Jangan Bernapas di dalam Minuman

Bagikan artikel ini :

 

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ (رواه أبو داود والترمذي وقال الترمذي حديث حسن صحيح)
سنن أبي داود كتاب الأشربة, باب في النفخ والشراب, 4/114 الحديث 3728
وجامع الترمذي شرحه تحفة الأحوذي, أبواب الأشربة, باب ما جاء في كراهة النفخ في الشراب 6/11 الحديث 1950

Dari Abdullah Bin Abbas RA berkata: Rasulullah SAW telah melarang bernafas di dalam wadah air atau dengan meniup di dalamnya (HR Abu Dawud dan Tirmidzi dan berkata Tirmidzi hadits hasan shohih)

Sunan Abu Dawud, Kitab minuman, Bab tentang meniup di dalam minuman : 4/114 Hadits 3728.

Dan Jami’ At-Tirmidzi dengan syarah Tuhfatul Ahwadzi, Bab-bab minuman, Bab Apa yang dating dalam makruhnya meniup dalam minuman 6/11 Hadits 1950

Makna Mufrodat (Kosa Kata)

No Kosa kata Makna
1. اَلنَّفْخُ : Mengeluarkan hawa (udara) dari dalam mulut.
2. اَلتَّنَفُّسُ : Memasukkan udara ke dalam paru-paru dan mengeluarkan darinya.
3. اَلشَّرَابُ : Yang diminum, sepeti air dsb.
4. نَهَى : Melarang (mencegah), perintah meninggalkan # perintah melakukan
5. اَلإِنَاءُ : Tempat meletakkan makanan atau minuman.
6. يُتَنَفَّسُ : Kholid bernafas di dalam wadah, bernafas di dalam air
7. يُنْفَخُ :  Kholid meniup di dalam wadah, meniup di dalam air

Penjelasan Hadits

Nabi SAW mengajarkan umatnya adab ke-Islaman, dan di antaranya adalah cara yang baik untuk minum.

Beliau telah melarang meniup di dalam air dan bernafas di dalamnya. Hal itu disebabkan karena terkadang keluar dari mulut orang yang minum sesuatu yang akan menyebabkan ketidak senangan orang yang minum sesudahnya terhadap air dan bejananya (kendi).

Dan terkadang terjadi disebabkan meniup dan bernafas di dalam minuman, sesuatu yang membahayakan kesehatan.

Faidah Hadits

  1. Harus menjauh dari kebiasaan meniup dan bernafas di dalam minuman.
  2. Barangsiapa yang hendak bernafas ketika sedang minum maka hendaklah menjauhkan bejana dari mulutnya.
  3. Menjauhkan diri dari hal-hal yang membahayakan kesehatan.

Penerjemah : Ustadz Kurnia Lirahmat (Musyrif Aam Pesantren MAQI)

Diterjemahkan dari:
Kitab Hadits. Bab II (Silsilah Ta’limil Lughoh Al-Arabiyyah Level 2)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger