Aqidah

Pengertian Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Mempelajari fondasi akidah yang benar mengantarkan setiap muslim pada keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Di tengah banyaknya golongan dan aliran yang menyimpang, umat Islam membutuhkan pegangan hidup yang murni dan lurus. Pegangan tersebut terangkum dalam manhaj yang kita kenal sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Makna Bahasa dan Istilah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Secara etimologi, kata Ahl berarti pengikut atau golongan. Kata As-Sunnah merujuk pada segala petunjuk yang Rasulullah ﷺ contohkan, baik berupa ucapan, perbuatan, maupun ketetapan. Sedangkan kata Al-Jama’ah berarti sekelompok orang yang berkumpul di atas kebenaran, yaitu para sahabat Nabi ﷺ dan generasi setelah mereka.

Secara istilah syariat, Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah golongan yang senantiasa berpegang teguh pada Sunnah Nabi ﷺ serta mengikuti jejak para sahabat secara konsisten. Mereka menolak segala bentuk bid’ah dan hawa nafsu yang bertentangan dengan dalil shahih. Kelompok ini menjadi tolok ukur kebenaran di tengah perpecahan umat.

Karakteristik Utama Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Golongan ini memiliki ciri khas yang sangat jelas dalam memahami ajaran agama Islam. Pertama, mereka menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber utama rujukan akidah serta ibadah. Kedua, mereka mendahulukan dalil wahyu di atas akal manusia ketika terjadi perbedaan pendapat.

Selanjutnya, Ahlus Sunnah wal Jama’ah senantiasa bersikap pertengahan (wasathiyah) di antara berbagai kelompok ekstrem. Sebagai contoh, mereka berada di tengah-tengah antara kaum Khawarij dan Murji’ah dalam menilai status pelaku dosa besar. Mereka juga bersikap adil terhadap para sahabat Nabi ﷺ tanpa melakukan pengkultusan berlebihan maupun pencacian.

Allah ﷻ memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk mengikuti jalan yang lurus ini melalui firman-Nya:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. (QS. Al-An’am: 153)

Berpegang Teguh pada Sunnah di Akhir Zaman

Rasulullah ﷺ menyadari bahwa umatnya akan menghadapi masa-masa penuh perpecahan dan perbedaan pendapat yang tajam. Oleh karena itu, beliau memberikan resep keselamatan agar kita selamat dari kesesatan. Dari Irbadh bin Sariyah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ memberikan nasihat yang sangat berharga:

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

Maka wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khulafa’ur Rasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham. (HR. Abu Dawud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Berdasarkan hadits yang Irbadh bin Sariyah رضي الله عنه sampaikan, keselamatan seorang mukmin terletak pada konsistensinya mengikuti Sunnah Nabi ﷺ. Kita tidak boleh membuat aturan baru dalam urusan ibadah yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

Kesimpulan

Memahami pengertian Ahlus Sunnah wal Jama’ah membimbing kita untuk meniti jalan keselamatan yang telah ditempuh oleh para salafus shalih. Kita wajib menjaga kemurnian akidah dengan merujuk pada pemahaman para sahabat Nabi رضي الله عنهم. Dengan demikian, kita akan terhindar dari berbagai pemikiran sesat yang menyesatkan manusia dari jalan Allah ﷻ.

Akhirnya, mari kita senantiasa memohon taufik kepada Allah ﷻ agar tetap istiqamah di atas manhaj yang hak ini. Semoga Allah ﷻ mewafatkan kita dalam keadaan memeluk Islam dan Sunnah secara sempurna. Keselamatan abadi di akhirat kelak hanya akan diraih oleh hamba-hamba yang mengikuti jejak Rasulullah ﷺ dengan benar.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger