Perjalanan Hijrah Nabi ﷺ ke Madinah
Strategi dan Pertolongan Allah ﷻ
Rencana jahat kaum Quraisy untuk membunuh Rasulullah ﷺ di Darun Nadwah menemui kegagalan total. Allah ﷻ memberikan izin kepada Nabi ﷺ untuk meninggalkan Makkah menuju Madinah tepat pada malam pengepungan tersebut. Peristiwa besar ini bukan hanya sekadar pelarian diri, melainkan sebuah strategi dakwah yang penuh dengan hikmah dan pertolongan ilahi.
Meninggalkan Makkah dan Bersembunyi di Gua Tsur
Rasulullah ﷺ mendatangi kediaman Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه untuk mengajaknya berangkat bersama dalam perjalanan panjang ini. Mereka berdua keluar dari pintu belakang rumah secara rahasia pada tengah malam agar tidak terdeteksi oleh mata-mata musuh. Selanjutnya, mereka menempuh jalur yang tidak biasa menuju arah selatan dan bersembunyi di dalam Gua Tsur selama tiga malam.
Selama masa persembunyian, kaum Quraisy melakukan pencarian besar-besaran hingga sampai ke mulut gua. Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه merasa sangat khawatir akan keselamatan Nabi ﷺ dalam situasi yang genting tersebut. Namun, Rasulullah ﷺ menenangkan sahabatnya dengan keyakinan yang sangat kokoh kepada perlindungan Allah ﷻ.
Anas bin Malik رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه berkata:
قُلْتُ لِلنَّبِيِّ ﷺ وَأَنَا فِي الغَارِ: لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ نَظَرَ تَحْتَ قَدَمَيْهِ لَأَبْصَرَنَا، فَقَالَ: مَا ظَنُّكَ يَا أَبَا بَكْرٍ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا
Aku berkata kepada Nabi ﷺ ketika aku berada di dalam gua: “Seandainya salah seorang dari mereka melihat ke bawah kakinya, niscaya ia akan melihat kita.” Maka beliau bersabda: “Apa pendapatmu wahai Abu Bakar mengenai dua orang yang mana Allah adalah pihak ketiganya?” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pertolongan Allah ﷻ Melalui Ayat Al-Qur’an
Kejadian di mulut gua tersebut diabadikan oleh Allah ﷻ dalam firman-Nya sebagai pengingat akan kemenangan bagi orang yang bertawakal. Meskipun musuh berada sangat dekat, Allah ﷻ menutup pandangan mereka sehingga keselamatan Nabi ﷺ tetap terjaga sepenuhnya.
Allah ﷻ berfirman:
إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” (At-Taubah: 40)
Perjalanan Menuju Madinah dan Suraqah bin Malik
Setelah tiga malam, Nabi ﷺ dan Abu Bakar رضي الله عنه melanjutkan perjalanan dengan bantuan seorang penunjuk jalan profesional. Mereka menyusuri jalur pesisir pantai yang sepi guna menghindari kejaran pasukan berkuda Quraisy. Dalam perjalanan ini, seorang pemburu hadiah bernama Suraqah bin Malik berhasil mengejar dan hampir menangkap mereka.
Namun, setiap kali Suraqah hendak mendekat, kaki kudanya selalu terperosok ke dalam pasir yang keras secara ajaib. Menyadari adanya perlindungan ilahi, Suraqah akhirnya menyerah dan memohon maaf serta meminta perlindungan dari Nabi ﷺ. Kejadian ini menambah daftar panjang bukti bahwa Allah ﷻ benar-benar menjaga utusan-Nya dalam setiap langkah hijrah.
Akhirnya, rombongan mulia ini sampai di wilayah Quba sebelum nantinya memasuki pusat kota Madinah. Penduduk Madinah menyambut kedatangan beliau ﷺ dengan penuh sukacita dan kegembiraan yang tak terlukiskan. Perjalanan hijrah ini secara resmi menandai berdirinya peradaban baru Islam yang akan menyinari seluruh penjuru dunia.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

