Ulumul Quran

Hakikat Wahyu

Cara Turunnya kepada Malaikat Jibril dan Rasulullah ﷺ

Keimanan kepada kitab-kitab Allah ﷻ merupakan rukun iman yang sangat mendasar bagi umat Islam. Kitab-kitab tersebut, termasuk Al-Qur’an, sampai kepada para nabi melalui sebuah jalur komunikasi ilahi yang disebut wahyu. Oleh karena itu, memahami hakikat wahyu dan proses turunnya akan semakin memperkuat keyakinan kita terhadap kebenaran risalah Islam.

Bagaimana Allah ﷻ Menurunkan Wahyu kepada Malaikat Jibril?

Malaikat Jibril alaihissalam merupakan utusan Allah ﷻ yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para nabi. Proses penerimaan wahyu oleh Malaikat Jibril dari Allah ﷻ memiliki gambaran yang sangat agung dan menggetarkan seluruh alam langit. ketika Allah ﷻ berfirman, seluruh malaikat akan merasakan ketakutan yang luar biasa karena kedahsyatan suara wahyu tersebut.

Nawwas bin Sam’an رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda mengenai agungnya proses ini:

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يُوحِيَ بِالأَمْرِ تَكَلَّمَ بِالْوَحْيِ أَخَذَتِ السَّمَاوَاتِ مِنْهُ رَجْفَةٌ أَوْ قَالَ رِعْدَةٌ شَدِيدَةٌ خَوْفًا مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَإِذَا سَمِعَ ذَلِكَ أَهْلُ السَّمَاوَاتِ صَعِقُوا وَخَرُّوا لِلَّهِ سُجَّدًا فَيَكُونُ أَوَّلُ مَنْ يَرْفَعُ رَأْسَهُ جِبْرِيلُ فَيُكَلِّمُهُ اللَّهُ مِنْ وَحْيِهِ بِمَا أَرَادَ ثُمَّ يَمُرُّ جِبْرِيلُ عَلَى الْمَلائِكَةِ كُلَّمَا مَرَّ بِسَمَاءٍ سَأَلَهُ مَلائِكَتُهَا مَاذَا قَالَ رَبُّنَا يَا جِبْرِيلُ فَيَقُولُ جِبْرِيلُ قَالَ الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ فَيَقُولُونَ كُلُّهُمْ مِثْلَ مَا قَالَ جِبْرِيلُ فَيَنْتَهِي جِبْرِيلُ بِالْوَحْيِ إِلَى حَيْثُ أَمَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Apabila Allah hendak mewahyukan suatu urusan, Dia berfirman melalui wahyu-Nya, maka langit-langit bergetar dengan keras karena takut kepada Allah Azza wa Jalla. Ketika penduduk langit mendengar hal itu, mereka pingsan dan tersungkur bersujud kepada Allah. Maka orang yang pertama kali mengangkat kepalanya adalah Jibril, lalu Allah berfirman kepadanya dengan wahyu-Nya sesuai apa yang Dia kehendaki. Kemudian Jibril melewati para malaikat, setiap kali melewati suatu langit, para malaikatnya bertanya: Apa yang difirmankan oleh Rabb kita, wahai Jibril? Jibril menjawab: Dia berfirman yang benar, dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Maka mereka semua mengucapkan seperti apa yang diucapkan Jibril, lalu Jibril menyampaikan wahyu tersebut sampai ke tempat yang Allah Azza wa Jalla perintahkan (HR. Al-Baihaqi dalam Kitab Al-Asma was Sifat, hadits ini dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah).

Cara Turunnya Wahyu kepada Rasulullah ﷺ

Setelah Jibril alaihissalam menerima wahyu, ia mengembban tugas untuk menyampaikannya kepada Rasulullah ﷺ. Proses penyampaian dari malaikat kepada manusia ini terjadi dalam beberapa cara yang berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan hikmah ilahi dan kondisi fisik serta spiritual Nabi Muhammad ﷺ saat menerimanya.

Aisyah رضي الله عنها meriwayatkan tentang bagaimana cara wahyu itu datang menemui Rasulullah ﷺ:

أَنَّ حَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِيَ الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ

Bahwa Harits bin Hisyam رضي الله عنه bertanya kepada Rasulullah ﷺ: Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu datang kepadamu? Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Kadang-kadang ia datang kepadaku seperti gemerincing lonceng, dan itulah yang paling berat bagiku, lalu ia terhenti dariku dan aku telah memahami apa yang ia katakan. Dan kadang-kadang malaikat menjelma kepadaku sebagai seorang laki-laki, lalu ia berbicara kepadaku, maka aku memahami apa yang ia katakan (HR. Bukhari dan Muslim).

1. Suara Seperti Gemerincing Lonceng

Cara pertama ini merupakan metode yang paling berat bagi fisik Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ harus mengerahkan seluruh kekuatan spiritualnya untuk menangkap pesan ilahi di balik suara gemerincing tersebut. Bahkan, tubuh beliau ﷺ akan bercucuran keringat yang sangat banyak meskipun wahyu turun pada musim yang sangat dingin.

2. Malaikat Menjelma Menjadi Seorang Laki-Laki

Cara kedua ini terasa lebih ringan bagi Rasulullah ﷺ secara fisik. Malaikat Jibril akan merubah wujudnya menjadi seorang manusia biasa agar komunikasi berjalan dengan lebih mudah. Setelah Jibril selesai berbicara dan menyampaikan pesan Allah ﷻ, Rasulullah ﷺ langsung menghafal seluruh ayat tersebut dengan sempurna.

Kesimpulan Pembahasan

Proses turunnya wahyu membuktikan bahwa Al-Qur’an diturunkan dengan penjagaan yang sangat ketat semenjak di alam langit. Allah ﷻ memilih cara-cara terbaik agar pesan suci ini sampai kepada Rasulullah ﷺ tanpa ada perubahan sedikit pun. Keagungan proses ini seharusnya membuat kita semakin bersyukur dan bersemangat untuk mempelajari serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger