Akhir Tahun dan Akhir Hayat

Bagikan artikel ini :

Setiap makhluq hidup seperti binatang, manusia, jin dan yang berjiwa pasti akan merasakan kematian, cepat ataupun lambat kematian akan datang kepada manusia sesuai dengan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’la dalam kitab “lauhil mahfudz”.

Kehidupan dunia merupakan bukan tempat dimana kita  tinggal, akan tetapi tempat dimana kita akan meninggal. Maka dari itu, kematian yang akan dialami setiap manusia memiliki dua kriteria yaitu, husnul khotimah (akhir baik) dan su’ul khotimah(akhir buruk).

Kematian adalah rahasia terbesar bagi umat manusia, karena tidak ada pemegang kunci rahasia kematian kecuali Allah SWT. Untuk itu peringatan tentang kematian, selayaknya disambut oleh introspeksi diri sekaligus usaha  demi mempersiapkan diri agar mati hanya dalam keadaaan taat kepada  Allah SWT.

Seorang mukmin yang senantiasa mencari keridhoan Allah, ketika datang kematian, senantiasa pula sangat merindukan pertemuannya dengan Allah SWT, maka kematian yang dia alami akan dipermudah jalannya.

Berbeda dengan orang kafir, ketika kematian datang kepadanya maka yang ada hanyalah kebencian dan Allah pun benci berjumpa dengannya, begitu pula dengan proses kematiannya akan mengalami kesulitan, kehinaan dan rasa sakit yang bertubi-tubi.

Sebagaimana yang Rasulullah SAW sabdakan :

عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ ، أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ ، وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ ، كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ فَقُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ؟ فَكُلُّنَا نَكْرَهُ الْمَوْتَ ، فَقَالَ : لَيْسَ كَذَلِكِ ، وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا بُشِّرَ بِرَحْمَةِ اللَّهِ وَرِضْوَانِهِ وَجَنَّتِهِ ، أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ ، فَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ ، وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا بُشِّرَ بِعَذَابِ اللَّهِ وَسَخَطِهِ ، كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ ، وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

Dari [‘Aisyah] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa senang berjumpa dengan Allah, maka Allah pun senang berjumpa dengannya dan barangsiapa yang benci berjumpa dengan Allah, maka Allahpun benci berjumpa dengannya.” Lalu aku bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah itu maksudnya juga benci kepada kematian, padahal setiap kita membenci kematian?” Beliau bersabda: “Bukan begitu, tetapi seorang mukmin apabila telah diberi kabar gembira dengan rahmat dan ampunan Allah, ia senang berjumpa dengan Allah dan Allah pun senang berjumpa dengannya. Dan sesungguhnya orang kafir apabila telah diberi kabar dengan siksa Allah dan amarah-Nya, maka ia benci berjumpa dengan Allah dan Allah pun benci berjumpa dengannya.”

Adapun moment akhir tahun dan moment akhir hayat tentu sangat berbeda sekali, biasanya ketika seseorang berada diakhir tahun akan ia jumpai dengan rasa suka cita dan pesta pora, berbeda jauh ketika menusia berada pada akhir hayatnya, maka banyak dari mereka yang lalai dan lupa membekali dirinya dengan amalan sholih.

Kewajiban kita adalah senantiasa selalu mempersiapkan amalan sholih dan mengerjakan amalan sunnah, karena yang demikian lebih dicintai Allah. Hikmah disembunyikannya kematian dari mata manusia agar senantiasa selalu mempersiapkan diri dengan kebaikan dari kematian yang datang secara mendadak.

Wallahu A’lam Bis Showab

Penulis : Ustadz A. Muslim Nurdin, S.Pd (Mudir Pesantren MAQI)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger