Muhammad Menggembalakan Domba

Bagikan artikel ini :

Muhammad tidak mau menyulitkan pamannya yaitu Abu tholib. Sehingga ia mencari penghasilan dari pekerjaan yang dapat mencukupi untuk makannya., juga untuk membantu pamannya. Dan menggembalakan domba milik penduduk negri, adalah pekerjaannya. Dan menggembala domba adalah pekerjaan para nabi sebelum Muhammad.

Nabi muhammad bersabda : ” tidaklah Alloh mengutus nabi, kecuali menggembala domba…….” para sahabat bertanya ” begitu pula Engkau ? “ya” jawab Nabi.

Lalu, ketika muhammad berusia lima belas tahun, terjadi perang fijar. Perang ini terjadi pada bulan-bulan haram ( dzul qo’dah, dzul hijjah, muharrom, dan rajab), oleh karna itulah disebut dengan perang fijar.

Perang ini, adalah peperangan antara Kinanah dan juga Qois. Dan quraisy bergabung dengan pasukan kinanah. Dan keikutsertaan muhammad dalam perang itu, adalah dengan mengambil anak panah untuk paman-pamannya tembakan, dan kadang pula ikut dalam perang.  Perang ini berlangsung selama empat tahun, dan berakhir dengan sulhu (perdamaian) diantara kedua belah pihak.

Setelah selesai perang fijar, quraisy mengadakan hilful fudhul (sebuah perjanjian).

Yang mana dalam perjanjian ini, termaktub poin-poin penting : untuk melindungi kaum yang lemah, beserta melindungi kaum yang tertindas, sehingga aman seluruh manusia atas harta juga keluarga mereka. Dan dengan hilful fudhul ini, maka terangkatlah kedudukan quraisy diantara qabilah-qabilah di Arab. Dan ketika menyaksiakan kejadian ini, muhammad berusia dua puluh tahun.

Dan perjanjian ini telah meninggalkan bekas yang mendalam pada diri muhammad. Karna, itu adalah perjanjian kemanuasiaan, yang mengantarkan kepada kebaikan, dan keluhuran Akhlak. Bahkan  Nabi Muhammad pernah mengisahkan kejadian itu setelah diangkatnya menjadi Rosul. Ketika itu. Nabi bersabda :” sungguh benar-benar telah ku saksikan bersama dengan para pamanku, sebuah perjanjian dirumah Abdulloh bin Jud’aan……….. dan kalau aku diseru dalam islam, pasti akan kupenuhi seruan tersebut.

Penulis: Ustadz Nur Falah (Staff Pengajar Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Advertisment ad adsense adlogger