Qurban Antara Ketaatan dan Kedermawanan
Ibadah qurban merupakan salah satu bentuk syiar Islam yang sangat agung pada bulan Dzulhijjah. Selain menjadi bukti ketundukan hamba kepada penciptanya, ibadah ini juga mencerminkan jiwa kedermawanan sosial yang tinggi. Oleh karena itu, setiap muslim yang memiliki kelapangan rezeki seharusnya tidak melewatkan kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.
Hadits Tentang Perintah Berqurban bagi yang Mampu
Berikut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه mengenai teguran bagi orang yang enggan berqurban padahal ia memiliki kemampuan finansial:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami. (HR. Ibnu Majah No. 3123, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 6490)
Perintah Shalat dan Qurban dalam Al-Quran
Selanjutnya, Allah ﷻ memberikan instruksi secara langsung mengenai kewajiban bersyukur atas nikmat yang melimpah melalui ibadah ini. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Quran:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. (QS. Al-Kautsar: 2)
Oleh karena itu, menyembelih hewan qurban menjadi salah satu pilar pembuktian takwa seorang hamba. Kemudian, ayat ini menyadarkan kita bahwa harta yang kita miliki hanyalah titipan yang harus kita gunakan untuk kemaslahatan umat. Jadi, keikhlasan dalam berqurban menjadi kunci utama agar amalan tersebut Allah ﷻ terima dengan sempurna.
Ketulusan Hati Menjadi Penentu Utama
Lalu, kita perlu memahami bahwa esensi qurban bukanlah pada sekadar daging atau darah hewan yang mengalir. Di samping itu, Allah ﷻ hanya melihat tingkat ketakwaan dan ketulusan niat di dalam dada orang yang berkurban. Allah ﷻ menegaskan prinsip ini dalam firman-Nya:
لَنْ يَنَال اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ
Daging-daging dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan darimulah yang dapat mencapainya. (QS. Al-Hajj: 37)
Padahal, banyak orang terkadang terjebak pada sifat riya atau ingin mendapatkan pujian dari tetangga saat berqurban. Dengan demikian, menjaga kebersihan hati dari penyakit sosial tersebut merupakan perjuangan yang wajib kita lakukan demi meraih rida-Nya.
Dampak Sosial Kedermawanan Qurban
Pada akhirnya, pembagian daging qurban kepada fakir miskin akan melahirkan kebahagiaan yang merata di hari raya. Selain itu, sikap dermawan ini akan mengikis kesenjangan sosial serta mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim. Sebaliknya, menyimpan harta secara kikir hanya akan menjauhkan diri kita dari keberkahan dunia dan akhirat. Oleh sebab itu, mari kita persiapkan hewan qurban terbaik sebagai wujud ketaatan tertinggi kita kepada Allah ﷻ.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

