Sabar Dalam Berbagai Kondisi
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنَسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Pertama-tama, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah ﷻ atas segala limpahan nikmat-Nya. Selanjutnya, marilah kita meningkatkan kualitas ketakwaan dengan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi seluruh larangan-Nya. Perlu ana sampaikan bahwa kehidupan dunia ini tidak pernah lepas dari berbagai macam ujian dan cobaan. Sifat manusia seringkali merasa sempit ketika menghadapi kesulitan ataupun ujian nikmat yang melalaikan. Oleh karena itu, Islam mengajarkan sifat sabar sebagai pilar utama untuk menjaga keteguhan iman seorang mukmin. Menguasai diri melalui kesabaran akan mengantarkan hamba meraih kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah ﷻ.
Hakikat Sabar dalam Menghadapi Ketentuan Allah
Di sisi lain, sabar mencakup ketahanan jiwa dalam menjalankan ketaatan, menjauhi maksiat, serta menerima takdir pahit. Seseorang yang memiliki kesabaran kuat tidak akan mudah mengeluh ketika musibah datang menimpa kehidupannya. Oleh sebab itu, ia selalu meyakini bahwa setiap ketetapan Allah ﷻ mengandung hikmah besar bagi kebaikan akhiratnya. Allah ﷻ menjanjikan pahala tanpa batas bagi hamba-hamba-Nya yang sabar menghadapi segala benturan hidup.
Allah ﷻ menegaskan keutamaan orang-orang yang sabar dalam Al-Qur’an melalui firman-Nya:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بَيْرَ حِسَابٍ
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (QS. Az-Zumar: 10).
Maka dari itu, marilah kita latih hati kita agar senantiasa berlapang dada dalam menerima setiap ketentuan Sang Pencipta. Kita tentu sangat mengharapkan curahan pahala tanpa batas tersebut saat menghadap Allah ﷻ kelak.
Keajaiban Perkara Seorang Mukmin yang Sabar
Selanjutnya, Rasulullah ﷺ memberikan pandangan yang sangat menakjubkan mengenai kondisi psikologis seorang mukmin sejati. Hidup seorang mukmin selalu bernilai kebaikan dalam situasi apa pun, baik saat senang maupun saat susah. Oleh karena itu, rasa syukur mendominasi saat ia mendapat kelapangan, sedangkan kesabaran menaungi hatinya saat ia tertimpa kesulitan. Keseimbangan jiwa ini menjadi rahasia ketenangan batin yang tidak akan dipahami oleh orang-orang yang ingkar.
Suhaib رضي الله عنه meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ yang sangat indah mengenai hal tersebut:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, karena seluruh urusannya adalah kebaikan. Dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun selain orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya (HR. Muslim).
Oleh sebab itu, mari kita jadikan teladan hadits mulia ini sebagai pegangan hidup di tengah dinamika dunia. Sikap qanaah dan sabar akan mengubah setiap ujian berat menjadi ladang pahala yang melimpah.
Pertolongan Allah Datang Bersama Kesabaran
Kemudian, kita harus menyadari bahwa jalan menuju kemenangan dan solusi dari setiap masalah selalu berdampingan dengan kesabaran. Seseorang yang tergesa-gesa dan mudah putus asa justru akan menjerumuskan dirinya ke dalam kerugian yang nyata. Oleh sebab itu, keteguhan hati dalam menghadapi proses panjang kehidupan menjadi kunci pembuka pintu kemudahan. Allah ﷻ membersamai hamba-hamba-Nya yang sabar dengan pertolongan dan penjagaan yang tidak pernah putus.
Abubakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه dan para sahabat lainnya selalu menjadikan kesabaran sebagai perisai dalam menghadapi intimidasi kafir Quraisy. Allah ﷻ berfirman untuk meneguhkan hati orang-orang beriman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS. Al-Baqarah: 153).
Maka dari itu, marilah kita kuatkan ikatan kita dengan shalat dan sabar ketika menghadapi berbagai macam persoalan hidup. Semoga Allah ﷻ menetapkan hati kita di atas jalan ketaatan hingga akhir hayat kita.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah ﷻ,
Sebagai kesimpulan, marilah kita meyakini bahwa kesabaran adalah penopang utama keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Kita tidak boleh membiarkan keluh kesah merusak nilai ibadah yang telah kita bangun dengan susah payah. Selanjutnya, marilah kita saling menguatkan di dalam keluarga untuk menghadapi segala ujian zaman dengan tegar. Oleh karena itu, mari kita hiasi hari-hari kita dengan kesabaran dan rasa syukur yang tulus kepada Allah ﷻ.
Akhirnya, marilah kita tundukkan kepala sejenak untuk memohon kepada Allah yang Maha Kuasa agar melimpahkan kesabaran yang luas kepada kita.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

