Ayat Makkiyyah dan Madaniyyah Bagian 2
Klasifikasi Surat-Surat dalam Al-Qur’an
Melanjutkan pembahasan sebelumnya, pemahaman mengenai kronologi wahyu menjadi semakin sempurna dengan mengenali pembagian surat. Para ulama tidak hanya meneliti ayat per ayat, melainkan juga mengelompokkan 114 surat secara utuh. Melalui klasifikasi sistematis ini, umat Islam dapat memetakan struktur Al-Qur’an dengan lebih mudah dan akurat.
Definisi Klasifikasi Surat dalam Al-Qur’an
Klasifikasi surat berarti menentukan status sebuah surat secara menyeluruh berdasarkan dominasi ayat atau waktu penurunannya. Penentuan ini sangat krusial karena sebuah surat seringkali memuat perpaduan ayat dari dua periode yang berbeda. Namun, para ulama menetapkan hukum berdasarkan kondisi mayoritas ayat atau waktu penurunan pembuka suratnya.
Sebuah surat mendapat label Makkiyyah apabila seluruh atau sebagian besar ayatnya turun sebelum hijrah. Sebaliknya, label Madaniyyah melekat pada surat yang mayoritas kandungannya turun setelah Rasulullah ﷺ berpindah ke Madinah. Klasifikasi ini menjadi konsensus ilmiah yang terjaga rapi dalam kitab-kitab induk Ulumul Qur’an.
Allah ﷻ berfirman mengenai pembagian surat ini:
سُورَةٌ أَنزَلْنَاهَا وَفَرَضْنَاهَا وَأَنزَلْنَا فِيهَا آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لَّعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Ini adalah suatu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan menjalankan hukum-hukum yang ada di dalamnya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas, agar kamu selalu ingat (QS. An-Nur: 1).
Karakteristik Tekstual Klasifikasi Surat
Umat Islam dapat mengenali status kelompok surat secara praktis melalui beberapa indikator baku yang disepakati ulama. Tanda-tanda tekstual ini membantu kita mengidentifikasi jenis surat bahkan tanpa melihat catatan kaki mushaf.
Ciri Mutlak Surat Makkiyyah
Setiap surat yang mengandung ayat sajdah atau perintah sujud tilawah dipastikan berstatus Makkiyyah. Selain itu, semua surat yang memuat lafaz Kalla (sekali-kali tidak) diklasifikasikan ke dalam kelompok Makkiyyah. Karakteristik ini muncul karena lafaz tegas tersebut berfungsi untuk membantah keangkuhan kaum musyrikin Makkah. Surat yang diawali dengan huruf muqatta’ah seperti Alif Lam Mim juga mayoritas bersifat Makkiyyah, kecuali Surat Al-Baqarah dan Ali Imran.
Ciri Mutlak Surat Madaniyyah
Setiap surat yang menyebutkan tentang kaum munafik secara eksplisit merupakan surat Madaniyyah, kecuali Surat Al-Ankabut. Ciri khas lainnya adalah adanya rincian hukum hudud, kewajiban jihad, serta pembagian harta rampasan perang. Gaya penyampaian surat Madaniyyah juga ditandai dengan seruan lembut khas yang ditujukan langsung kepada orang-orang beriman.
Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه memberikan rumus dasar mengenai perbedaan panggilan ini dalam sebuah atsar:
إِذَا سَمِعْتَ اللَّهَ يَقُولُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا فَأَرْعِ أُذُنَكَ فَإِنَّهُ خَيْرٌ يُؤْمَرُ بِهِ أَوْ شَرٌّ يُنْهَى عَنْهُ
Jika kamu mendengar Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman,” maka pasanglah telingamu baik-baik, karena sesungguhnya ia merupakan kebaikan yang diperintahkan atau keburukan yang dilarang (HR. Ibnu Abi Hatim dalam kitab tafsirnya dengan sanad yang shahih).
Urgensi Memahami Klasifikasi Surat
Mengapa kita perlu memahami pengelompokan surat-surat ini secara mendalam? Sebab, langkah ini berimbas langsung pada ketepatan metodologi penafsiran yang kita gunakan.
Pertama, pemetaan ini menghindarkan kita dari kesalahan fatal dalam memahami alur dakwah Rasulullah ﷺ. Seseorang tidak akan mencampuradukkan antara fase pembentukan karakter di Makkah dan fase penegakan hukum di Madinah.
Kedua, pengetahuan ini memperkuat keandalan dalil saat kita berdiskusi mengenai urutan syariat Islam. Kita bisa merujuk pada teks pembuka surat untuk mengetahui latar belakang sosial dari perintah Allah ﷻ.
Ketiga, klasifikasi ini menumbuhkan kedekatan emosional yang kuat dengan sejarah perjuangan generasi awal Islam. Kita seolah diajak merasakan atmosfer perjuangan para sahabat رضي الله عنهما di setiap fase dakwah mereka yang penuh tantangan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


