Ramadhan Penuh Berkah

Bagikan artikel ini :

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang dipenuhi nilai-nilai ibadah, dia memiliki keutamaan dan keunggulan  lebih dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. Karena disanalah waktu ketika kitab-kitab para Nabi di turunkan dan begitu pula Al-Qur’an, juga kisah dimana Nabi dan para sahabat berperang untuk menggapai kemuliaan, menyebarkan ajaran tauhid yang menjadi risalah para Nabi dan Rasul.

Maka bergembiralah kita  kaum muslimin, sejak 14 abad yang lalu Nabi Muhammad SAW  telah memberikan kabar  besar, sebuah rahasia yang tidak pernah diketahui oleh umat-umat terdahulu, Nabi bersabda,

عَنْ أَبي هُرَيْرَة رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : إِذَا جَاءَ شَهْرُ رَمَضَانَ, فُتِّـحَتْ أَبْوَابُ الَجَّنةِ, وَ غُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ, وَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ.

“ Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda,” Apabila Bulan Ramadhan telah datang maka dibukakanlah pintu-pintu surga, dan ditutupnya pintu-pintu neraka, dan para syetan terbelenggu.”

Kedatangan Bulan Ramadhan kali ini menjadi sebuah momentum/kesempatan paling berharga untuk kita semua, melihat fakta tentang pandemi virus corona yang terus menyebar ditengah-tengah masyarakat dan kebijakan PSBB yang diterapkan mengakibatkan kondisi yang begitu memprihatinkan. Untuk itu momentum Ramadhan ini harus kita jadikan sebagai obat penyembuh bagi wabah ini dan rasa lapar yang kita alami karena lockdown harus kita ubah menjadi ibadah disisi Allah dengan berpuasa.

Tentunya hal ini merupakan  ni’mat agung yang Allah persembahkan untuk para hamba-Nya. Dikatakan dalam sebuah riwayat, bahwa ” Siapa saja yang puasa dibulan ramadhan dengan iman dan ikhlas, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau”.

Sungguh ni’mat tiada terkira  atas umat islam, karena islam menempatkan dan memberikan kita peluang besar agar menjadi Hamba-Nya yang Shalih, hamba yang selalu mendekatkan dirinya kepada Allah dalam situasi dan kondisi apapun. Namun Sejatinya orang-orang yang melakukan puasa dengan iman dan ikhlas masih sedikit, walaupun Dzohir/Jelasnya semua orang mengerjakannya.

Puasa Ramadhan adalah bentuk ibadah besar dengan ganjaran besar, dan tidak ada wewangian yang paling harum  disisi Allah selain aroma yang keluar dari mulut seseorang yang sedang puasa. Karena dia rela meninggalkan makan dan minumnya serta menahan syahwatnya demi mentaati perintah-Nya, alangkah beruntungnya orang tersebut.

Maka, masihkah kita berkeinginan untuk  menyia-nyiakan kesempatan ini, kesempatan yang tidak didapat pada mereka yang telah menutup matanya kian hari berlalu, atau pada orang-orang yang mengira akan bertemu ramadhan ditahun depan dengan merasa bahwa amalnya sudah cukup untuk bisa melepaskannya dari adzab api neraka !?

Oleh karena itu jagalah hati, lisan dan perbuatan kita dari hal-hal yang dapat merusak amal ibadah, puasa, karena demikian itu menjadi pertanda keseriusan kita dalam mendekatkan diri pada Allah SWT.

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”(An-Nahl: 128)

Penulis : Ustadz A. Muslim Nurdin, S.Pd (Mudir Pesantren MAQI)

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Advertisment ad adsense adlogger