Tarikh Islam

Ghazwatur Riddah

Memerangi Orang-orang Murtad dan Penolak Zakat

Wafatnya Rasulullah ﷺ tidak hanya mendatangkan duka bagi kaum muslimin. Bahkan, tak lama kemudian ujian besar muncul dari dalam tubuh umat. Sebagian suku Arab keluar dari Islam, sedangkan sebagian lain menolak membayar zakat. Oleh karena itu, para ahli sejarah menyebut peristiwa ini Ghazwatur Riddah atau Hurub Ar-Riddah, yaitu perang melawan orang-orang murtad.

Latar Belakang Munculnya Riddah

Banyak suku Arab baru masuk Islam menjelang akhir hayat Nabi ﷺ. Akibatnya, iman mereka belum kokoh. Karena itu, bisikan setan dengan mudah menggoyahkan hati mereka setelah beliau wafat.

Tiga Golongan yang Menyimpang

Secara umum, ada tiga golongan yang menyimpang. Pertama, kelompok yang mengikuti nabi palsu, seperti Musailamah Al-Kadzdzab di Yamamah, Thulaihah Al-Asadi, dan Sajah. Kedua, kelompok yang meninggalkan Islam secara terang-terangan. Ketiga, kelompok yang masih shalat, tetapi menolak membayar zakat kepada khalifah.

Nabi Palsu dan Penutup Para Nabi

Sebenarnya, Rasulullah ﷺ sudah mengabarkan kemunculan para pendusta ini.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga muncul para pendusta yang menyesatkan. Jumlah mereka mendekati tiga puluh orang, dan semuanya mengaku sebagai utusan Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 3609)

Padahal, Allah ﷻ telah menegaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ menutup rantai kenabian.

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al-Ahzab: 40)

Ketegasan Abu Bakar رضي الله عنه

Keteguhan Mengirim Pasukan Usamah

Pada saat itu, situasi Madinah sangat genting. Sementara itu, pasukan Usamah bin Zaid رضي الله عنهما sedang bersiap berangkat ke Syam. Karena khawatir, sebagian sahabat meminta Abu Bakar رضي الله عنه menahan pasukan itu demi menjaga Madinah. Namun, beliau tetap memberangkatkan mereka sebab Rasulullah ﷺ sendiri telah memerintahkannya. Setelah itu, beliau menghadapi para penolak zakat.

Keberatan Umar رضي الله عنه

Namun, Umar رضي الله عنه sempat menyampaikan keberatan. Sebab, beliau teringat sabda Nabi ﷺ tentang perlindungan bagi orang yang mengucapkan kalimat tauhid.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَاسْتُخْلِفَ أَبُو بَكْرٍ بَعْدَهُ، وَكَفَرَ مَنْ كَفَرَ مِنَ الْعَرَبِ، قَالَ عُمَرُ رضي الله عنه: كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَمَنْ قَالَهَا فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلَّا بِحَقِّهِ، وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ؟

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata: Ketika Rasulullah ﷺ wafat dan Abu Bakar menjadi khalifah setelah beliau, sebagian orang Arab kafir. Umar رضي الله عنه berkata, “Bagaimana engkau memerangi manusia, padahal Rasulullah ﷺ telah bersabda, ‘Aku mendapat perintah memerangi manusia sampai mereka mengucapkan laa ilaaha illallah. Siapa yang mengucapkannya, ia melindungi harta dan jiwanya dariku, kecuali dengan haknya, dan Allah yang menghisabnya’?” (HR. Muslim no. 20, dan semakna dalam Al-Bukhari no. 1400)

