Usman bin Affan (1)

Bagikan artikel ini :

 

Dia adalah Usman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf. Dia dilahirkan di tahun keenam dari tahun gajah. Dia masuk Islam sejak lama, dan mengalami hijrah dua kali. Pertama, hijrah ke Habasyah, dan kedua hijrah ke Madinah.

Dia menikahi Ruqayyah putri Rasulullah SAW, yang wafat pada malam perang Badar. Lalu Rasulullah SAW menikahkan setelahnya dengan saudarinya Ummu Kultsum.

Ulama berkata: “Tidak diketahui seseorang yang menikahi dua putri Nabi selainnya, sehingga ia digelari ‘Dzunnurain’ (yang memiliki dua cahaya). Dia adalah salah satu dari sepuluh orang yang dijanjikan surga. Dan salah satu shahabat yang mengumpulkan al Quran.

Dia berparas rupawan wajahnya, janggutnya panjang. Dan temasuk orang tertampan.

Dikisahkan dari Abdrrahman bin Usman al Qurasyi: “bahwa Rasulullah SAW pernah masuk ke rumah putrinya dan ia sedang mencuci kepala Usman. Lalu beliau bersabda: “wahai putriku, perlakukanlah dengan baik pada Abu Abdillah (Usman), sesungguhnya akhlaknya lebih mirip para sahabat-sahabatku”.

 

Diantara Kelebihannya:

  1. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW dulu saat di Gunung Hira. Beliau, Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Thalhah, dan Zubair. Lalu bergeraklah batu besar, lalu Nabi bersabda: “Tenanglah (batu), tidaklah bersamamu melainkan Nabi atau sang Shiddiq atau Syahid (sang Saksi)”.

Dan dari Abu Musa al Asy’ari berkata: saat aku pergi bersama Nabi SAW, beliau masuk rumah tembok milik Anshar dan beliau melakukan suatu urusan. Beliau berkata padaku: “Wahai Abu Musa, jagakanlah untukku pintu ini, tidak boleh masuk seorangpun kecuali dengan izin”. Lalu datanglah lelaki dan mendorong pintu, akupun berkata ‘siapakah ini?’. ‘Abu Bakar..’ sahutnya. Akupun melapor: “Wahai Rasulullah, ini Abu Bakar meminta izin’. Beliau menjawab: “Izinkah ia, dan kabarkan baginya akan Surga”. Lalu masuklah Abu Bakar dan diberitahunya hal itu.

Dan datanglah orang lain lalu ia mendorong pintu. Aku katakan ‘siapakah ini?’. ‘Umar…’ sahutnya. Akupun melapor: ‘wahai Rasulullah, ini Umar meminta izin’. Beliau pun menjawab: “Bukakan untuknya, dan kabari ia akan surga”. Lalu akupun membukakannya dan memberinya kabar.

Dan datanglah orang ketiga mendorong pintu, aku katakan ‘siapa ini?’. ‘Usman…’ sahutnya. Akupun melapor: ‘Wahai Rasulullah ini Usman meminta izin’. Beliau menjawab: “bukakan untuknya dan kabari ia akan surga atas musibah yang menimpanya’.

  1. Keutaman lainnya ialah sedekahnya yang luar biasa. Diriwayatkan dari Usman, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “barangsiapa yang menggali sumur Rumah, maka baginya surga”. Maka akupun menggalinya. Juga sabda Nabi lainnya seperti: “barangsiapa yang menyiapkan pasukan untuk medan sulit, maka baginya surga”. Dan Usmanpun menyiapkannya (pasukan tersebut).
  2. Kelebihan lainnya ialah dia seorang yang menjaga kesucian diri sejak Jahiliyah. Usman pun berkisah: “Demi Allah, aku tidak pernah berzina baik saat Jahiliyah, maupun saat masuk Islam sama sekali”.

Penulis : Ustadz M. Ramdhan El-Hakim (Staff Pengajar Pesantren MAQI)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Advertisment ad adsense adlogger