Khutbah Jumat

Urgensi Menjaga Lisan dan Kehormatan Muslim

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنَسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah memberikan nikmat iman kepada kita semua. Selanjutnya, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Saat ini kita berada di bulan Dzulqa’dah yang merupakan salah satu bulan haram yang mulia. Perlu kita sadari bahwa di antara kemuliaan bulan ini adalah adanya larangan keras untuk menyakiti sesama muslim. Oleh sebab itu, menjaga lisan dan kehormatan saudara seiman menjadi kewajiban yang sangat mendasar bagi setiap mukmin.

Bahaya Lisan yang Tidak Terjaga

Lisan merupakan anggota tubuh yang kecil, namun ia memiliki dampak yang sangat besar bagi keselamatan akhirat kita. Seringkali seseorang menganggap remeh satu kalimat yang ia ucapkan, padahal kalimat tersebut bisa menjerumuskannya ke dalam neraka. Oleh karena itu, kita harus selalu berpikir matang sebelum berbicara atau membagikan informasi di media sosial. Islam mengajarkan agar kita hanya mengucapkan perkataan yang mengandung kebaikan atau lebih baik memilih untuk diam.

Rasulullah ﷺ memberikan bimbingan mengenai keselamatan manusia yang terletak pada kemampuannya menjaga ucapan. Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian, marilah kita melatih diri agar tidak mudah mengomentari urusan orang lain yang tidak bermanfaat bagi kita. Kebiasaan menjaga lisan akan mendatangkan ketenangan jiwa dan menghindarkan kita dari berbagai konflik sosial.

Larangan Menjatuhkan Kehormatan Saudara Seiman

Selanjutnya, kehormatan seorang muslim merupakan sesuatu yang sakral dan haram untuk kita nodai dengan cara apa pun. Menghina, merendahkan, atau menyebarkan aib sesama muslim merupakan tindakan yang sangat dibenci oleh Allah ﷻ. Oleh sebab itu, kita harus memandang saudara seiman dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang. Jika kita menemukan kekurangan pada saudara kita, maka kewajiban kita adalah menutupinya, bukan malah menjadikannya sebagai bahan pembicaraan.

Allah ﷻ memberikan peringatan yang sangat tegas dalam Al-Qur’an mengenai bahaya lisan yang mencela:

وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ

Dan janganlah kamu puji-memuji dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman (QS. Al-Hujurat: 11).

Maka dari itu, marilah kita jaga lisan kita dari perbuatan ghibah, namimah, dan adu domba. Kesucian bulan Dzulqa’dah ini menuntut kita untuk menjadi pribadi yang selalu menebar kemaslahatan melalui ucapan-ucapan yang santun.

Konsekuensi Lisan di Hari Kiamat

Kemudian, kita harus menyadari bahwa setiap kata yang terucap akan Allah ﷻ mintakan pertanggungjawabannya secara detail. Tidak ada satu pun kalimat yang luput dari catatan malaikat pengawas yang sangat teliti. Oleh karena itu, rasa takut kepada Allah ﷻ harus menjadi rem bagi lisan kita saat ingin mencaci atau memfitnah orang lain. Jika kita berhasil menjaga lisan di dunia, maka Allah ﷻ akan memberikan jaminan surga bagi kita semua.

Sahl bin Sa’ad رضي الله عنه meriwayatkan sebuah jaminan yang sangat luar biasa dari Rasulullah ﷺ:

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara kedua tulang rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan), maka aku menjamin baginya surga (HR. Bukhari).

Oleh sebab itu, marilah kita jadikan sisa waktu di bulan mulia ini sebagai ajang untuk memperbaiki adab berbicara. Semoga Allah ﷻ senantiasa memberikan taufiq agar kita mampu menjaga lisan dan kehormatan sesama muslim dengan sebaik-baiknya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ.


Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah ﷻ,

Sebagai kesimpulan, marilah kita menyadari bahwa lisan yang terjaga merupakan tanda kesempurnaan iman seseorang. Kita tidak boleh meremehkan dampak dari sebuah ucapan terhadap keutuhan ukhuwah islamiyah. Selanjutnya, marilah kita membiasakan diri untuk selalu melakukan tabayyun sebelum mempercayai atau menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Oleh karena itu, jadikanlah lisan kita sebagai sarana untuk berdzikir dan berdakwah demi meraih ridha Allah ﷻ.

Akhirnya, marilah kita tundukkan kepala sejenak untuk memohon kepada Allah yang Maha Kuasa agar menyucikan lisan dan hati kita semua.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِسَانَنَا لِسَانَ صِدْقٍ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ وَالْغِلِّ لِلَّذِينَ آمَنُوا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger