10 Kewajiban yang Tidak Boleh Ditinggalkan (1)

Bagikan artikel ini :

Kewajiban merupakan sebuah aspek dasar yang diciptakan untuk terwujudnya tatanan keadilan dan keseimbangan  bagi seluruh umat manusia, dimana hal tersebut harus dapat dilaksanakan dengan segenap kemampuan.

Sebagaimana kewajiban seorang muslim untuk melaksanakan sholat lima waktu,  kapan pun dan dimana pun dia berada kewajiban itu akan selalu terikat padanya. Begitu pula dengan konsekuensi yang akan diterima, maka siapa saja yang meniggalkan kewajiban tersebut  akan mendapatkan akibat yang sesuai.

Selain kewajiban tadi, ada 10 hal lain yang mesti dilakukan oleh seorang muslim, sebagaimana yang telah disebutkan oleh imam Abu laits As Samarqandi didalam kitabnya Tanbihul Ghofilin,

Yang pertama, hendaklah seorang muslim berdzikir ketika dia terbangun dari tidurnya, sebagaimana tertulis dalam Al Qur’an,

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَاِنَّكَ بِاَعْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِيْنَ تَقُوْمُۙ

Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu ketika engkau bangun,(At Thur:48)

Dalam ayat lain,

Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.(Al Ahzab: 41-42)

Yang kedua, hendaklah menutup aurat, sebagaimana firman Allah,

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid (Al A’raf:31)

Didalam ayat ini disebutkan “pakailah pakaian bagus” dan serendah-rendahnya pakaian yang terpenting adalah yang menutup aurat.

Yang ketiga, menyempurkan wudhu pada waktunya, sebagaimana firman Allah,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ… الآية

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku” (Al Maidah: 6)

Next artikel selanjutnya, part 2

Penulis : Ustadz A. Muslim Nurdin, S.Pd (Mudir Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger