Sayur Mayur (1)

Bagikan artikel ini :

 

اَلْخَضْرَوَاتُ

Sayur mayur

(Bagian 1)

 

بَصَلٌ Bawang
بَطَاطِسٌ Kentang
كُرُنْبٌ Kol
خِيَارٌ Mentimun
بَاذِنْجَانٌ terong

 

penerapan mufradat dalam kalimat

 

يَصِيْرُ الْبَصَلُ غَالِيًا فِي الصَّيْفِ Bawang itu menjadi mahal dimusim panas
كَانَ الْبَطَاطِسُ كِيْلُو وَاحِدٌ بِسَبْعِ آلآفٍ Kentang itu satu kilonya tujuh ribu
كَانَ الْكُرُنْبُ يَنْبُتُ فِي قَرْيَتِي Kol itu tumbuh di kampung saya
لَا يَزَالُ الْخِيَارُ فِي الْمَطْبَخِ Mentimun itu masih berada di dapur
أَصْبَحَ الْبَاذِنْجَانُ نَمَى Terong itu tumbuh berkembang pada waktu pagi

Penulis : Ustadz Wildan Risalat (Bidang Kesantrian Pesantren MAQI) 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Advertisment ad adsense adlogger