Indahnya Sederhana dalam Hidup Menurut Islam
Gaya hidup sederhana merupakan cerminan dari hati yang penuh dengan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Selain menjauhkan diri dari sifat sombong, sikap ini membantu seorang muslim fokus mengejar kebahagiaan akhirat. Tanpa adanya sifat qanaah atau merasa cukup, manusia akan selalu menjadi budak nafsu duniawi yang tidak pernah ada habisnya.
Hadits Tentang Keberuntungan Hidup Sederhana
Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin Amr bin Al-Aash رضي الله عنهما mengenai kriteria orang yang meraih kemenangan sejati:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ
Dari Abdullah bin Amr bin Al-Aash rضي الله عنهما, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Sungguh sangat beruntung orang yang telah memeluk Islam, mendapati rezeki yang cukup untuk kebutuhannya, dan Allah menjadikannya merasa puas dengan apa yang Dia berikan kepadanya. (HR. Muslim No. 1054)
Perintah Al-Quran untuk Tidak Berlebihan
Selanjutnya, Allah ﷻ memberikan tuntunan yang sangat jelas mengenai adab dalam membelanjakan harta bendanya. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Quran:
وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا
Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya adalah wajar. (QS. Al-Furqan: 67)
Oleh karena itu, bersikap pertengahan dalam memenuhi kebutuhan hidup merupakan ciri hamba pilihan-Nya. Kemudian, setiap mukmin harus bisa membedakan antara kebutuhan pokok dengan keinginan nafsu sesaat. Jadi, kesederhanaan bukan berarti hidup miskin, melainkan kemampuan mengendalikan diri dari sikap bermegah-megahan.
Kunci Utama Kekayaan Jiwa
Lalu, kita perlu menyadari bahwa tolok ukur kekayaan yang hakiki bukan terletak pada banyaknya aset dan materi. Di samping itu, hati yang tenang dan lapang adalah harta paling berharga yang bisa seseorang miliki. Rasulullah ﷺ memberikan penegasan yang sangat mendalam melalui sabdanya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: Kekayaan itu bukanlah dari banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa. (HR. Bukhari No. 6446 dan Muslim No. 1051)
Padahal, banyak orang seringkali merasa cemas dan iri ketika melihat kehidupan mewah orang lain di media sosial. Dengan demikian, melatih pandangan agar selalu melihat orang di bawah kita dalam urusan dunia adalah solusi terbaik.
Manfaat Nyata Sikap Sederhana
Pada akhirnya, pola hidup bersahaja akan membebaskan kita dari beban hutang piutang yang memberatkan pikiran. Selain itu, orang yang sederhana cenderung lebih dermawan karena mereka tidak terikat erat dengan harta dunia. Sebaliknya, gaya hidup boros hanya akan menuntun seseorang pada kesengsaraan moral dan krisis finansial. Oleh sebab itu, mari kita teladani kesederhanaan Rasulullah ﷺ agar hidup kita senantiasa diliputi keberkahan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