Jawaban Abu Bakar رضي الله عنه

Akan tetapi, Abu Bakar رضي الله عنه menjawab dengan hujjah yang kuat. Beliau memahami bahwa zakat termasuk hak Islam. Dengan demikian, orang yang menolaknya telah memisahkan dua ibadah yang Allah ﷻ gandengkan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه فِي تَتِمَّةِ الْحَدِيثِ: فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رضي الله عنه: وَاللَّهِ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ، فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ، وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عِقَالًا كَانُوا يُؤَدُّونَهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهِ. قَالَ عُمَرُ رضي الله عنه: فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ رَأَيْتُ أَنْ قَدْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ لِلْقِتَالِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه pada lanjutan hadits tersebut: Abu Bakar رضي الله عنه berkata, “Demi Allah, aku pasti memerangi orang yang memisahkan antara shalat dan zakat, sebab zakat adalah hak harta. Demi Allah, andai mereka menolak menyerahkan seutas tali unta yang dahulu mereka bayarkan kepada Rasulullah ﷺ, aku pasti memerangi mereka karena penolakan itu.” Umar رضي الله عنه berkata, “Demi Allah, tidak lain kecuali aku melihat Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk berperang, maka aku tahu bahwa itulah kebenaran.” (HR. Muslim no. 20, dan semakna dalam Al-Bukhari no. 1400)

Setelah itu, Umar dan seluruh sahabat bersatu di belakang keputusan khalifah.

Zakat adalah Pilar Islam

Sikap Abu Bakar رضي الله عنه sejalan dengan kedudukan zakat dalam agama. Selain itu, Allah ﷻ menyandingkan zakat dengan shalat sebagai tanda persaudaraan seiman.

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَنُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Jika mereka bertobat, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. (At-Taubah: 11)

Lebih dari itu, Rasulullah ﷺ menjadikan zakat salah satu rukun Islam.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Dari Ibnu Umar رضي الله عنهما, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Islam berdiri di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)

Hukum bagi Orang yang Murtad

Murtad berarti keluar dari Islam setelah memeluknya. Karena itu, perbuatan ini termasuk dosa besar. Hal ini tampak dalam sabda Nabi ﷺ:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

Dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah dia.” (HR. Al-Bukhari no. 3017)

Meski demikian, ulama menjelaskan bahwa hukum ini menjadi wewenang penguasa dan hakim, bukan individu atau kelompok. Selain itu, penguasa lebih dulu mengajak pelakunya bertobat dan menjelaskan kebenaran kepadanya.

Jalannya Peperangan

Selanjutnya, Abu Bakar رضي الله عنه mengirim sebelas pasukan ke berbagai wilayah. Di antara para panglima, Khalid bin Al-Walid رضي الله عنه paling terkenal. Pasukan beliau mengalahkan Thulaihah Al-Asadi dalam pertempuran Buzakhah. Akibatnya, banyak kabilah kembali kepada Islam dan menunaikan zakat.

Kemudian, puncak peperangan terjadi di Yamamah pada tahun 12 Hijriah. Di sana, pasukan Musailamah Al-Kadzdzab menghadapi kaum muslimin dalam pertempuran yang sangat sengit. Pada akhirnya, Allah ﷻ memenangkan kaum muslimin, dan Wahsyi bin Harb رضي الله عنه membunuh Musailamah.

Namun, banyak penghafal Al-Qur’an gugur dalam perang itu. Karena itu, peristiwa tersebut mendorong pengumpulan Al-Qur’an pada masa Abu Bakar رضي الله عنه.

Hikmah dari Ghazwatur Riddah

Menjaga Agama Lebih Utama

Abu Bakar رضي الله عنه tidak berkompromi dalam urusan pokok agama. Oleh sebab itu, sikap tegas beliau menyelamatkan Islam dari perpecahan sejak awal.

Jangan Remehkan Kewajiban Zakat

Shalat dan zakat saling berkaitan. Dengan demikian, siapa yang menolak kewajiban zakat berarti meruntuhkan salah satu pilar agama.

Kembali kepada Kebenaran adalah Keutamaan

Umar رضي الله عنه sempat berbeda pendapat. Meskipun begitu, beliau segera menerima kebenaran setelah jelas baginya. Inilah akhlak para sahabat, yaitu mencari kebenaran, bukan kemenangan pendapat.

Nubuwwah Telah Berakhir

Kemunculan nabi-nabi palsu menegaskan pentingnya berpegang teguh pada akidah. Sebab, tidak ada nabi setelah Muhammad ﷺ.

Penutup

Ghazwatur Riddah membuktikan keteguhan Abu Bakar رضي الله عنه dan kecintaan para sahabat kepada agama. Berkat keteguhan itu, Islam tetap tegak dan siap meluaskan cahayanya ke berbagai negeri. Oleh karena itu, semoga Allah ﷻ memberi kita keistiqamahan hingga akhir hayat.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger