Etika Salam (2)

Bagikan artikel ini :

Hadist-Hadist:

  1. Mengucapkan salam merupakan hak sesama muslim

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ﷺ حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau bersabda, ”Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim)

  1. Siapa yang harus lebih dulu memberi salam?

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ  قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ  ﷺ لِيُسَلِّمْ اَلصَّغِيرُ عَلَى اَلْكَبِيرِ, وَالْمَارُّ عَلَى اَلْقَاعِدِ, وَالْقَلِيلُ عَلَى اَلْكَثِيرِ  (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: – وَالرَّاكِبُ عَلَى اَلْمَاشِي

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah yang kecil memberi salam pada yang lebih tua, hendaklah yang berjalan memberi salam pada yang sedang duduk, hendaklah yang sedikit memberi salam pada yang banyak.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan dalam Riwayat Muslim disebutkan, “Dan orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan.”

  1. Mengucapkan salam kepada sesama muslim sekalipun belum kita kenal

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَ ﷺ أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ  : تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash r.a: “Bahwa ada seorang yang bertanya kepada Rasûlullâh SAW, Apakah (amal dalam) Islam yang paling baik? Maka Rasûlullâh SAW bersabda, “(Yaitu) kamu memberi makan (orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang (Muslim) yang kamu kenal maupun tidak kamu kenal” (Muttafaqun ‘alaih)

وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ﷺ يُجْزِئُ عَنْ اَلْجَمَاعَةِ إِذَا مَرُّوا أَنْ يُسَلِّمَ أَحَدُهُمْ, وَيُجْزِئُ عَنْ اَلْجَمَاعَةِ أَنْ يَرُدَّ أَحَدُهُمْ  (رَوَاهُ أَحْمَدُ)

Dari ‘Ali r.a, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila sekelompok orang berjalan (melewati suatu kelompok), cukup seorang saja dari mereka yang mengucapkan salam dan cukup seorang dari suatu kelompok untuk menjawab salam.” (HR. Ahmad)

  1. Boleh menitipkan salam kepada sesorang

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَا عَائِشَةُ هَذَا جِبْرِيلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ قَالَتْ قُلْتُ وَعَلَيْهِ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ تَرَى مَا لَا نَرَى تُرِيدُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ تَابَعَهُ شُعَيْبٌ وَقَالَ يُونُسُ وَالنُّعْمَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ وَبَرَكَاتُهُ (رواه البخاري)

Dari Aisyah r.a, dia berkata; Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Aisyah, ini Jibril menyampaikan salam untukmu!.” Aisyah berkata, “Jawabku, “Wa’alihis salam warahmatullahi, Anda melihat apa yang tidak kami lihat.” Maksud Aisyah adalah Rasulullah SAW.” Hadits ini juga di perkuat oleh etika Syu’aib, Yunus dan An Nu’man mengatakan dari Az Zuhri ia menambahkan, “Wabarakatuh”. (HR. Bukhari)

  1. Ucapan salam itu merupakan berkah

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَا بُنَيَّ إِذَا دَخَلْتَ عَلَى أَهْلِكَ فَسَلِّمْ يَكُنْ بَرَكَةً عَلَيْكَ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِكَ (رواه الترمذي)

Dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah SAW berkata kepadaku, “Wahai anakku, jika kamu masuk menemui keluargamu, ucapkanlah salam, niscaya akan menjadi berkah bagimu dan bagi keluargamu.” (HR. Tirmidzi)

  1. Dianjurkan mengucapkan salam kepada anak kecil

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ مَرَّ عَلَى صِبْيَانٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ وَقَالَ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَفْعَلُهُ  (رواه البخاري)

Dari Anas bin Malik r.a, “Bahwa dia pernah melewati anak-anak kecil, lalu ia memberi salam kepada mereka dan berkata, “Nabi SAW juga biasa melakukan hal ini”. (HR. Bukhari)

  1. Boleh memberi salam kepada kumpulan lawan jenis

أَخْبَرَتْهُ أَسْمَاءُ بِنْتُ يَزِيدَ مَرَّ عَلَيْنَا النَّبِيُّ ﷺ فِي نِسْوَةٍ فَسَلَّمَ عَلَيْنَا (رواه أبوا داود)

Dari Asma binti Yazid mengabarkan kepadanya, “Nabi SAW melewati kami (kaum wanita) lalu mengucapkan salam kepada kami.” (HR. Abu Daud)

  1. Dianjurkan memberi salam ketika hendak berpisah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا انْتَهَى أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَجْلِسِ فَلْيُسَلِّمْ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ فَلْيُسَلِّمْ فَلَيْسَتْ الْأُولَى بِأَحَقَّ مِنْ الْآخِرَةِ (رواه أبوا داود)

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sampai pada suatu majelis hendaklah ia mengucapkan salam, dan jika akan bangkit (berpisah) hendaklah mengucapkan salam, dan tidaklah yang pertama itu lebih berhak dari yang terakhir.” (HR. Abu Daud)

  1. Tidak memberi salam kepada orang kafir

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ لَا تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلَا النَّصَارَى بِالسَّلَامِ فَإِذَا لَقِيتُمْ أَحَدَهُمْ فِي طَرِيقٍ فَاضْطَرُّوهُ إِلَى أَضْيَقِه (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian mendahului orang-orang Yahudi dan Nasrani memberi salam. Apabila kalian berpapasan dengan salah seorang di antara mereka di jalan, maka desaklah dia ke jalan yang paling sempit.” (HR. Muslim)

  1. Jawaban jika seorang Nashrani memberi salam

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ قَاعِدًا فِي أَصْحَابِهِ إِذْ مَرَّ بِهِمْ يَهُودِيٌّ فَسَلَّمَ فَلَمَّا مَضَى دَعَاهُ فَقَالَ كَيْفَ قُلْتَ قَالَ قُلْتُ سَامٌ عَلَيْكُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَقُولُوا عَلَيْكُمْ أَيْ مَا قُلْتُمْ (رَوَاهُ أَحْمَدُ)

dari Anas bin Malik berkata; “Tatkala Rasulullah SAW duduk di antara para sahabatnya ada seorang Yahudi yang lewat lalu mengucapkan salam. Tatkala Yahudi itu meneruskan jalannya, (Rasulullah SAW) memanggilnya dan bersabda, “Apa yang kau katakan?”. (Yahudi itu) menjawab, “Saya berkata; ‘kematian atas kalian'”. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Jika ada seorang ahli kitab mengucapkan salam pada kalian maka katakanlah, ‘Atas kalian'” yaitu apa yang kalian katakan”. (HR. Ahmad)

Inilah diantara adab-adab seputar salam dalam Islam. Mudah-mudahan artikel ini bisa menjadi manfa’at bagi penulisnya, pembacanya dan yang mengamalkannya. Aamiin..!!

Penulis : Ustadz Fairuuz Faatin (Bidang Perkantoran & Bendahara Pesantren MAQI

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger