Metode Akhlak dan Tasawuf dalam Pendidikan Islam

Bagikan artikel ini :

Metode Akhlak dan Tasawuf dalam Pendidikan Islam

Metode adalah suatu cara, jalan atau langkah yang digunakan atau tempuh untuk menyampaikan pendidikan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat normatif kepada anak didiknya. Berkaitan dengan metode pendidikan yang dapat diterapkan dalam akhlak dan tasawuf, ada beberapa cara atau metode yang sangat cocok untuk diterapkan, diantaranya adalah:

  1. Metode Keteladanan (Uswatun Hasanah)

Pendidikan keteladanan berarti pendidikan dengan memberikan watak, baik berupa tingkah laku, sifat, cara berfikir dan sebagainya. Banyak ahli pendidikan yang berpendapat bahwa dalam pendidikan dengan keteladanan merupakan metode yang paling berhasil guna. Hal ini karena dalam belajar orang pada umumnya lebih mudah menangkap yang konkrit ketimbang yang abstrak. Secara naluri manusia cenderung melakukan imitasi terhadap pola tingkah laku orang-orang disekitarnya.

Keteladanan ini merupakan salah satu media yang besar pengaruhnya kepada jiwa peserta didik, karena secara langsung ia dapat mendengar dan melihatnya yang secara tidak sadar hal itu telah diinternalisasikan dalam dirinya. Dalam metode peneladanan ini ada dua macam cara yaitu: sengaja dan tidak sengaja. Keteladanan yang tidak sengaja adalah keteladanan dalam keilmuwan, kepemimpinan, sifat keikhlasan. Sedangkan keteladanan yang disengaja adalah memberikan contoh membaca yang baik dan melakukan sholat yang benar.

  1. Metode pembiasaan

Pembiasaan merupakan proses pemahaman kebiasaan. Yang dimaksud kebiasaan (Habit) ialah cara- cara yang bertindak yang Persistent Uniform, hampir- hampir otomatis (hampir-hampir tidak disadari oleh perilakunya).70 Perbuatan kebiasaan ini menurut Whetherington melalui dua cara: Pertama dengan cara pengulangan dan Kedua dengan disengaja dan direncanakan. Membentuk adab kebiasaan segala perbuatan baik atau buruk menjadi suatu kebiasaan karena faktor “kesukaran hati kepada suatu pekerjaan dan menerima kesukaran itu dengan melahirkan suatu perbuatan dan dengan diulangulang secukupnya”.

Disamping itu pembiasaan juga harus memproyeksikan terbentuknya mental dan akhlak yang lemah lembut untuk mencapai nilai-nilai akhlak. Pendidikan lewat pembiasaan tidak hanya mempunyai permasalahan yang sesederhana itu. Menurut konsep pendidikan yang ideal, pembiasaan yang diiringi oleh pengetahuan yang cukup adalah kesalahan yang sangat fatal. Adapun tujuan pembiasaan ini adalah menanamkan kecakapan kecakapan berbuat dan mengucapkan sesuatu, agar cara-cara yang tepat dapat dikuasai oleh si terdidik.

Penulis: Paisal Ahmad Akbar (Web Administrator)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Advertisment ad adsense adlogger