Adzan dan Iqamah
Pengertian Adzan dan Iqamah
Adzan secara bahasa berarti pemberitahuan atau seruan. Dalam istilah syariat, adzan adalah seruan yang mengumandangkan waktu shalat dan mengajak kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah tersebut.
Sedangkan iqamah adalah seruan untuk memulai shalat berjamaah setelah adzan dikumandangkan. Adzan dan iqamah termasuk syiar agung dalam Islam yang membedakan kaum muslimin dari umat lainnya.
Rasulullah ๏ทบ bersabda dari sahabat Malik bin Al-Huwairits ุฑุถู ุงููู ุนูู:
ุฅูุฐูุง ุญูุถูุฑูุชู ุงูุตููููุงุฉู ููููููุคูุฐูููู ููููู ู ุฃูุญูุฏูููู ู ููููููุคูู ููููู ู ุฃูููุจูุฑูููู ู
โApabila waktu shalat telah tiba, hendaklah salah seorang di antara kalian mengumandangkan adzan, dan hendaklah yang paling tua di antara kalian menjadi imam.โ (HR. Al-Bukhari no. 628 dan Muslim no. 674)
Dalil Disyariatkannya Adzan
Adzan disyariatkan berdasarkan Al-Qurโan, Sunnah, dan ijmaโ para ulama.
Allah ๏ทป berfirman:
ููุฅูุฐูุง ููุงุฏูููุชูู ู ุฅูููู ุงูุตููููุงุฉู ุงุชููุฎูุฐููููุง ููุฒูููุง ููููุนูุจูุง ุฐููฐูููู ุจูุฃููููููู ู ููููู ู ููุง ููุนูููููููู
โDan apabila kamu menyeru (mereka) untuk melaksanakan shalat, mereka menjadikannya olok-olokan dan permainan. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti.โ (Al-Maโidah: 58)
Ayat ini menunjukkan bahwa adzan adalah seruan resmi dalam agama yang menunjukkan kemuliaan syariat Islam.
Sejarah Disyariatkannya Adzan
Pada awal Islam, kaum muslimin belum memiliki cara khusus untuk mengumpulkan jamaah ketika waktu shalat tiba. Mereka sempat berunding untuk menggunakan lonceng seperti Nasrani, atau terompet seperti Yahudi.
Kemudian Abdullah bin Zaid ุฑุถู ุงููู ุนูู bermimpi tentang kalimat adzan. Rasulullah ๏ทบ menyetujuinya dan memerintahkan Bilal ุฑุถู ุงููู ุนูู untuk mengumandangkannya karena suaranya lebih lantang.
Hadits riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud menyebutkan:
ุฅููููููุง ุฑูุคูููุง ุญูููู ููุฃูุฐูููู ุจูููุง ููุง ุจูููุงูู
โSesungguhnya itu mimpi yang benar, maka kumandangkanlah adzan dengan kalimat tersebut, wahai Bilal.โ (HR. Abu Dawud no. 499 dan Ahmad no. 16243, dishahihkan Al-Albani)
Lafadz Adzan
Lafadz adzan yang diajarkan Rasulullah ๏ทบ kepada Bilal ุฑุถู ุงููู ุนูู adalah sebagai berikut:
ุงูููููู ุฃูููุจูุฑูุ ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู
ุงูููููู ุฃูููุจูุฑูุ ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู
ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููููู
ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููููู
ุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุฑูุณูููู ุงูููููู
ุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุฑูุณูููู ุงูููููู
ุญูููู ุนูููู ุงูุตููููุงุฉูุ ุญูููู ุนูููู ุงูุตููููุงุฉู
ุญูููู ุนูููู ุงููููููุงุญูุ ุญูููู ุนูููู ุงููููููุงุญู
ุงูููููู ุฃูููุจูุฑูุ ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู
ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููููู
Adzan Awal sebelum shubuh ditambah dengan kalimat:
ุงูุตููููุงุฉู ุฎูููุฑู ู
ููู ุงููููููู
ู
ุงูุตููููุงุฉู ุฎูููุฑู ู
ููู ุงููููููู
ู
(โShalat lebih baik daripada tidur.โ)
Lafadz Iqamah
Adapun lafadz iqamah adalah sebagai berikut:
ุงูููููู ุฃูููุจูุฑูุ ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู
ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููููู
ุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุฑูุณูููู ุงูููููู
ุญูููู ุนูููู ุงูุตููููุงุฉู
ุญูููู ุนูููู ุงููููููุงุญู
ููุฏู ููุงู
ูุชู ุงูุตููููุงุฉูุ ููุฏู ููุงู
ูุชู ุงูุตููููุงุฉู
ุงูููููู ุฃูููุจูุฑูุ ุงูููููู ุฃูููุจูุฑู
ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููููู
Keutamaan Adzan dan Muadzin
Rasulullah ๏ทบ memberikan kedudukan mulia bagi orang yang mengumandangkan adzan. Dari sahabat Muโawiyah ุฑุถู ุงููู ุนูู, Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุงููู ูุคูุฐููููููู ุฃูุทููููู ุงููููุงุณู ุฃูุนูููุงููุง ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู
โPara muadzin adalah orang yang lehernya paling panjang pada hari kiamat.โ (HR. Muslim no. 387)
Maknanya, mereka akan dimuliakan dan ditinggikan derajatnya karena seruannya untuk mengingat Allah ๏ทป.
Rasulullah ๏ทบ juga bersabda dari sahabat Abu Hurairah ุฑุถู ุงููู ุนูู:
ููุง ููุณูู ูุนู ู ูุฏูู ุตูููุชู ุงููู ูุคูุฐูููู ุฌูููู ููููุง ุฅูููุณู ููููุง ุดูููุกู ุฅููููุง ุดูููุฏู ูููู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู
โTidaklah jin, manusia, atau sesuatu pun mendengar suara muadzin, melainkan akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat.โ (HR. Al-Bukhari no. 609)
Adab Ketika Mendengar Adzan
-
Menjawab seruan muadzin dengan mengulang setiap lafadz adzan.
-
Mengucapkan ุงููููููู ูู ุฑูุจูู ููุฐููู ุงูุฏููุนูููุฉู ุงูุชููุงู ููุฉู… setelah selesai adzan.
-
Berdoa di antara adzan dan iqamah karena waktu tersebut mustajab.
-
Tidak berbicara atau beraktivitas yang melalaikan selama adzan dikumandangkan.
Rasulullah ๏ทบ bersabda dari sahabat Abdullah bin Amr ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง:
ุฅูุฐูุง ุณูู ูุนูุชูู ู ุงููู ูุคูุฐูููู ููููููููุง ู ูุซููู ู ูุง ููููููู
โApabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya.โ (HR. Al-Bukhari no. 611 dan Muslim no. 383)
Hikmah Adzan dan Iqamah
-
Menyebarkan syiar tauhid dan mengingatkan manusia akan kewajiban shalat.
-
Menyatukan umat Islam dalam ibadah berjamaah.
-
Menguatkan rasa persaudaraan dan kedisiplinan waktu.
-
Mengingatkan bahwa kehidupan seorang muslim selalu terikat dengan ibadah.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


