Muqodimah Ilmu Adab

Bagikan artikel ini :

 

Sebelum lebih jauh anda terjun dalam dunia sastra atau adab alangkah baiknya pahami dahalu asas-asas dari ilmu ini. Asas setiap ilmu ada 10 dan pada pengantar ini kita hanya akan membahas 3 asas saja yaitu :

إِنَّ مَبَادِي كُلِّ فَنٍّ عَشرَةْ           الحَدُّ وَالمَوْضُوْعُ ثُمَّ الثَّمرَةْ

“Sesungguhnya prinsip dasar dalam setiap disiplin ilmu itu ada sepuluh, yaitu: (1) batasan definitif, (2) ruang lingkup kajian, (3) manfaat kajian.

  1. BatasanDefinitif

Adab secara umum adalah segala aspek yang berkaitan dengan akhlaq yang baik, dan secara khusus maknanya adalah sastra atau suatu perkataan yang indah, dengan diksi yang tepat dan mampu mempengaruhi pendengar.

Maka dari definisi ini kita akan mengetahui bahawa syarat  dari suatu kata itu di sebut mengandung unsur adab atau sastra adalah

  • Susunan katanya bagus dan indah
  • Menggunakan diksi yang tepat
  • Kata-katanya dapat mempengaruhi emosional pendengar/pembaca

 

  1. Ruang Lingkup
               Dalam kajian ilmu adab kita akan membahas tentang sejarah perjalanan adab dari masa kemasa, kemudian mencoba mengenal tokoh-tokoh sastra yang berpengaruh di zamannya, serta mempelajari dan mengkaji karya-karya mereka.

 

  1. Manfaat

Segala sesuatu yang kita lakukan pastilah akan bermanfaat apabila kita mengetahui manfaat dan kegunaannya. Itulah kenapa mengetahui manfaat suatu ilmu akan menjadi bagian dari prinsip dasar suatu ilmu. Dan di antara  manfaat dari mempelajari ilmu adab adalah

  • Membuka sudut pandang dan pikiran dengan wawasan yang luas
    Seseorang yang mempelajari sastra akan mulai bertanya, menggali hal baru dan membangun wawasan serta intuisinya berkenaan dengan banyak hal yang berkaitan dengan peradaban manusia. Melalui sastra, kita pun dapat mempelajari banyak sudut pandang setiap orang.

 

  • Serasa hidup di setiap zaman

pada saat kita mempelajari sastra dari suatu Bahasa maka secara tidak langsung kita akan menyelami lautan karya sastra orang-orang terdahulu serta budaya dan sosiohistori dari sebuah karya. Sepanjang peradaban manusia sejak mengenal tulisan, maka sepanjang itulah seseorang yang belajar sastra dapat mempelajari peradaban manusia. Dinamika kehidupan manusia bergerak dalam lintas waktu yang unik dengan hasil peradabannya masing-masing. Karya sastra akan terus lahir di setiap zaman dan setiap tempat.

 

  • Membangun kemampuan berpikir kritis dan menghargai perbedaan

Ketika seseorang mempelajari ilmu adab, maka ia akan belajar pula untuk melihat dan membaca apa yang tersirat dari bacaannya. Selain itu, ia akan belajar menemukan simbol, menghubung-hubungkan suatu hal dengan hal yang lain, menemukan tema atau ide, mempelajari karakter.
Setidaknya beberapa hal tersebut menjadi dasar seseorang mengembangkan kemampuan kritisnya. Berpikir kritis pun belajar menerima perbedaan tanpa membohongi identitas diri sendiri. Sehingga melalui pemikiran yang terbuka, sastra dapat membuat seseorang menghargai perbedaan.

  • Meningkatkan kemampuan membaca sekaligus menulis

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa  “kita adalah apa yang kita makan”, maka “apa yang kita tulis adalah apa yang kita baca” . Jadi  mustahil rasanya bila kita ingin membuat karya tulis yang baik dan kita tidak pernah membaca karya yang baik. Dan semua karya tulis yang baik adalah penulis yang paham adab/sastra

  • lebih peka dengan persoalan kemanusiaan

Manusia yang sempurna adalah yang utuh dengan kekurangannya, dan hal ini hanya dapat di pahami oleh para sastrawan atau yang berkecimpung di dunia ilmu adab. Karna orang mendalami sastra akan alam bawa sadarnya terbiasa terjun dalam berbagai keadaan, situasi dan kondisi. Sehingga ketika  dia melihat sesuatu atau mendengar sesuatu emosinya akan reflek memberikan bayangan seolah-olah dia yang mengalami hal tersebut.

Penulis : Ustadz Faisal Alhabsyi (Bidang Kurikulum dan Akademik Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger