Iman Kepada Kitab-Kitab

Bagikan artikel ini :

Iman kepada kitab adalah salah satu rukun dari rukun-rukun iman, tidak adanya keimanan kita terhadap kitab-kitab, maka rusak jadinya iman itu. Kitab-kitab disini yaitu kitab suci samawi, atau yang Alloh turunkan kepada Rosul-rosulNya. Alloh berfirman

لَيْسَ الْبِرَّاَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ

وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ

Artinya : Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi….(al-baqoroh:177)

Cara-cara wahyu datang

Ada beberapa cara sebuah wahyu disampaikan kepada nabi-nabi ;

  1. Mimpi yang benar. Seperti yang terjadi kepada nabi muhammad sebelum beliau menjadi Rosul, melihat dalam mimpi berturut-turut seperti fajar menyingsing. Atau juga apa yang dimimpikan nabi ibrohim untuk menyembelih anak yang beliau sayangi, yaitu ismail alaihi salam.
  2. Wahyu yang ditiupkan kedalam jiwa nabi. Pernah terjadi suatu kejadian yang diabadikan dalam sebuah riwayat, bahwa jibril meniupkan kedalam hati nabi muhammad sebuah wahyu yang berisi ” tidak akan wafat anak adam, sampai rizkinya disempurnakan….”
  3. Alloh menyampaikan wahyu kepada rosul dari balik hijab (penghalang)atau tidak bertatapan langsung. Seperti yang dialami nabi musa alaihi salam.
  4. Disampaikan melalui malaikat jibril. Disampaikan oleh jibril dalam bentuk aslinya, atau brubah menyerupai manusia.

 

Meyakini telah terjadi perubahan pada kitab-kitab sebelumnya

Kitab-kitab samawi sebelum al-quran, telah banyak mengandung perubahan, baik penambahan atau pengurangan, sesuai dengan kebutuhan nafsu penganutnya. Mereka mengatakan bahwa kitab mereka adalah kitab wahyu, sementara dengan sadar mereka mengubah banyak isi dari kitab tersebut.

Atau ada juga wahyu yang tidak sampai pada kita, seperti shuhuf ibrohim, juga zabur nabi daud alaihi salam.

 

Iman kepada quran dan kitab samawi sebelumnya

Untuk kitab-kitab sebelum al-quran, cukup kita mengimani bahwa, pernah turun kitab wahyu yang benar pada waktunya, namun setelah quran menjadi kitab suci terakhir, kita tidak boleh mengamalkan apa yang ada dalam kitab-kitab tadi, karna quran telah sangat sempurna.

Al-quran adalah kalamulloh (firman Alloh), yang diturunkan kepada rosulnya (muhammad) dengan menggunakan lafadz berbahasa arab, dan diganjar ibadah untuk membacanya, disampaikan secara mutawatir yang ditulis dalam mushaf.

 

Oleh: Ustadz Nurfalah (Staff Pengajar Pesantren MAQI)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Advertisment ad adsense adlogger