Hadits

Pentingnya Refleksi Akhir Tahun bagi Seorang Muslim

Pergantian waktu merupakan sunnatullah yang seharusnya menjadi sarana evaluasi bagi setiap hamba yang beriman. Selain mengamati perubahan zaman, seorang muslim wajib merenungkan kualitas amal perbuatan yang telah ia lakukan selama setahun terakhir. Tanpa adanya kesadaran untuk melakukan muhasabah, kita akan mudah terlena dan menyia-nyiakan sisa usia yang Allah ﷻ berikan.

Hadits Tentang Memanfaatkan Waktu Sebelum Datang Penyesalan

Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما mengenai nasihat Rasulullah ﷺ untuk memperhitungkan modal usia kita:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu. (HR. Al-Hakim No. 7846, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 1077)

Perintah Al-Quran untuk Menatap Masa Depan Akhirat

Selanjutnya, Allah ﷻ memberikan instruksi secara langsung kepada setiap jiwa agar memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr: 18)

Oleh karena itu, ayat ini menjadi landasan syar’i yang sangat kuat untuk melakukan introspeksi diri secara berkala. Kemudian, setiap mukmin harus memeriksa lembaran amalnya agar bisa memperbaiki diri sebelum maut menjemput. Jadi, refleksi akhir tahun bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah kebutuhan iman untuk mengukur tingkat ketakwaan kita.

Meneladani Atsar Salaf dalam Muhasabah

Lalu, kita dapat merenungkan wasiat berharga dari Sahabat Umar bin Khattab رضي الله عنه yang sangat masyhur mengenai hisab mandiri. Beliau memberikan penekanan yang sangat dalam melalui perkataannya:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ

Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (oleh Allah), dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari kedahsyatan yang besar (hari kiamat). (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam Kitab Shifatul Qiyamah)

Padahal, banyak orang seringkali sibuk menghitung keuntungan duniawi saat momen penutupan tahun tiba. Dengan demikian, mengalihkan fokus pada hitungan pahala dan dosa merupakan ciri utama dari hamba yang cerdas.

Langkah Nyata Memperbaiki Diri

Pada akhirnya, evaluasi yang jujur akan melahirkan tekad yang kuat untuk berhijrah menuju kondisi yang lebih baik. Selain itu, memperbanyak istighfar atas kekurangan masa lalu akan menghapus noda-noda hitam di dalam hati. Sebaliknya, sikap acuh tak acuh hanya akan membuat seseorang mengulangi kesalahan yang sama pada tahun-tahun berikutnya. Oleh sebab itu, mari kita jadikan momentum pergantian waktu ini untuk memperbaharui niat dan meningkatkan amal saleh kita.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger