Karya Ilmiah

Peranan Zakat Dalam Pengentasan Kemiskinan

Zakat merupakan instrumen penting dalam ajaran Islam untuk memastikan keseimbangan harta di tengah masyarakat. Sebagai salah satu rukun Islam, zakat memiliki dimensi ibadah vertikal kepada Allah ﷻ dan dimensi sosial horizontal kepada sesama manusia. Melalui pengelolaan yang profesional, potensi zakat yang besar di Indonesia dapat menjadi motor penggerak ekonomi umat.

Pengertian dan Kedudukan Zakat dalam Islam

Secara bahasa, zakat berarti tumbuh, berkembang, bersih, dan baik. Secara istilah, zakat merupakan kadar harta tertentu yang wajib diserahkan kepada golongan yang berhak menerimanya. Allah ﷻ secara tegas memerintahkan pengambilan zakat dalam Al-Qur’an:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At-Taubah: 103).

Umat Islam membagi zakat menjadi dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah berkaitan dengan pembersihan jiwa saat Ramadhan, sementara zakat mal berkaitan dengan pembersihan harta yang telah mencapai nisab dan haul.

Kewajiban Menunaikan Zakat dan Hikmahnya

Hukum menunaikan zakat adalah wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi kriteria. Perintah ini seringkali muncul beriringan dengan perintah shalat sebagai tanda betapa pentingnya kedudukan zakat. Allah ﷻ berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 110).

Pelaksanaan zakat membawa hikmah yang sangat luas bagi muzakki (pemberi) maupun mustahiq (penerima). Bagi pemberi, zakat membersihkan jiwa dari penyakit kikir dan menghadirkan keberkahan pada sisa harta yang dimiliki. Sedangkan bagi penerima, zakat membantu memenuhi kebutuhan dasar dan menghilangkan rasa iri terhadap mereka yang berkecukupan.

Peran Strategis Zakat Mengatasi Kemiskinan

Islam menyediakan instrumen zakat untuk menjamin distribusi pendapatan yang adil. Dengan adanya penyaluran harta dari orang kaya kepada delapan golongan (asnaf), kesenjangan sosial dapat kita minimalisir secara perlahan. Allah ﷻ telah menetapkan penerima zakat tersebut secara rinci:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan hamba, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah: 60).

Zakat yang bersifat produktif memiliki peran kunci dalam mengubah mustahiq menjadi muzakki. Jika dana zakat kita kelola sebagai modal usaha bagi warga miskin, maka mereka akan berdaya secara ekonomi. Rasulullah ﷺ menekankan bahwa pertolongan Allah ﷻ sangat dekat dengan mereka yang menolong sesama, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah رضي الله عنه:

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. (HR. Muslim, no. 2699).

Pengelolaan Zakat di Indonesia

Sejarah mencatat bahwa tata kelola zakat di Indonesia terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Pada era kolonial, masyarakat mengelola zakat secara mandiri tanpa campur tangan negara. Namun saat ini, regulasi pemerintah semakin kuat dalam mengatur lembaga amil zakat demi transparansi dan akuntabilitas.

Kehadiran undang-undang pengelolaan zakat memastikan bahwa penghimpunan dana umat dapat tersalurkan secara lebih sistematis. Kita perlu mendukung lembaga-lembaga zakat yang amanah agar potensi zakat nasional dapat terserap maksimal. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud melalui keadilan sosial yang berbasis pada nilai-nilai ketauhidan.

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger