Ilmu Hadits

Hadits Maqlub

Tertukarnya Nama Rawi atau Redaksi Matan

Pernahkah seseorang salah menyebut dua nama yang mirip? Ternyata, kekeliruan serupa bisa terjadi dalam periwayatan hadits. Karena itu, para ulama menyusun pembahasan khusus yang mereka namakan hadits maqlub. Nah, artikel ini mengajak kita mengenal pengertian, jenis, contoh, dan hukumnya dengan bahasa yang ringan.

Pengertian Hadits Maqlub

Secara bahasa, maqlub berarti terbalik atau tertukar. Adapun menurut istilah, hadits maqlub ialah hadits yang rawi atau redaksi matannya tertukar. Penukaran itu terjadi karena rawi mendahulukan atau mengakhirkan sebagian lafaz.

Kekeliruan ini bisa menimpa dua bagian hadits, yaitu sanad (jalur para rawi) dan matan (redaksi hadits). Oleh sebab itu, ulama membagi hadits maqlub menjadi dua jenis.

Jenis-Jenis Hadits Maqlub

Maqlub pada Sanad

Pada jenis pertama, nama rawi tertukar di dalam rantai sanad. Misalnya, seorang rawi menyebut Murrah bin Ka’ab, padahal yang benar ialah Ka’ab bin Murrah. Dengan kata lain, nama anak dan nama ayah saling bertukar. Selain itu, ada pula rawi yang mengganti seorang rawi dengan rawi lain yang selevel. Akibatnya, jalur hadits menjadi berubah.

Maqlub pada Matan

Pada jenis kedua, redaksi hadits yang tertukar. Contoh terbaiknya ada pada hadits tentang tujuh golongan yang mendapat naungan Allah ﷻ. Perhatikan lafaz berikut dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda: Ada tujuh golongan yang Allah ﷻ naungi pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya: pemimpin yang adil; pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Rabbnya; laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya; laki-laki yang diajak berzina oleh wanita bangsawan lagi cantik, lalu ia berkata: Sungguh aku takut kepada Allah; laki-laki yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya; dan laki-laki yang berdzikir kepada Allah dalam kesendirian, lalu kedua matanya basah oleh air mata. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sekarang, bandingkan dengan lafaz dalam salah satu riwayat Muslim dari sahabat yang sama:

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ

Dan laki-laki yang bersedekah lalu menyembunyikannya, hingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kirinya. (HR. Muslim)

Sekilas, kedua lafaz tampak mirip. Namun, kata tangan kanan dan tangan kiri saling bertukar tempat. Para ulama menjelaskan bahwa rawi keliru pada lafaz Muslim ini, sedangkan lafaz Al-Bukhari yang benar. Alasannya jelas: tangan kananlah yang biasa memberi, sehingga tangan kiri yang tidak boleh tahu.

Hukum Hadits Maqlub

Hukum hadits maqlub bergantung pada penyebabnya. Ada tiga keadaan yang perlu kita bedakan.

1. Keliru Tanpa Sengaja

Rawi yang keliru tanpa sengaja tidak berdosa. Meski demikian, riwayatnya yang keliru tidak dapat menjadi hujjah. Sementara itu, hadits aslinya tetap shahih selama ada jalur lain yang benar. Jika kekeliruan sering terulang, ulama menilai hafalan rawi tersebut lemah.

2. Sengaja untuk Mengelabui

Sebagian rawi menukar sanad agar haditsnya tampak unik dan menarik perhatian. Perbuatan ini haram karena mengandung penipuan. Bahkan, sebagian ulama menggolongkannya sebagai pemalsuan hadits.

3. Sengaja untuk Menguji Hafalan

Para ulama membolehkan cara ini dengan satu syarat penting. Penguji harus meluruskan kekeliruan itu sebelum majelis bubar. Dengan demikian, tidak ada yang mengira hadits yang tertukar itu benar.

Kisah masyhur Imam Al-Bukhari di Baghdad menggambarkan hal ini. Sepuluh ulama menyiapkan seratus hadits yang sanad dan matannya sengaja mereka tukar. Setelah mendengarkan semuanya, Imam Al-Bukhari mengembalikan tiap hadits ke bentuk aslinya. Kisah ini tercatat dalam Tarikh Baghdad karya Al-Khatib Al-Baghdadi.

Pelajaran dari Hadits Maqlub

Pertama, hadits maqlub menunjukkan betapa telitinya para ulama menjaga sunnah Nabi ﷺ. Mereka memeriksa nama rawi dan urutan kata dengan sangat cermat.

Kedua, kita wajib berhati-hati sebelum menerima dan menyebarkan kabar. Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. (QS. Al-Hujurat: 6)

Ketiga, Nabi ﷺ mengingatkan kita agar tidak asal menyampaikan kabar. Beliau bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda: Cukuplah seseorang dianggap berdusta apabila ia menceritakan semua yang ia dengar. (HR. Muslim, Muqaddimah)

Terakhir, kita perlu belajar hadits langsung dari guru yang terpercaya. Dengan cara itu, kita terhindar dari salah kutip dan salah faham.

Penutup

Hadits maqlub adalah hadits yang rawi atau matannya tertukar. Kekeliruan ini bisa terjadi pada sanad maupun matan. Namun, berkat ketelitian para ulama, kita dapat membedakan riwayat yang benar dari riwayat yang keliru. Semoga Allah ﷻ memberi kita kecintaan untuk menjaga dan mengamalkan sunnah Nabi ﷺ.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger