Keutamaan Majelis Ilmu
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda: Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah ﷻ untuk membaca Kitab Allah ﷻ dan saling mempelajarinya, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah ﷻ menyebut mereka di hadapan para malaikat di sisi-Nya. (HR. Muslim no. 2699)
Majelis Ilmu, Taman bagi Hati
Hidup terasa sibuk dan melelahkan. Karena itu, hati kita butuh tempat untuk beristirahat dan mengisi bekal. Majelis ilmu menjadi tempat terbaik untuk itu. Di sana, kita belajar agama, mengingat Allah ﷻ, dan bertemu dengan orang-orang yang saling menasihati dalam kebaikan.
Hadits di atas menunjukkan betapa mulianya majelis ini. Selanjutnya, mari kita lihat empat keutamaan yang Allah ﷻ siapkan bagi orang yang menghadirinya.
Keutamaan Majelis Ilmu
1. Empat Kemuliaan Sekaligus
Hadits pembuka menyebutkan empat anugerah bagi mereka yang berkumpul untuk belajar Al-Qur’an dan ilmu agama.
Pertama, ketenangan (sakinah) turun ke dalam hati. Kedua, rahmat Allah ﷻ menyelimuti mereka. Ketiga, para malaikat mengelilingi majelis itu. Terakhir, Allah ﷻ menyebut nama mereka di hadapan para malaikat. Bayangkan, nama kita disebut oleh Rabb semesta alam. Tentu ini kehormatan yang sangat besar.
2. Allah ﷻ Memberi Tempat bagi yang Datang
Selain itu, Rasulullah ﷺ pernah menceritakan tiga orang yang mendatangi majelis beliau.
عَنْ أَبِي وَاقِدٍ اللَّيْثِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ فِي الْمَسْجِدِ وَالنَّاسُ مَعَهُ إِذْ أَقْبَلَ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ، فَأَقْبَلَ اثْنَانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَذَهَبَ وَاحِدٌ، قَالَ: فَوَقَفَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَرَأَى فُرْجَةً فِي الْحَلْقَةِ فَجَلَسَ فِيهَا، وَأَمَّا الْآخَرُ فَجَلَسَ خَلْفَهُمْ، وَأَمَّا الثَّالِثُ فَأَدْبَرَ ذَاهِبًا، فَلَمَّا فَرَغَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ قَالَ: أَلَا أُخْبِرُكُمْ عَنِ النَّفَرِ الثَّلَاثَةِ؟ أَمَّا أَحَدُهُمْ فَأَوَى إِلَى اللَّهِ فَآوَاهُ اللَّهُ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَاسْتَحْيَا فَاسْتَحْيَا اللَّهُ مِنْهُ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَأَعْرَضَ فَأَعْرَضَ اللَّهُ عَنْهُ
Dari Abu Waqid Al-Laitsi رضي الله عنه, ketika Rasulullah ﷺ duduk di masjid bersama para sahabat, datanglah tiga orang. Dua orang menghadap Rasulullah ﷺ dan satu orang pergi. Kedua orang itu berdiri di dekat Rasulullah ﷺ. Salah satunya melihat celah di halaqah lalu duduk di sana, sedangkan yang lain duduk di belakang mereka. Adapun orang ketiga, ia berpaling lalu pergi. Setelah selesai, Rasulullah ﷺ bersabda: Maukah kalian aku kabarkan tentang tiga orang itu? Yang pertama berlindung kepada Allah ﷻ, maka Allah ﷻ melindunginya. Yang kedua malu, maka Allah ﷻ malu kepadanya. Yang ketiga berpaling, maka Allah ﷻ berpaling darinya. (HR. Bukhari no. 66 dan Muslim no. 2176)
Dari hadits ini, kita belajar bahwa orang yang bersungguh-sungguh mendatangi majelis ilmu akan mendapat perlindungan Allah ﷻ. Sebaliknya, orang yang berpaling akan kehilangan kebaikan besar. Maka, jangan sia-siakan kesempatan duduk di majelis ilmu, sekecil apa pun tempat yang tersisa.
3. Bersabar Bersama Orang-orang Shalih
Di samping itu, Allah ﷻ memerintahkan Nabi-Nya ﷺ untuk bersama orang-orang yang menyeru Rabb mereka.
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
Bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Rabb mereka pada pagi dan petang hari dengan mengharap wajah-Nya. Janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena menginginkan perhiasan kehidupan dunia. (QS. Al-Kahfi: 28)
Ayat ini mengajarkan kita untuk betah bersama orang-orang yang mencintai ilmu dan ibadah. Dengan begitu, teman yang baik akan menguatkan iman kita, sementara godaan dunia perlahan menjauh.
4. Majelis yang Terjaga dengan Adab
Kemudian, keutamaan majelis ilmu akan terasa lengkap jika kita menjaga adabnya. Salah satu adab penting adalah memberi ruang bagi sesama.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: لَا يُقِيمُ الرَّجُلُ الرَّجُلَ مِنْ مَجْلِسِهِ ثُمَّ يَجْلِسُ فِيهِ، وَلَكِنْ تَفَسَّحُوا وَتَوَسَّعُوا
Dari Ibnu Umar رضي الله عنهما, Nabi ﷺ bersabda: Janganlah seseorang menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya lalu ia duduk di tempat itu. Akan tetapi, berlapang-lapanglah dan luaskanlah tempat duduk. (HR. Bukhari no. 6269 dan Muslim no. 2177)
Jadi, datanglah lebih awal, duduklah dengan tertib, dan dengarkan dengan penuh perhatian. Selain itu, catat faedah yang disampaikan guru agar ilmu tidak mudah hilang.
Cara Menghidupkan Majelis Ilmu
Lalu, bagaimana kita memulainya? Pertama, tetapkan jadwal rutin, misalnya sepekan sekali di masjid terdekat. Kedua, ajak keluarga dan sahabat agar semangat belajar semakin kuat. Ketiga, luruskan niat hanya untuk Allah ﷻ. Terakhir, amalkan apa yang telah kita pelajari.
Penutup
Singkatnya, majelis ilmu adalah taman bagi hati. Di dalamnya turun ketenangan, rahmat menyelimuti, malaikat mengelilingi, dan Allah ﷻ menyebut para hadirinnya. Oleh karena itu, mari kita hadiri majelis ilmu dengan semangat dan adab yang baik. Semoga Allah ﷻ memudahkan langkah kita menuju surga-Nya.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


