Adab dalam Berjalan

Bagikan artikel ini :

Kehidupan manusia diatur oleh tuntunan kitab suci Al-quran dan hadits begitupun cara berjalan ada aturannya dengan adanya tata krama yang dicontohkan dan diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW diantara adab-adab tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tidak melihat sekeliling
Dadal hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Abu Hurairah ra. Beliau berkata :


اتَّبَعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَخَرَجَ لِحَاجَتِهِ فَكَانَ لَا يَلْتَفِتُ فَدَنَوْتُ مِنْهُ فَقَالَ ابْغِنِي أَحْجَارًا أَسْتَنْفِضْ بِهَا أَوْ نَحْوَهُ وَلَا تَأْتِنِي بِعَظْمٍ وَلَا رَوْثٍ فَأَتَيْتُهُ بِأَحْجَارٍ بِطَرَفِ ثِيَابِي فَوَضَعْتُهَا إِلَى جَنْبِهِ وَأَعْرَضْتُ عَنْهُ فَلَمَّا قَضَى أَتْبَعَهُ بِهِنَّ. (رواه البخاري)

“Aku mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat beliau keluar untuk buang hajat, dan beliau tidak menoleh (ke kanan atau ke kiri) hingga aku pun mendekatinya. Lalu Beliau bersabda: “Carikan untukku batu untuk aku gunakan beristinja’ dan jangan bawakan tulang atau kotoran hewan.” Lalu aku datang kepada beliau dengan membawa kerikil di ujung kainku, batu tersebut aku letakkan di sisinya, lalu aku berpaling darinya. Setelah selesai beliau gunakan batu-batu tersebut.” (HR.Al-Bukhari (no.151)).
Pelajaran yang diambil :
– Hendaknya bagi orang yang berjalan agar tidak menoleh (ke kanan atau kiri) kecuali ada keperluan untuk menoleh
– Haramnya melihat aurat orang lain
2. Berjalan dengan tawadu’


بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي فِي حُلَّةٍ، تُعْجِبُهُ نَفْسُهُ، مُرَجِّلٌ جُمَّتَهُ، إِذْ خَسَفَ اللَّهُ بِهِ، فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ

“Ketika seorang laki-laki berjalan dengan pakaian yang membuat dirinya bangga, menata rambut belakangnya sampai bahu, seketika itu Allah merendahkannya, maka ia akan tenggelam sampai hari kiamat.” (HR. Imam al-Bukhari dari Abu Hurairah)
Pelajaran yang diambil :
– Larangan sombong dan berbangga diri
– Adanya hari kiamat
– Adanya siksaan pada hari kiamat
3. lebih berhak menyampaikan salam
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُسَلِّمُ الصَّغِيرُ عَلَى الْكَبِيرِ ، وَالْمَارُّ عَلَى الْقَاعِدِ ، وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ

“Yang muda hendaklah memberi salam pada yang tua. Yang berjalan (lewat) hendaklah memberi salam kepada orang yang duduk”
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُسَلِّمُ الرَّاكِبُ عَلَى الْمَاشِى ، وَالْمَاشِى عَلَى الْقَاعِدِ ، وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِير

“Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam pada orang yang berjalan. Orang yang berjalan memberi salam kepada orang yang duduk. Rombongan yang sedikit memberi salam kepada rombongan yang banyak”.” (HR. Bukhari no. 6233 dan Muslim no 2160)
Pelajaran yang diambil :
– Dianjurkanya mengucapkan salam
– Menghormati orang lain
– Berkumpul dalam kebaikan dan kasih saying
4. Menyampaikan salam kepada semua orang muslim
Imam Bukhari Meriwayatkan dari Abdullah bin amr ra. :

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّ

عَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامِ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنَ لَمْ تَعْرِفْ

 

Ada yang bertaya kepada Nabi: Islam manakah yang lebih baik? Nabi menjawab: “memberi makan dan memberi salam baik kepada orang yang kamu kenal atau tidak”. ‎‏(HR Bukhari)
5. Mengucapkan salam kepada adank kecil
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّهُ مَرَّ عَلَى صِبْيَانٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ وَقَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُهُ

“Sesungguhnya Anas bin Malik berjalan melewati anak kecil, kemudian beliau mengucapkan salam kepada mereka.” Anas berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dulu biasa melakukannya.” (HR. Bukhari)
6. Menyingkirkan sesuatu yang menggagu di jalan

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيْقٍ وَجَدَ غُصْنِ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيْقِ فَأَخَّرَهُ فَشَكَرَ اللهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ

“Ketika seorang pria melewati sebuah jalan, (tiba-tiba) ia mendapatkan sebuah ranting duri di tengah jalan, lalu iapun menyingkirkannya, maka Allah mensyukurinya dan mengampuni dosanya” (HR. Bukhari)
7. Menghindari cara berjalan perempuan bagi laki-laki atau sebaliknya

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Artinya : “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang meyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhari)
8. Berjalan dengan tenang ketika hendak kemasjid untuk melaksanakan sholat
Dari abu Hurairah bahwasannya Rosulullah SAW bersabda :


إِذَا ثُوِّبَ لِلصَّلَاةِ فَلَا تَأْتُوهَا وَأَنْتُمْ تَسْعَوْنَ وَأْتُوهَا وَعَلَيْكُمْ السَّكِينَةُ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا كَانَ يَعْمِدُ إِلَى الصَّلَاةِ فَهُوَ فِي صَلَاةٍ

“Jika iqamat shalat telah dikumandangkan, maka janganlah kalian datang sambil berlari, namun datanglah dengan tenang, apa yang kalian dapatkan dari shalat maka ikutilah, dan apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah, sebab bila salah seorang diantara kalian pergi untuk mendirikan shalat, maka hal itu telah dihitung dalam shalat.” (HR. Al-Bukhari)
9. Janganlah seorang Wanita memukulkan kakinya untuk menampakkan perhiasannya

…وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّۗ وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ (النور : 31)

“Dan janganlah mereka (para Wanita) memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”
10.

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Wanita mana saja yang menggunakan parfum, lalu ia melewati suatu kaum agar mereka mencium aromanya, maka wanita tersebut adalah wanita pezina”. (HR Tirmidzi)
Pelajaran yang diambil :
– Haramnya Wanita memakan farpum
– Syariat farpum yang tidak memiliki wangi bagi Wanita
– Zinah mata adalah melihat sesuatu yang diharamkan syariat

Penulis : Ustadz Sihabudin (Admin Program Online Pesantren MAQI) 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger