Fā‘il
Pengantar Dalam ilmu nahwu, fā‘il (الفاعل) merupakan salah satu unsur penting dalam pembentukan jumlah fi‘liyyah (kalimat kerja). Ia berfungsi sebagai
Read MorePengantar Dalam ilmu nahwu, khabar (الخبر) berfungsi sebagai unsur pelengkap bagi mubtada’ (المبتدأ) untuk membentuk kalimat yang sempurna maknanya. Tanpa
Read MorePengantar Dalam ilmu nahwu, mubtada’ (المبتدأ) dan khabar (الخبر) merupakan dua unsur utama dalam penyusunan jumlah ismiyyah (kalimat nominal). Keduanya
Read MorePengantar Dalam ilmu nahwu, di antara jenis isim ma‘rifah yang sering digunakan dalam Al-Qur’an dan percakapan bahasa Arab adalah isim
Read MorePengantar Dalam pembahasan isim, salah satu jenis ma‘rifah yang sangat penting adalah isim ḍamīr (kata ganti). Isim ḍamīr digunakan untuk
Read MorePengantar Dalam ilmu nahwu, isim (kata benda) tidak hanya dibedakan berdasarkan bilangan dan jenis, tetapi juga berdasarkan tingkat kejelasan makna.
Read MorePengantar Dalam ilmu nahwu, isim (kata benda) tidak hanya dibedakan berdasarkan jumlah (mufrad, mutsannā, dan jam‘), tetapi juga berdasarkan jenis
Read MorePengantar Dalam ilmu nahwu, isim (kata benda) memiliki berbagai pembagian berdasarkan maknanya. Salah satu pembagian penting adalah berdasarkan bilangan (العدد),
Read MorePengantar Dalam ilmu nahwu, salah satu pembahasan penting adalah tanda-tanda i‘rāb (علامات الإعراب). I‘rāb menunjukkan posisi suatu kata dalam kalimat
Read MorePengantar Dalam ilmu nahwu, dua istilah yang sangat penting untuk dipahami sejak awal adalah i‘rāb (الإعراب) dan binā’ (البناء). Keduanya
Read More