Hadits

Keutamaan Dzikir dan Doa

Teks Hadits

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: «يَقُولُ اللهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً» (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Allah ﷻ berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di dalam suatu majelis, maka Aku mengingatnya di dalam majelis yang lebih baik dari mereka. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Dan jika ia datang kepada-Ku berjalan, maka Aku datang kepadanya berlari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pendahuluan

Dzikir dan doa adalah ibadah hati yang sangat mulia. Melalui dzikir, seorang hamba senantiasa mengingat Allah ﷻ dalam setiap keadaan, sementara doa adalah wujud ketergantungan total seorang hamba kepada Rabb-nya. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa dzikir dan doa adalah tanda kedekatan seorang hamba dengan Allah ﷻ dan sumber ketenangan jiwa.

Keutamaan Dzikir

1. Dzikir Menenangkan Hati

Allah ﷻ berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللهِ أَلَا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ 

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini menunjukkan bahwa ketenangan sejati tidak didapat dari harta atau kedudukan, melainkan dari hati yang senantiasa berdzikir kepada Allah ﷻ.

2. Dzikir Mendatangkan Perlindungan dan Keberkahan

Orang yang berdzikir selalu berada dalam penjagaan Allah ﷻ. Malaikat mengelilingi majelis dzikir dan Allah ﷻ menyebut mereka di hadapan makhluk-makhluk-Nya yang mulia. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللهَ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ (رواه مسلم)

“Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah, kecuali mereka dikelilingi oleh para malaikat, diliputi rahmat, diturunkan ketenangan kepada mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Majelis dzikir adalah tempat turunnya rahmat dan ketenangan yang menjadikan hati semakin kuat dan iman semakin kokoh.

Keutamaan Doa

1. Doa Adalah Ibadah

Rasulullah ﷺ bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ (رواه الترمذي وصححه الألباني)

“Doa itu adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi, shahih menurut Al-Albani)

Dengan berdoa, seorang hamba menunjukkan kehinaan dirinya dan keagungan Allah ﷻ. Ia menjadi bukti nyata ketundukan dan keimanan seorang Muslim.

2. Allah ﷻ Mengabulkan Doa Hamba-Nya

Allah ﷻ berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Dan Rabb-mu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan bagimu.” (Ghafir: 60)

Doa yang tulus dan ikhlas tidak akan sia-sia. Allah ﷻ akan mengabulkannya dengan cara yang terbaik, baik di dunia maupun di akhirat.

Penutup

Dzikir dan doa adalah sumber kekuatan spiritual bagi seorang Muslim. Dengan dzikir, hati menjadi tenang dan iman bertambah. Dengan doa, seorang hamba merasakan kedekatan dan kasih sayang Allah ﷻ. Maka perbanyaklah dzikir dan doa, baik dalam kesendirian maupun di tengah majelis, agar hidup selalu dipenuhi dengan cahaya keimanan dan rahmat-Nya.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments

Pesantren MAQI

Lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Advertisment ad adsense adlogger