Tiga Nasihat Penting Imam Syafii

Bagikan artikel ini :

 

Siapa yang tidak kenal dengan Imam Syafii, setiap muslim di indonesia dan di dunia pasti tahu betul siapa Imam Syafii, beliau adalah pendiri sekaligus pemimpin Madzhab Syafii dalam ilmu fikih yang pengikutnya sudah mendunia, sebagaimana tiga pendiri madzhab yang lainnya, seperti Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, dan Madzhab Hanbali.

Dari beberapa kitab yang di karang oleh Imam Syafii salah satunya adalah kitab Ad Diwan, disana ada beberapa potongan sya’ir nasihat yang akan jadi pembahasan kita kali ini. Mari kita simak,

دَعِ الأَيّامَ تَفعَلُ ما تَشاءُ                        وَطِب نَفساً إِذا حَكَمَ القَضاءُ

“Biarkanlah waktu berjalan sebagaimana mestinya ** Lapangkanlah jiwa tatkala takdir telah berkata.”

Sya’ir diatas memberikan pesan agar pikiran kita tidak terfokuskan pada setiap peristiwa baik maupun buruk yang terjadi setiap harinya, karenanya jiwa seorang muslim harus terlahir sifat ridho atas ketentuan Allah untuk yang telah terjadi maupun yang akan datang, sebagaimana rukun iman yang enam, yang harus di yakini oleh seorang muslim.

وَلا تَجزَع لِحادِثَةِ اللَيالي                      فَما لِحَوادِثِ الدُنيا بَقاءُ

“Janganlah engkau takut atas mushibah di malam hari ** Karena musibah di dunia  tak satu pun yang bertahan abadi.”

Nasihat kedua ini memperkuat ma’na pesan pertama tadi, dengan meyakinkan pada seseorang yang telah mengalami suatu musibah, bahwa sebesar apa pun musibah yang terjadi tidak akan bertahan lama dan pasti akan berakhir.

Adapun cara menyikapi yang baik sesuai dengan tuntunan ayat al qur’an adalah dengan bersabar, sebagaimana termaktub dalam al qur’an,

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,(Al Baqarah:45).

Ayat ini merupakan inti kebahagian dan kekuatan muslim untuk bisa hidup di dunia, entah sebesar apapun cobaan  tidak akan mempengaruhinya bila dia telah bersabar, dan berlaku juga sebaliknya, sekecil apa pun itu suatu cobaan akan terasa berat dan membebani tatkala tidak disikapi dengan kesabaran.

وَكُن رَجُلاً عَلى الأَهوالِ جَلْداً               وَشِيْمَتُكَ السَماحَةُ وَالوَفاءُ

“Dan jadilah engkau lelaki sejati disetiap keadaan ** dan hiasilah dirimu dengan kelapangan dan kesetiaan.”

Syair yang ketiga ini, menjelaskan bahwa lelaki sejati adalah lelaki yang kuat atas setiap cobaan yang menimpanya, teguh dan berkepribadian tangguh, dia selalu menghiasi dirinya dengan sifat lapang dan tetap setia.

Pada setiap kondisi yang di alami, sifat seseorang cenderung berubah-ubah, dari perilaku yang biasanya pemurah bisa berubah menjadi sosok yang pemarah, dan begitu pun sosok yang senang menyantuni orang fakir pun bisa berubah menjadi sosok yang kikir.

Nasihat Imam Syafi’i ini menjelaskan pada kita bahwa seorang yang tangguh itu adalah seseorang yang tetap menjaga kepribadiannya, kesetiaannya ataupun kedermawanannya masih utuh walaupun diterjang dengan cobaan yang bertubi-tubi.

Wallahu a’alam bis showaab.

Penulis : Ustadz A. Muslim Nurdin, S.Pd (Mudir Pesantren MAQI)

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger