Akhlaq Mulia dalam Islam

Bagikan artikel ini :

Dienul Islam merupakan dien atau ajaran yang sangat menjunjung tinggi akhlaq, adab dan budi pekerti. Setiap perilaku yang mencerminkan akhlaq memiliki nilai tinggi disisi Allah, sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu “Alaihi wa Sallam Allah tinggikan derajatnya dari pada Nabi-nabi selainya, atas ketaqwaan dan akhlaq yang beliau miliki.

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.

Sehingga Allah jadikan beliau sebagai suri tauladan baik bagi umat manusia. Kerena setiap ucapan, perbuatan bahkan hingga diamnya Rasulullah merupakan contoh yang harus ditiru.

Bukan hanya tata cara beribadah saja yang harus diikuti, namun tata cara beliau bermuamalah, bergaul dan berkumpul dengan istri-istrinya pun tak ada yang sia-sia.

Oleh karena itu, akhlak yang luhur dan mulia termasuk perkara yang ditekankan dalam ajaran islam. Islam menekankan dan mendorong umatnya untuk berhias dengan akhlak yang sempurna.

Menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia lebih dicintai dari pada hiasan seseorang pada tubuhnya dengan segudang mutiara.

Keluhuran derajat orang yang berakhlaq mulia ditunjukkan melalui pesan Rasulullah, bahwa orang yang paling dekat tempat duduknya dengan Rasulullah pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaqnya,

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.” (HR. Tirmidzi no. 1941)

Ketika ibadah dilakukan seseorang, hal itu  dapat menjadikan ‘aqidah dan keimanannya semakin kokoh, dan seharusnya hal itu pun dapat menjadikan akhlaknya semakin baik. Hal ini sesuai dengan pesan yang disampaikan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi no. 1162)

Akhlaq yang baik berlaku kepada setiap orang muslim, tidak hanya ditunjukan kepada kalangan teman saja, melainkan pada kalangan musuh pun islam mengajarkan bagaimana caranya, seperti halnya ketika kondisi saat berperang, dll.

Wallahu A’lam Bis Showab

Penulis : Ustadz A. Muslim Nurdin, S.Pd (Mudir Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger