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ (رواه مسلم)

dari Abdullah bin Busr dia berkata; Rasulullah ﷺ pernah bertamu di rumah bapakku, lalu kami hidangkan makanan dan Watbah (sejenis makanan yang terbuat dari campuran susu, kurma dan keju) kepadanya, dan beliaupun memakannya. kemudian dihidangkan kurma kepadanya, lalu beliau membuang biji (kurma) dengan kedua jarinya, seraya menggabungkan antara jari telunjuk dan jari tengah. -Syu’bah berkata; ‘Itulah menurut perkiraanku Insya Allah, yaitu beliau membuang bijinya di antara kedua jarinya.’- Kemudian dihidangkan air minum, beliau pun meminumnya, lalu memberikan minuman tersebut kepada orang yang ada di sebelah kanannya.” Abdullah bin Busr berkata; Bapakku berkata seraya memegang kendali hewan tunggangannya; ‘Doakanlah kami! ‘ beliau berdoa: ‘Ya Allah! Berilah keberkahan kepada mereka terhadap apa yang telah Engkau rezekikan kepada mereka serta ampuni dan kasihilah mereka’. (HR. Muslim)

  1. Jangan menganggap remeh jamuan dari pribumi;

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ قَالَ دَخَلَ عَلَى جَابِرٍ نَفَرٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ فَقَدَّمَ إِلَيْهِمْ خُبْزًا وَخَلًّا فَقَالَ كُلُوا فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ نِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلُّ إِنَّهُ هَلَاكٌ بِالرَّجُلِ أَنْ يَدْخُلَ عَلَيْهِ النَّفَرُ مِنْ إِخْوَانِهِ فَيَحْتَقِرَ مَا فِي بَيْتِهِ أَنْ يُقَدِّمَهُ إِلَيْهِمْ وَهَلَاكٌ بِالْقَوْمِ أَنْ يَحْتَقِرُوا مَا قُدِّمَ إِلَيْهِمْ (رواه أحمد)

dari Abdullah bin ‘Ubaid bin ‘Umair berkata; ada beberapa orang sahabat Nabi ﷺ yang mendatangi Jabir. Lalu dia menghidangkan kepada mereka roti dan cuka, lalu dia berkata, “Makanlah kalian, saya telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Sebaik-baik lauk adalah cuka’. Sungguh seseorang akan celaka jika ada para sahabatnya yang menemuinya, kemudian ia mengejek makanan yang dianggapnya tidak berharga untuk disuguhkan tamunya, Demikian pula seseorang akan celaka jika mengejek makanan yang disuguhkan tuan rumah kepada mereka.” (HR. Ahmad)

  1. Tidak boleh bertamu kepada seorang perempuan yang tidak ada suaminya atau mahromnya;

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَلَا لَا يَبِيتَنَّ رَجُلٌ عِنْدَ امْرَأَةٍ ثَيِّبٍ إِلَّا أَنْ يَكُونَ نَاكِحًا أَوْ ذَا مَحْرَمٍ (رواه مسلم)

dari Jabir ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, “Ketahuilah! Seorang laki-laki bukan mahram tidak boleh bermalam di rumah perempuan janda, kecuali jika dia telah menikah, atau ada mahramnya.”  (HR. Muslim)

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ (رواه مسلم)

dari ‘Uqbah bin ‘Amir bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Hindarilah oleh kalian masuk ke rumah-rumah wanita!” Lalu seorang Anshar bertanya; ‘Ya, Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang Al Hamwu, (keluarga dekat dari suaminya).’ Rasulullah ﷺ menjawab, ‘Bahkan itu lebih berbahaya.’ Dan telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir; Telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah bin Wahb dari ‘Amru bin Al Harits, Al Laits bin Sa’d, Haywah bin Syuraih dan selain mereka, bahwa Yazid bin Abu Habib menceritakan kepada mereka melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa. (HR. Muslim)

عَنْ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ حَدَّثَهُ أَنَّ نَفَرًا مِنْ بَنِي هَاشِمٍ دَخَلُوا عَلَى أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ فَدَخَلَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ وَهِيَ تَحْتَهُ يَوْمَئِذٍ فَرَآهُمْ فَكَرِهَ ذَلِكَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَقَالَ لَمْ أَرَ إِلَّا خَيْرًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَرَّأَهَا مِنْ ذَلِكَ ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ لَا يَدْخُلَنَّ رَجُلٌ بَعْدَ يَوْمِي هَذَا عَلَى مُغِيبَةٍ إِلَّا وَمَعَهُ رَجُلٌ أَوْ اثْنَانِ (رواه مسلم)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash; Telah menceritakan kapadanya bahwa beberapa orang Bani Hisyam datang ke rumah Asma’ binti ‘Umais, istri Abu Bakar Shiddiq (ketika Abu Bakar sedang tidak di rumah). Tiba-tiba Abu Bakar pulang dan bertemu dengan mereka. Abu Bakar merasa kurang senang atas kedatangan mereka yang demikian. Lalu diceritakannya hal itu kepada Rasulullah ﷺ. Jawab beliau, “Aku tidak melihat sesuatu yang buruk atas kedatangan mereka. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyucikan Asma’ binti ‘Umais dari hal-hal yang demikian.” Kemudian beliau naik mimbar, lalu beliau bersabda, ‘Sesudah hari ini, seorang laki-laki tidak boleh masuk ke rumah seorang wanita yang suaminya sedang pergi, kecuali bila laki-laki itu disertai seorang atau dua orang teman laki-laki.’ (HR. Muslim)

  1. Tidak boleh berdua-duaan seorang laki-laki dengan perempuan lain;


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ امْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً وَاكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا قَالَ ارْجِعْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ (رواه البخاري)

dari Ibnu Abbas dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahramnya.” Lalu seorang laki-laki bangkit seraya berkata, “Wahai Rasulullah, istriku berangkat hendak menunaikan haji sementara aku diwajibkan untuk mengikuti perang ini dan ini.” beliau bersabda, “Kalau begitu, kembali dan tunaikanlah haji bersama istrimu.” (HR. Bukhari)

Mudah-mudahan artikel ini sedikitnya dapat menjadi wawasan pengetahuan bagi pembacanya dan menjadi ladang pahala bagi orang yang mengamalkannya. Aamiin..!!

Penulis : Ustadz Fairuuz Faatin (Bidang Perkantoran & Bendahara Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger