Mengenal Kitab ‘Umdatul Ahkam

Bagikan artikel ini :

 

Kitab  ’Umdatul Ahkam atau lengkapnya عمدة الأحكام من كلام خير الأنام adalah kitab hadits ahkam (hadits-hadits hukum) yang disusun oleh Al-Hafizh Abdul Ghani al-Maqdisi (w. 600 H).

Kitab ini termasuk di antara kitab rujukan hadits di dalam bidang fiqih ibadah. Kitab ini mengumpulkan hadits-hadits yang mayoritasnya disepakati otentisitasnya oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim mengenai permasalahan fiqih, yang disusun secara sistematik mulai dari bab niat, bersuci (taharah), salat, zakat, puasa (Shaum), haji, warisan (faraidh) hingga permasalahan-permasalahan fiqih lainnya.

Imam Abdul Ghani al-Maqdisi juga kemudian mengumpulkan hadits-hadits hukum yang berasal dari enam kitab hadits yang lain, kitab ini disebut sebagai ’Umdatul Ahkam al-Kubra (yang besar).

 

Kitab Umdatul Ahkam ini diberikan penjelasan (syarah) oleh para ulama, di antaranya:

[1] Ihkamul Ahkam syarh ‘Umdatil Ahkam, oleh Ibnu Daqiqil Id as-Syafi’i al-Malikiy.

[2] Al-‘Uddah Hasyiyah ‘ala Ihkamul Ahkam Syarh ‘Umdatil Ahkam oleh Muhammad bin Sulaiman al-Amir Ash-Shan’ani.

[3] Al-‘Uddah fi Syarhi Al ‘Umdah fi Ahaditsil Ahkam, oleh ‘Alaauddin bin Daud As Syafi’iy.

[4] Al-I’laam bi Fawaidi Umdatil Ahkam, oleh Ibnu Mulaqqin.

[5] Al-Ilmam bi Syarhi ‘Umdatil Ahkam, oleh Isma’il Al-Anshari.

[6] Khulasotul Kalam ‘ala ‘Umdatil Ahkam, oleh Nashir bin Abdul Aziz Al Mubaarak.

[7] Syarah Umdatul Ahkam oleh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di

[8] Taisir ‘Alam Syarh ‘Umdatil Ahkam, oleh Syaikh Abdullah al-Bassam.

[9] Tanbihul Afham Syarh ‘Umdatil Ahkam, oleh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin.

[10] Syarh ‘Umdatil Ahkam, oleh Sa’ad bin Nashir bin Abdul Aziz.

[11] Zubdatul Afham bi Fawaaidi ‘Umdatil Ahkam, oleh Abu Usamah Salim bin ‘Ied al-Hilalli. Dan para ulama serta Masyaikh lainya.

 

 

Mengenal Penulis Kitab ‘Umdatul Ahkam.

Beliau adalah Al Imam Al Hafidz Taqiyyudin Abu Muhammad ‘Abdul Ghani bin ‘Abdul Wahid bin ‘Ali bin Surur Al Maqdisi Al Jama’ili Ad Dimasyqi As Shalihi Al hanbali.

Dilahirkan di Jama’il pada tahun 541 H suatau daerah dipegunungan Nablus bagian dari negeri Palestina dekat Baitul Maqdis, karenanya dinisbatkan ke Baitul Maqdis (Al Maqdisi). Kemudian keluarganya pindah ke Damaskus, setelah itu pindah ke di tepi gunung Qasiyun dan daerah ini dikenal dengan nama As Shalihiyah.

 

Imam Abdul Ghani Al Maqdisi tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang berilmu dan baik yang menyebarkan madzhab Hanbali di Syam.

 

Beliau bepergian untuk menimba ilmu dengan anak laki laki bibinya (sepupunya) yang bernama Syaikh Muwafaquddin ‘Abdullah bin Ahmad bin Qudamah Al maqdisi dikenal dengan Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisi penulis kitab fiqih yang terkenl dengan judul Al Mughni. Adapun Imam Abdul Ghani cenderung kepada ilmu Hadits adapaun Imam Ibnu Qudamah condong kepada ilmu Fiqih.

 

Aqidah kedua imam ini adalah aqidah salafus shalih ahlus sunnah wal jama’ah. Mereka mensifati Allah dengan apa yang Allah Ta’ala sifatkan dalam kitab-Nya tanpa menyelewengkan maknanya, tanpa menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya tanpa membagaimanakan dan tidakpula mengingkari sifat (menafikannya), sebagai bentuk pengamalan dari firman Allah ta’ala :

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. (QS As Syura : 11).

 

Para ulama banyak yang memuji kepada Imam Abdul Ghani rahimahullah diantaranya, Imam Ad Dzahabi rahimahullah berkata, “ Dalam segala hal al Hafidz ‘Abdul Ghani tergolong ahli agama, ahli ilmu dan ahli ibadah, mengatakan kebenaran dengan terang terangan dan kebaikannya sangatlah banyak.

 

Al Imam Abdul Ghani selalu membantu umat dengan ilmunya yang luas dan tulisan tulisannya yang lurus, senantiasa beribadah kepada Allah hingga datang kematian menjemputnya pada hari senin tanggal 23 Rabi’ul Awwl tahun 600 H dalam usia 59 tahun.

 

Beliau dimakamkan di pemakaman al Qurafah di Mesir. Banyak manusia yang menyaksikan jenazahnya dari kalangan para imam, pemimpin Negara dan selain mereka. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat Nya kepadanya, dan menempatkanya di Surga Nya. (di kutif dari kitab Siyar A’lam An Nubala dan beberapa kitab syarah Umdatul Ahkam)

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat (Musyrif Aam Pesantren MAQI)

Sumber : Kitab ‘Umdatul Ahkam

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger