Al-Quran

Menjaga Kehormatan dan Kesucian Diri

Perisai Kemuliaan Seorang Muslim

Menjaga kehormatan dan kesucian diri merupakan salah satu perintah utama dalam ajaran Islam. Di samping itu, sifat iffah atau menahan diri dari hal yang haram menjadi tanda kemurnian iman seorang hamba. Oleh karena itu, Al-Qur’an memberikan panduan yang sangat jelas agar setiap Mukmin mampu menjaga martabatnya di hadapan Allah ﷻ maupun manusia.

Perintah Menjaga Pandangan dan Kemaluan

Secara mendasar, penjagaan kesucian diri bermula dari kemampuan seseorang dalam mengendalikan pandangan matanya. Selain itu, Allah ﷻ memerintahkan kaum laki-laki dan perempuan beriman untuk selalu memelihara kemaluan mereka dari perbuatan keji. Maka dari itu, menjaga pandangan merupakan langkah awal yang sangat krusial guna menghindari jeratan syahwat yang menyesatkan.

Allah ﷻ berfirman dalam ayat-Nya:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. An-Nur: 30)

Larangan Mendekati Perbuatan Zina

Selanjutnya, Islam tidak hanya melarang perbuatan zina secara langsung, namun juga melarang segala hal yang mendekatinya. Tentu saja, pergaulan bebas dan khalwat menjadi pintu masuk yang sangat berbahaya bagi kerusakan kehormatan seseorang. Di samping itu, Allah ﷻ menyematkan predikat buruk bagi siapa saja yang terjerumus ke dalam jalan yang sangat hina ini.

Allah ﷻ mengingatkan hal tersebut melalui firman-Nya:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Isra: 32)

Keutamaan Menjaga Diri dari Fitnah Dunia

Bukan hanya perintah dalam Al-Qur’an, namun Rasulullah ﷺ juga memberikan jaminan surga bagi hamba yang mampu menjaga lisannya dan kemaluannya. Beliau ﷺ sangat menekankan pentingnya integritas moral ini di tengah gempuran fitnah akhir zaman yang semakin berat. Oleh sebab itu, seorang Muslim harus memiliki prinsip yang kuat agar tidak mudah goyah oleh rayuan hawa nafsu.

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

Barangsiapa memberikan jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara dua tulang rahangnya (mulut/lisan) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan), niscaya aku menjamin surga baginya. (HR. Bukhari).

Doa Memohon Kesucian Diri

Supaya kita tetap teguh di atas jalan kesucian, maka kita perlu senantiasa memohon bantuan serta perlindungan dari Allah ﷻ. Memang benar bahwa usaha manusia memiliki batasan, akan tetapi kekuatan doa dapat menembus segala rintangan hati. Rasulullah ﷺ sendiri selalu memanjatkan doa agar Allah ﷻ memberikan ketakwaan serta sifat iffah kepada beliau.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ sering berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri (dari hal-hal yang haram), dan kecukupan. (HR. Muslim).

Kesimpulan

Pada akhirnya, menjaga kehormatan diri adalah investasi jangka panjang untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Melalui penjagaan kesucian yang ketat, maka kehormatan keluarga dan martabat umat akan tetap terlindungi dengan baik. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menghiasi diri dengan rasa malu dan ketaatan kepada setiap perintah-Nya.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger